Sponsors Link

16 Penyebab Kanker Prostat – Tanda dan Metode Diagnosa

Sponsors Link

Kanker prostat sudah kerap kita dengar dan memang penyakit ini adalah sebuah kondisi di mana sel kanker menyerang dan berkembang di bagian prostat, kelenjar yang ada pada bagian sistem reproduksi para pria. Penyakit kanker ini bisa terjadi saat terjadi mutasi pada sel prostat, sama halnya dengan beberapa jenis kanker lainnya. Dari situlah perkembangan sel pun mulai terjadi dan tak dapat dikontrol dengan mudah.

Sponsors Link

Penyebaran sel itu sendiri juga dapat terjadi secara metastasis menuju organ tubuh lain yang asalnya dari prostat, dan tujuannya yang terutaama biasanya lymph node dan tulang. Prostat sendiri adalah bagian penting tubuh pria karena prostatlah yang berfungsi untuk memroduksi cairan penyubur dan pelindung sperma. Cairan ini akan dikeluarkan ke uretra sewaktu terjadi ejakulasi. Keluarnya cairan tersebut bakal mengalir bersama sperma yang kita ketahui sebagai air mani.

Kanker prostat pada umumnya dikenal sebagai sebuah kondisi kanker yang pertumbuhannya sangat pelan dan tak menyebar dengan cepat. Namun jangan anggap enteng juga sebab ada juga jenis kanker prostat yang sifatnya lebih agresif dan penyebarannya terjadi secara cepat. Penyebab dari kanker ini sendiri belumlah begitu jelas, namun ada dugaan-dugaan faktor risiko yang membuat risiko dari kanker ini begitu besar untuk diderita seseorang dan di bawah inilah bisa didapat ulasannya.

(Baca juga: penyebab kanker prostat pada pria)

1. Mutasi Sel

Seperti kebanyakan kasus dan tipe kanker umum, penyebab pasti akan kanker prostat sebenarnya masih belumlah terlalu jelas dan terlalu banyak faktor risiko yang mampu memicu pertumbuhan sel kanker pada DNA penderita. Mutasi tersebut akan menyebabkan sel-sel normal di dalam prostat akan menjadi berkembang secara abnormal  dan inilah yang kemudian malah menimbulkan yang namanya kanker prostat.

Sel kanker atau sel yang tumbuh secara abnormal tadi akan terus berlanjut berkembang dan akhirnya tumor pun juga ikut tumbuh. Pada kasus kanker yang agresif, sel-sel akan meninggalkan tumor aslinya dan akan menyebar ke bagian-bagian lain dari tubuh penderitanya secara lebih cepat dari yang bukan bersifat agresif. Berikut di bawah ini adalah mutasi gen yang diturunkan oleh orang tua:

  • BRCA 1 dan BRCA2

Bila ada kesalahan yang terjadi dalam DNA sel, gen supresor tumor ini pada dasarnya berperan baik dan berfungsi sebagai penolong sewaktu proses perbaikan kesalahan tersebut. Dengan kata lain, gen ini bakal memicu kematian sel apabila misalnya kesalan pada DNA sel tak dapat diperbaiki. Mutasi yang diturunkan ini pada umumnya akan menyebabkan beberapa kasus penyakit kanker, seperti kanker ovarium dan kanker payudara yang dialami para wanita. Hanya saja, khusus untuk gen BRCA2 yang mengalami perubahan rupanya juga berpengaruh dan menaikkan potensi mengidap kanker prostat.

  • HOXB13

Perkembangan kelenjar prostat ternyata tak lepas dari peran penting gen satu ini sehingga tentu bila ada gangguan pada gen, kelenjar prostat akan secara otomatis terkena efek buruknya. Terjadinya mutasi pada gen ini pun sudah dibuktikan ada hubungannya erat dengan kanker prostat awal atau kanker prostat yang dialami oleh para pria yang usianya masih tergolong muda. Mutasi pada gen ini memang cukup langka sehingga termasuk menguntungkan, namun tak ada salahnya untuk tetap rutin check up demi mengetahui kondisi kesehatan kelenjar prostat.

