Sponsors Link

9 Cara Pengobatan Kanker Rahim

ads
kanker rahim

kanker rahim

Kanker rahim adalah tumor ganas yang berada pada lapisan rahim (endometrium).  Timbulnya kanker rahim biasanya terjadi pada usia usia 50-60 tahun pada wanita setelah menapouse.  Kanker rahim bisa menyebar di seluruh tubuh terutama pada bagian rahim seperti indung telur, saluran telur dan sistem getah bening.

Kanker rahim biasanya terjadi pada wanita yang memiliki umur 60 tahun ke atas, obesitas atau keegemukan, mentruasi pada usia dini, menapouse yang terlambat, belum pernah hamil, estrrogen yang berlebihan, memiliki riwayat kanker rahim dalam keluarga((penyakitkankerrahim.com ,Penyakit Kanker Rahim, di akses 20 November 2014)).

Dalam pengobatan dan perawatan kanker rahim biasanya di lakukan dengan operasi, radiasi, kemoterapi, dan pengobatan terapi hormon.  Dalam pengobatan kanker rahim di butuhkan beberapa faktor yang harus di perhatikan, contohnya saja seperti jenis kanker rahim yang di idap dan perkembangan kanker rahim tersebut.

Berikut pengobatan kanker rahim((cancer.net ,Uterine Cancer: Treatment Options, di akses 18 November 2014))((uptodate.com ,Patient information: Endometrial cancer treatment after surgery (Beyond the Basics) , di akses 20 November 2014)):
1. Operasi

Pembedahan dengan jalan operasi yaitu dengan cara mengangkat tumor dan beberapa jaringan yang ada di sekitarnya.  Pembedahan ini memiliki prosedur yang harus di perhatikan, yaitu((cancer.net ,Uterine Cancer: Treatment Options, di akses 20 November 2014)) :

  • Histerektomi.   Dalam pembedahan prosedur histerektomi dokter memberikan penjelasan sejauh mana kanker rahim beerkembang.  Dengan cara pengangkatan rahim, leher rahim, dan bagian lain di sekitarnya.  Bagi yang sudah menapouse, dokter melakukan dengan cara salpingo-ooforektomi bilateral, yaitu pengangkatan kedua pada tuba falopi dan ovarium.  Selain itu, pengobatan histerektomi biasa juga dengan cara pengobatan tradisional yaitu dengan memberikan sayatan besar dengan cara mengangkat rahim, leher rahim, dan beberapa jaringan di sekitarnya.
  • Diseksi kelenjar getah bening.  Pembedahan dengan cara ini merupakan cara menentukan apakah kanker sudah berkembang dan menyebar di laur rahim.
  • Sentinel biopsi kelenjar getah bening.  Cara ini untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar di bagian kelenjar getah bening.  Prosedur ini sangat cocok bagi penderita kanker payudara dan kanker lainnya.
Sponsors Link

2.  Terapi radiasi

Terapi ini menggunakan sinar x atau partikel dengan penggunaan energi yang sangat tinggi untuk mnghancurkan sel kanker.   Biasanya para dokter ahli bedah meenggunakan onkologi radiasi, yang merupakan pengobatan sesuai dengan masa periode waktu tertentu.  Terapi radiai ini di sebut dengan terapi radiasi eksternal-beam, dimana radiasi ini berupa mesin dalam pemeriksaan di luar tubuh.

Terapi radiasi dan pembedahan merupakan salah satu solusi yang sering di lakukan oleh kaum wanita yang mengidap kanker rahim untuk mengangkat kanker rahim.  Biasanya, radiasi ini di berikan setelah operasi yang berfungsi untuk mengahncurkan sel anker yang tersisa.

Setelah melakukan terapi radiasi efek samping bisa terjadi pada tubuh kita, contohnya saja seperti kelelahan, reaksi kulit ringan, sakit perut, dan pergerakan longgar pada usus.  Efek samping ini sesuai dengan sejauh mana terapi radiasi di berikan.

