Sponsors Link
     Sponsors Link

10 Cara Mengobati Kanker Prostat dan Pencegahannya

ads

Kanker prostat mungkin salah satu jenis kanker yang sering menghantui para pria, sama dengan kanker payudara pada wanita. Menurut data WHO, kasus kanker prostat menduduki urutan kedua dalam jenis kanker yang sering diderita pria. Diperkirakan ada 1,1 juta pria di seluruh dunia yang menderita kanker prostat. Tidak berhenti di situ, ada 307 ribu kematian akibat kanker prostat di tahun 2012.

Prostat sendiri adalah kelenjar kecil yang berada di panggul pria, di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Kelenjar prostat mengelilingi uretra, yaitu sebuah saluran yang berfungsi sebagai penghubung antara kandung kemih dan penis.  Melalui uretra inilah urin di kandung kemih bisa dikeluarkan melalui penis pria.

Prostat merupakan bagian dari sistem reproduksi pria. Prostat membantu menghasilkan cairan yang berguna untuk menyuburkan dan melindungi sperma. Di prostat inilah, dihasilkan cairan yang dikeluarkan bersama sperma sebagai air mani saat terjadi ejakulasi.

Gejala Kanker Prostat

Gejala kanker prostat mungkin cukup jarang terdengar kabarnya. Apalagi jika dibandingkan dengan gejala kanker payudara atau gejala kanker serviks yang sering diperbincangkan. Pada umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan tanpa menunjukkan gejala apapun. Penyebarannya pun perlahan, walau tidak menutup kemungkinan ada juga kanker prostat yang menyebar secara agresif.

Baca juga:

Biasanya, gejala kanker prostat akan tampak ketika kanker sudah mempengaruhi ukuran kelenjar prostat tersebut. Ketika ukuran prostat sudah membesar atau bengkak, prostat akan mempengaruhi uretra. Akibatnya, akan muncul beberapa tanda-anda berikut:

  • Sering merasa ingin buang air kecil, terutama saat malam hari.
  • Terasa nyeri saat buang air kecil
  • Kandung kemih terasa penuh, bahkan saat baru saja buang air kecil
  • Terdapat darah saat buang air kecil
  • Terdapat darah bercampur di air mani
  • Tekanan berkurang saat buang air kecil

Gejala kanker prostat seringkali muncul saat kanker sudah mulai menyebar ke organ lain di luar prostat. Meski gejala di atas belum tentu muncul akibat kanker prostat, misalnya karena ada infeksi saluran kencing, Anda patut khawatir jika gejala tersebut muncul dalam jangka waktu yang lama. Hingga saat ini, penyebab kanker prostat belum diketahui, meski factor genetic dan usia disebut-sebut memiliki hubungan terhadap terjadinya kanker prostat.

Baca juga:

Diagnosis Kanker Prostat

Ada beberapa tes yang akan dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami berkaitan dengan kanker prostat. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan atau disarankan oleh dokter :

  1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan colok dubur bisa dilakukan untuk memastikan apakah ada kanker yang tumbuh di kelenjar prostat. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan melihat apakah ada perubahan ukuran kelenjar prostat yang patut dicurigai sebagai kanker.

  1. Tes darah

Tes darah, atau bisa juga disebut dengan istilah tes prostate-specific antigen (PSA) atau antigen khusus prostat. Dengan memeriksa kadar antigen khusus prostat ini, dokter bisa mendiagnosa terjadinya kanker prostat pada pasien. Meski begitu, kadar antigen khusus prostat ini belum bisa memastikan adanya kanker prostat. Kadar antigen khusus prostat atau kadar PSA juga bisa naik akibat infeksi saluran kencing atau radang lain pada prostat.

  1. Biopsi

Biopsi adalah pemeriksaan dengan pengambilan sampel jaringan prostat. Dengan mengambil sampel jaringan prostat, laboran atau dokter dapat mengetahui apakah ada sel kanker yang sedang tumbuh di jaringan prostat.

Cara Mengobati Kanker Prostat

Sulitnya mendeteksi keberadaan kanker prostat saat baru tumbuh mungkin merupakan hambatan tersendiri bagi pengobatan kanker prostat. Padahal, semakin cepat diagnosis kanker prostat dilakukan dan semakin cepat penanganannya, maka semakin besar pula peluang untuk sembuh.

Baca juga:

Bukan hal yang mustahil untuk menyembuhkan kanker prostat. Berikut ini adalah cara mengobati kanker prostat yang dianjurkan:

  1. TURP (Trans-Urethral Resection)

TURP adalah prosedur operasi memotong sebagian kelenjar prostat. Saat melakukan TURP, pasien akan diberi obat anestesi umum atau anestesi tulang belakang. Dengan diberi obat anestesi, pasien tidak akan merasakan sakit selama prosedur pemotongan dilakukan.

Tujuan dilakukannya operasi ini adalah untuk mengurangi gejala buang air kecil yang terganggu akibat prostat yang membesar atau bengkak akibat kanker. TURP ini dilakukan dengan memanfaatkan arus listrik untuk memotong kanker prostat. Dokter bedah akan memasukkan kawat besi yang ujungnya melingkar ke prostat melalui saluran uretra. Bagian melingkar pada kawat besi tersebut akan dipanaskan dengan arus listrik untuk memotong bagian kanker prostat.

  1. Prostatektomi radikal

Prostatektomi radikel adalah prosedur operasi yang akan mengangkat kelenjar prostat bersama dengan jaringan lain di sekitarnya. Metode prostatektomi radikal ini bisa menyembuhkan kanker prostat jika sel kanker belum menyebar ke organ lain. Meski begitu, terdapat kemungkinan bahwa tidak semua sel kanker akan terangkat dan sel kanker kembali tumbuh pasca operasi.