  • HPC1 atau RNASEL

Gen supresor tumor satu ini memiliki fungsi yang normal pada dasarnya karena manfaatnya adalah membantu sel-sel untuk mati ketika ada suatu kesalahan yang terjadi di dalam sel-sel tersebut. Hanya saja adanya mutasi turunan yang terjadi pada gen ini kemudian membuatnya tak berfungsi sebagaimana seharusnya. Karena mutasi inilah tubuh kemudian memiliki sel-sel abnormal yang bertahan hidup di sana lebih lama dari seharusnya sehingga otomatis menyebabkan timbulnya kanker prostat. HPC1 adalah istilah yang dipakai sebelum akhirnya dikenal dengan istilah RNASEL dan ketika mutasi terjadi, penyakit kanker prostat seperti tak dapat terelakkan lagi.

  • MLH1 dan MSH2

Kedua gen tersebut dikenal sebagai gen yang berfungsi baik dalam perbaikan kesalahan atau ketidaksesuaian yang terjadi pada DNA di mana ini terbentuk sewaktu sebuah sel bersiap-siap untuk membelah menjadi 2 sel baru. Setiap kali membagi atau membelah diri menjadi dua, sel-sel tersebut harus menciptakan salinan DNA mereka. Pria-pria dengan mutasi gen seperti ini diketahui bakal mengalami sebuah kondisi yang disebut dengan istilah sindrom Lynch, namun selain itu juga ada sejumlah jenis kanker lainnya yang turut mengancam, seperti kanker prostat, serta adanya risiko kolorektal yang semakin meningkat. Mengecek selalu kesehatan tubuh sangat dianjurkan supaya potensi penyakit tersebut tak terjadi.

(Baca juga: penyebab kanker payudara yang perlu diwaspadai)

2. Faktor Genetik

Pada sejumlah kasus, mutasi yang memicu penyebab kanker prostat itu asalnya adalah turunan di mana saudara kandung atau orang tua kita pernah atau tengah mengalami kanker ini. Dengan demikian, potensi kita akan menjadi lebih tinggi untuk terserang penyakit yang sama dan sebabnya adalah ada DNA rusak yang para orang tua turunkan kepada kita, otomatis DNA yang tak berfungsi ini kemudian malah berkembang menjadi sebuah penyakit serius seperti kanker prostat. Kira-kira ada sekitar 5-10 persen dari kasus kanker prostat yang memang terjadinya mutasi sel termasuk turunan dari orang tuanya yang pernah menderita kanker prostat menurut American Cancer Society.

(Baca juga: penyebab kanker ovarium)

ads

3. Faktor Ras

Ras termasuk dalam salah satu faktor risiko kanker prostat di mana memang biasanya para pria Afrika-Amerika malah justru bisa berpotensi dua kali lipat mengalami kanker prostat. Bahkan ada kemungkinan besar terdeteksinya kanker prostat sudah pada stadium lanjut sehingga saat ketahuan adanya kanker tersebut, rupa dan bentuk penderita sudah cukup buruk. Justru kaum pria Asialah yang paling jarang ditemui mengidap penyakit kanker prostat dan ini merupakan salah satu temuan dan penelitian oleh American Cancer Society sehingga potensi insiden kanker prostat pada pria Asia dan juga Latin diketahui lebih rendah ketimbang pria Afrika-Amerika dan Kaukasus.

4. Faktor Usia

Faktor umur seseorang juga bisa menaikkan potensi untuk menderita penyakit kanker prostat ini. Telah diteliti dan dibuktikan oleh Prostate Cancer Foundation bahwa dari 10 ribu pria, hanya ada 1 pria yang berada pada usia di bawah 40 tahun di mana ia lebih berisiko untuk mengembangkan kanker prostat. Selain itu juga telah ditunjukkan bahwa ada 1 di antara 14 pria dengan rentang usia 60-69 tahun yang mengalami kanker prostat. Selebihnya dan bahkan mayoritas dapat dikatakan pria yang kerap mengidap kanker prostat justru mereka yang umurnya sudah mencapai 65 tahun atau lebih dari itu sehingga sebaiknya para pria dengan usia tersebut rajin untuk check up.

(Baca juga: daftar makanan sehari-hari pencegah kanker)

5. Diet Tinggi Lemak

Rupanya bagi yang menjalani diet tinggi lemak dapat meningkatkan risiko menderita kanker prostat walau mungkin diet seperti ini hanya akan menaikkan sedikit peluang dalam mengembangkan penyakit. Orang-orang yang melakukan diet tinggi lemak biasanya akan otomatis mengonsumsi karbohidrat dalam kadar rendah. Diketahui bahwa makanan yang tinggi kandungan lemaknya serta karbohidrat berkadar rendah justru dipercaya mampu membantu fungsi ginjal para penderita diabetes menjadi lebih baik, namun rupanya diet tinggi lemak pun tak selamanya dianggap baik tanpa akibat.