3.  Kemoterapi

Kemoterapi dengn menggunakan obat yang beerfungsi menghancurkan sel-sel kanker, dengan menghentikan kemampuan sel kanker yang berkembang dan membagi.  Untuk penderita kanker dengan jenis kanker endometrium di anjurkan di lakukan kemoterapi setelah operasi tanpa di lakukan terapi radiasi.

Tujuan dari pengobatan kemoterapi ini adalah untuk menghancurkan sisa kanker setelah operasi, menghambat pertumbuhan tumor, mengurangi efek samping karena pengobatan.

4.  Terapi hormon

Terapi hormon berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan dan perkembangan jenis sel kanker rahim yang mengandung hormon.  Terapi hormon ini berkaitan dengan progesteron hormon sex dalam bentuk pil.  Selain itu, ada juga aromatase inhibitor yang sering digunakan untuk pengobatan kanker payudara pada wanita.  Contohnya saja seperti anastrozole (Arimidex), letrozole (Femara), dan exemestane (Aromasin).

Aromatase inhibitor adalah obat yang membantu mengurangi banyaknya hormon estrogen pada wanita untuk menghentikan jaringan dalam tubuh.  Terapi hormon di lakukan pada wanita yang belum pernah dalam pengobatan terapi radiasi, dan operasi.

5.  Radiation

Radiation berfungsi untuk membunuh sel kanker dengan kekuatan sinar berenergi tinggi.  Radiation ini berbentuk implan yang di letakkan di dalam tubuh dekat dengan lokasi tumor.  Hal ini berfungsi hanya di bagian yang terkena kanker.

6.  Vagina brachytherapy

Vagina brachytherapy berupa perangkat yang sangat lunak yang di masukkan ke dalam vagina.  Perangkat ini memiliki dua jenis Vagina brachytherapy, yaitu tingkat dosis rendah tingkat dosis tinggi.  Perangkat ini beerfungsi langsung dan mendeteksi di daerah mana sel-sel kanker dapat di temukan.

  • Tingkat dosis rendah – Pada tingkat dosis rendah ini perangkat yang digunakan adalah yang memberikan perangkat radiasi melalui radiasi melalui vagina selama pengobatan.
  • Tingkat dosis ttinggi –  Perangkat ini di letakkan di dalam vagina hanya beberapa menit selama pengobatan yang di perlukan.
Sponsors Link

7.  Terapi radiasi pancaran eksternal

Terapi ini di lakukan di luar tubuh dan di daerah sekitar yang di obati.  Disini tubuh anda di letakkan pada posisi di bawah mesin-x-ray.  Pengobatan di lakukan sesuai dengan keadaan penyakit yang di idap.  Pengobatan ini bisa rawat jalan, sehingga dapat beraktivitas sehari-hari.

8.  Menghapus kelenjar getah bening

Kelenjar ini berbentuk seperti kacang yang merupakan bagian dari sistem limfatik dan membantu membunuh penyakit.  Kelenjar ini tumbuh dan berkembang di seluruh bagian tubuh.

9.  HDR brachytherapy

Pengobatan jenis HDR brachytherapy merupakan pengobatan radiasi internal dengan dosis tinggi, dimana sebuah implan yang di sebut dengan kateter di letakkan di dalam rahim dekat dengan tumor dan sekitarnya.  Cara kerjanya hanya terfokus pada tumor yang di beri radiasi.

Dengan di letakkan kateter dalam rongga rahim HDR brachytherapy dapat memberikan pengobatan yang tepat da membutuhkan beberapa menit dalam pengobatannya((cancercenter.com, HDR brachytherapy for uterine cancer, di akses 21 November 2014)).

Dengan mendiagnosis penyakit kanker rahim lebih awal, banyak wanita tidak perlu melakukan pengobatan dan operasi.  Yang patut untuk anda ketahui, bahwa efek samping dalam pengobatan kanker rahim kemungkinan besar tidak bisa memiliki anak.  Dan opesi juga bisa menyebabkan menapouse sebelum waktunya.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 21st, November 2014 / 05:44 Oleh :
Kategori : Kanker Rahim

Parse error: syntax error, unexpected end of file in /home/faktakankerco/public_html/wp-content/themes/kanker/footer.php on line 64