Prostatektomi radikal ini memiliki efek samping tertentu, antara lain:

  • Inkontinensia urin, yaitu kesulitan mengendalikan buang air kecil
  • Disfungsi ereksi atau impotensi, yaitu kesulitan untuk meempertahankan ereksi
  • Tidak mampu untuk ejakulasi yang menyebabkan kemandulan atau tidak bisa memiliki keturunan.
  1. Radioterapi

Metode lain yang bisa dilakukan, khususnya saat kanker belum menyebar keluar dari prostat adalah radioterapi. Radioterapi akna memanfaatkan energi radiasi untuk membunuh sel kanker yang tumbuh. Selain itu, radioterapi juga bisa dilakukan pasca operasi pengangkatan atau pemotongan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.

Tidak hanya itu, bagi penderita kanker prostat yang memasuki stadium lanjut, radioterapi dapat membantu mengurangi gejala kanker prostat. Bahkan, radioterapi juga bisa membantu memperlambat perkembangan kanker dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Meski begitu, radioterapi juga memiliki efek samping tertentu, antara lain:

  • Rambut kemaluan rontok.
  • Tubuh menjadi mudah lelah dan lemas.
  • Rasa tidak nyaman di sekitas anus dan rektum.
  • Radang di kandung kemih.
  • Kesulitan atau bahkan tidak mampu untuk ereksi.
  • Sulit mengontrol buang air kecil.
  • Gangguan buang air besar, seperti diare, atau bahkan pendarahan saat buang air besar.
  1. Terapi hormon

Biasanya, terapi hormon dikombinasikan dengan perawatan radioterapi. Terapi hormon yang dilakukan sebelum radioterapi memiliki fungsi memperbesar peluang sukses pengobatan. Sementara itu, terapi hormon yang diberikan pasca radioterapi bisa membantu mengurangi peluang kembalinya sel-sel kanker.

Selain itu, terapi hormon juga bisa membantu untuk memperlambat perkembangan sel kanker bagi pasien kanker prostat stadium lanjut. Gejala ataupun rasa sakit pun bisa berkurang dengan diberikannya terapi hormon pada pasien kanker prostat. Jika terapi hormon tidak juga berhasil akibat sel kanker yang resistan terhadap hormon, pemberian tablet steroid bisa membantu. Steroid bisa digunakan untuk menyusutkan tumor dan menghambat pertumbuhan tumor.

Sama dengan pengobatan lainnya, terapi hormon juga memiliki efek samping pada pasien yang melakukannya. Berikut ini efek sampingnya:

  • Hilangnya gairah seksual
  • Ketidakmampuan untuk ereksi
  • Berat badan bertambah
  • Dada membengkak
  • Hot flush
  • Banyak berkeringat

Di samping menjalani perawatan-perawatan di atas, pasien kanker prostat juga bisa melakukan kemoterapi untuk mengobati kanker prostat. Meski kemoterapi memiliki banyak efek samping yang tidak nyaman untuk dirasakan, kemoterapi tetap menjadi pilihan yang disarankan bagi penderita kanker. (Baca juga: Kemoterapi Kanker : Efek Samping dan Sejarah)

Cara Alami Mencegah Kanker Prostat

Berdasarkan pembahasan di atas, diketahui bahwa kanker prostat mungkin untuk disembuhkan, meski memberi banyak sekali efek samping. Efek samping dari pengobatan tersebut tentu akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika Anda melakukan tindakan pencegahan kanker prostat.

Baca juga:

Sponsors Link

Berikut ini beberapa cara alami dan mudah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker prostat:

  1. Minum air putih yang cukup, disarankan 8 hingga 12 gelas sehari. Meski begitu, ini bukan jumlah pasti karena setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda-beda, tergantung faktor aktivitas, usia dan lain-lain.
  2. Minum jus delima. Jus delima dipercaya dapat mencegah, bahkan menyembuhkan kanker prostat secara alami.
  3. Lakukan diet sehat, misalnya mengurangi konsumsi daging merah. Menurut penelitian, daging merah memiliki keterkaitan terhadap kasus kanker prostat yang ditemui. Akan lebih baik jika Anda mengganti makanan dengan oat, gandum, atau sereal untuk asupan protein sehat dalam tubuh. (Baca juga: Daftar Makanan Sehari-Hari Pencegah Kanker)
  4. Konsumsi banyak sayur dan buah, seperti kol, apel, atau tomat. Tomat terbukti bisa mencegah gangguan di prostat karena mengandung lycopene yang mencegah kanker prostat, bahkan mengecilkan tumor prostat. (Baca juga: Manfaat Tomat Untuk Kanker PayudaraManfaat Apel Untuk Kanker)
  5. Tingkatkan asupan zinc, karena prostat menggunakan zinc lebih banyak dibanding organ tubuh lainnya. Zinc akan mengubah metabolism hormon steroid yang akan mencegah prostat membesar.
  6. Konsumsi makanan pencegah kanker, khususnya yang alami. Anda bisa mencoba makanan yang tinggi antioksidan atau bahan makanan lainnya yang dipercaya bisa mencegah pertumbuhan sel kanker. (Baca juga: Manfaat Antioksidan untuk Kanker)

Melihat pengobatan kanker prostat yang cukup sulit, sebaiknya mulai sekarang Anda menjalani pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Serta tetaplah waspada terhadap gejala apapun yang Anda rasakan, termasuk perubahan pola buang air kecil. Tetap jaga kesehatan, ya!

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Tuesday 27th, December 2016 / 05:29 Oleh :
Kategori : Kanker Prostat