Para pria yang merupakan sudah memiliki kebiasaan berdiet tinggi lemak biasanya akan lebih banyak dan sering mengonsumsi makanan lemak hewani. Ini artinya sumber makanan sehat seperti buah dan sayur justru jarang dikonsumsi. Diet tinggi lemak menandakan bahwa tubuh pelaku diet dipenuhi dengan lemak tinggi sehingga mampu menaikkan potensi pelaku diet jenis ini untuk mengidap kanker prostat. Tak ada salahnya untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter secara berkala bila melakukan diet ini.

6. Lokasi Tempat Tinggal

Tahukah Anda bahwa area di mana Anda tinggal sekarang bisa berpengaruh besar terhadap tinggi rendahnya potensi kanker prostat menyerang tubuh Anda? Kanker prostat lebih gampang berkembang pada para pria yang tinggal di Amerika, namun memang mereka yang aslinya orang Asia dan tinggal di sana memiliki peluang lebih rendah. Untuk risiko yang paling rendah lagi adalah mereka yang tinggal di Asia.

Tak hanya itu, faktanya pria yang tinggal di 40 derajat lintang utara juga memiliki potensi yang jauh lebih besar terkena penyakit kanker prostat. Bahkan akibat kematian dari kanker prostat ini juga jauh lebih tinggi terjadi pada mereka yang tinggal di sana ketimbang para pria yang berdomisili di Amerika Serikat. Mengapa demikian? Alasannya adalah karena sinar matahari di daerah tersebut sangat kurang dan itulah mengapa banyak orang yang tinggal di sana tak memperoleh cukup vitamin D yang memberikan dampak penyakit prostat.

(Baca juga: jenis kanker paling mematikan di dunia)

7. Obesitas

Beberapa penelitian terbaru menemukan adanya kemungkinan dan kaitan antara kegemukan dan kanker prostat yang biasanya diderita oleh pria. Jadi, rata-rata pria yang usianya sudah berada di atas 65 tahun, bukan tinggal di daerah Asia dan memiliki masalah kegemukan atau berat badan lebih cenderung menderita penyakit kanker prostat. Obesitas ini juga kemungkinan ada hubungannya dengan diet tinggi lemak seperti yang disebutkan sebelumnya; lemak tinggi di dalam tubuh tanpa diseimbangkan dengan karbohidrat, serat serta mineral dan vitamin lainnya akan memicu kegemukan. Kegemukan ini kemudian akan menjadi awal dari segala penyakit kronis dan serius lainnya, seperti stroke dan sakit jantung.

8. Kurang Berolahraga

Tubuh yang mengalami kegemukan ditambah usia yang sudah tak muda memang perlu dijaga dengan baik supaya tidak menjadi gampang sakit atau lemah. Kegemukan tanpa dibarengi dengan olahraga maka akan mendukung penumpukan lemak yang lama-kelamaan menghambat kinerja organ dalam tubuh kita sehingga beragam penyakit mudah menyerang. Para pria yang suka dan rajin melakukan olahraga, setidaknya olahraga ringan akan memperkecil potensi perkebangan akan kanker prostat di dalam tubuh percaya atau tidak.

Mungkin banyak pria di atas usia 65 tahun yang beralasan bahwa tak ada olahraga yang cocok untuk seumuran mereka. Sebetulnya ada banyak olahraga yang dapat dilakukan lansia, seperti jalan kaki mengelilingi area rumah juga adalah ide yang bagus. Bermain tenis atau bulutangkis pun kerap dilakukan banyak orang tua, atau sekadar jogging di pagi hari maupun melakukan peregangan selama 30 menit sehari bakal berdampak positif untuk tubuh. Aktivitas fisik yang tinggi memang bukan jaminan tubuh akan 100 persen terhindar dari penyakit, tapi setidaknya akan menurunkan potensi dari kanker prostat.

(Baca juga: daftar tanaman obat kanker dan cara penggunaannya)

9. Faktor Hormon

Ada lagi faktor risiko yang kemungkinan besar mendasari seseorang mengalami penyakit kanker prostat, yakni faktor hormon. Pada pria, produksi testosteron dapat meningkat bersama dengan hormon lainnya karena dirangsang oleh lemak dan testosteron ini merupakan hormon yang mempercepat tumbuh dan kembangnya sel kanker prostat. Testosteron yang diproduksi secara tak terkendali dapat berakibat buruk dan malah bisa menstimulasi sel-sel kanker prostat lebih aktif berkembang.

Sejumlah penelitian telah dilakukan dan menunjukkan bahwa timbulnya awal kanker prostat juga dipengaruhi oleh kadar testosteron berlebih di dalam tubuh seorang pria. Maka bila sudah ada tanda-tanda mencurigakan memang sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat mengetahui kadar hormon sedang dalam kondisi normal atau tidak.

10. Faktor Jenis Pekerjaan

Untuk para pria, ada sejumlah pekerjaan yang bisa sangat berisiko dan menaikkan potensi terserang penyakit kanker prostat, seperti misalnya produsen baterai, para tukang las pekerja karet serta mereka yang sering terkena paparan kadmium logam. Memang sepintas tak ada yang salah dengan pekerjaan tersebut, namun ternyata ada sisi di mana pekerjaan tersebut tidaklah aman. Khusus para pria yang memiliki pekerjaan seperti yang disebutkan, diharapkan untuk lebih berhati-hati dan menjadi lebih waspada dengan rutin memeriksakan diri ke dokter.

(Baca juga: gejala kanker paru-paru dan cara pencegahannya)

11. Makan Daging

Mengonsumsi daging memang juga diperlukan oleh tubuh karena dalam semua jenis daging selalu ada nutrisi yang akan mendukung fungsi tubuh. Hanya saja daging pun juga termasuk makanan berisiko dan pemicu banyak penyakit serius, tak terkecuali kanker prostat. Khusus daging yang dimasak pada suhu tinggi rupanya tak baik untuk kesehatan prostat pria, karena ada zat-zat membahayakan yang dihasilkan oleh pengolahan daging seperti itu. Zat-zat tersebutlah yang dapat memicu kanker dan bahkan berefek buruk pada prostat.

12. Kurang Kadar Likopen

Para pria yang mengonsumsi atau memenuhi kebutuhan likopen rupanya dapat menurunkan risiko terkena penyebab kanker prostat. Jadi tentu bisa disimpulkan bahwa pria yang kadar likopennya rendah akan otomatis meningkatkan peluang terserang kanker prostat. Likopen sendiri merupakan pigmen karotenoid yang biasanya bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan di mana likopen ini juga bersifat antioksidan.

Kerusakan sel dalam tubuh dapat dipicu oleh adanya kelebihan radikal bebas sehingga akan memudahkan tubuh terkena beragam penyakit kronis dan gangguan kesehatan lainnya. Likopen dengan perannya sebagai antioksidan akan memberikan proteksi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh sehingga kerusakan sel yang diakibatkan oleh radikal bebas dapat dicegah. Jika kekurangan likopen, tak hanya kanker prostat saja yang risikonya menjadi lebih tinggi, tapi juga kanker payudara, kanker serviks, kanker kulit, kanker kolon, kanker perut, serta kanker paru-paru.

(Baca juga: kanker payudara stadium 2)

13. Kelebihan Kalsium

Dugaan faktor risiko yang memang belum begitu terbukti tapi patut untuk diwaspadai adalah kelebihan asupan kalsium di dalam tubuh. Kalsium yang berlebih dengan asupan per harinya sekitar 600 mg dapat berbahaya dan meningkatkan potensi kanker prostat. Memang betul bahwa kalsium adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah tulang dari pengeroposan serta mendukung pertumbuhan tulang bagi anak-anak. Hanya saja asupan nutrisi apapun secara berlebih tak akan baik, termasuk juga kalsium yang malah berimbas pada gangguan prostat pada pria.

Sponsors Link

14. Kebiasaan Merokok

Banyak juga pria yang tak memerhatikan kesehatannya dengan terus membiasakan merokok. Tak hanya gejala kanker paru-paru saja yang perlu untuk diwaspadai, tapi para perokok aktif, khususnya para pria pun kemungkinan besar akan menghadapi kanker prostat. Merokok dalam frekuensi terlalu sering bukan hanya bakal memicu penyakit jantung, asma, kanker paru-paru dan hipertensi, melainkan juga gangguan prostat serta kehamilan pada wanita.

Telah dilakukan penelitian di mana para mantan perokok aktif dapat mengurangi risiko kembalinya penyakit kanker dengan berhenti merokok lebih dari 10 tahun secara signifikan. Selain menjadi pemicu kanker prostat, bagi mereka yang sudah pernah menderita kanker ini akan dengan mudah kambuh lagi saat kebiasaan merokok diteruskan. Karena adanya penelitian inilah, seseorang bisa memiliki alasan untuk tidak mulai merokok sama sekali atau bahkan menjauhi rokok mulai dari detik ini.

(Baca juga: cara mencegah kanker prostat)

15. Kebiasaan Minum Minuman Keras

Minuman beralkohol selalu akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan bersama dengan rokok, kebiasaan ini akan merusak tubuh kita tanpa ada kompromi. Salah satu faktor risiko kanker prostat diketahui adalah kebiasaan meminum minuman beralkohol. Akan menjadi lebih erius lagi saat seorang pria memiliki dua kebiasaan secara bersamaan, yaitu konsumsi alkohol dan aktif merokok.

16. Konsumsi Obat-obatan Terlarang

Ketika mendengar obat terlarang, tentu sudah jelas di bayangan kita bahwa obat-obatan tersebut memberikan efek buruk bagi tubuh pengonsumsinya. Diketahui bahwa salah satu faktor peningkat risiko terjadinya kanker prostat adalah obat-obatan terlarang ini. Jadi siapapun yang kini tengah mengonsumsinya, diharapkan untuk mampu mengendalikan konsumsinya dan bahkan mulai menjauhinya agar kanker prostat tak membahayakan tubuh.

(Baca juga: cara mencegah kanker prostat secara alami)

Tanda-tanda Kanker Prostat

Di tahap awalnya, kanker prostat tak memunculkan gejala apapun, namun gejala akan mulai dikenali ketika prostat mulai kelihatan membesar atau mengalami pembengkakan. Setelah terjadi pembesaran, otomatis uretra pun akan terpengaruh dan di bawah ini merupakan tanda-tandanya.

  • Berkurangnya tekanan sewaktu mengeluarkan urin.
  • Air mani dan urin yang dikeluarkan disertai dengan darah.
  • Sewaktu melakukan buang air kecil, ada rasa nyeri yang dialami.
  • Terlalu sering buang air kecil, khususnya bila tiba malam hari dan ketika kita tidur.
  • Kandung kemih terasa selalu penuh.

Tanda-tanda tersebut tak selalu mengartikan bahwa seseorang terserang kanker prostat karena bisa saja justru itu adalah infeksi saluran kencing. Pada umumnya, tanda kanker prostat pun bakal timbul sewaktu penyebaran kanker terjadi dan sudah keluar dari prostat. Maka jangan sepelekan atau abaikan segala jenis kondisi tersebut sekalinya Anda mengalaminya. Untuk amannya dan demi penanganan secara dini, langsung periksakan ke dokter untuk melakukan tes diagnosa dan memperoleh kepastian kondisi dari tes-tes yang ditempuh.

(Baca juga: radioterapi kanker serviks)

Metode Diagnosa Kanker Prostat

Demi dapat menentukan bahwa seseorang memang memiliki kanker prostat secara positif, berbagai pemeriksaan atau metode diagnosa akan dianjurkan oleh dokter. Penderita ciri-ciri kanker prostat perlu menempuh rangkaian tes supaya kanker prostat benar-benar bisa terdeteksi. Berikut inilah cara-cara diagnosanya:

  1. Pemeriksaan Colok Dubur. Ini adalah jenis pemeriksaan fisik yang perlu ditempuh oleh pasien yang sudah mengalami gejala mencurigakan yang berhubungan dengan gangguan pada kelenjar prostat. Dengan metode ini jugalah ukuran kelenjar prostat akan diperiksa.
  2. Tes Darah. Tes ini pun adalah pemeriksaan yang terbilang wajib dan tes darah ini biasanya dikenal juga dengan istilah antigen khusus prostat. Kanker prostat akan lebih mudah terdeteksi melalui proses pemeriksaan darah disebabkan kemungkinan meningkatnya PSA diakibatkan kondisi lain seperti radang prostat atau infeksi saluran kencing.
  3. Biopsi Kanker. Metode ini juga patut untuk dipertimbangkan karena dengan pengambilan sampel jaringan prostat, penyebab kanker prostat akan terdeteksi setelah pemeriksaan sampel di laboratorium.

(Baca juga: kemoterapi kanker: efek samping dan sejarah)

Waspadai kanker prostat dengan mengetahui setiap penyebab dan gejalanya. Ke dokter secepatnya untuk proses identifikasi dan pemeriksaan agar dapat dipastikan apakah gejala yang dirasakan memang betul gejala dari kanker prostat.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Saturday 18th, June 2016 / 13:42 Oleh :
Kategori : Kanker Prostat