Sponsors Link

10 Pencegahan Kanker Payudara Secara Alami dan Efektif

Sponsors Link

Kanker payudara adalah kasus kanker yang sering ditemukan di dunia dan merupakan kanker penyebab kematian kedua di dunia. Secara statistik, dari sembilan orang wanita satu diantaranya dapat memiliki tumor payudara selama hidup mereka. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan tumor payudara, yaitu jenis kelamin, makanan, penggunaan alkohol, pergerakan tubuh, riwayat keluarga, gaya hidup dan aspek hormon baik yang berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh.

Sponsors Link

baca juga: penyebab kanker payudara

Herbal adalah terminologi botanikal yang berarti tumbuhan yang memproduksi buah, biji, dan batang. Tumbuhan dan herbal memiliki peran penting untuk mempertahankan kesehatan manusia. Saat ini, masyarakat lebih tertarik dengan pengobatan herbal dibandingkan pengobatan sintetis karena herbal mengandung komponen aktif yang dapat membantu kesehatan manusia. Namun, pengobatan herbal belum terbukti secara empiris dapat mengobati kanker payudara. Saat ini, penggunaan herbal untuk tumor payudara lebih bijaksana sebatas pencegahan saja. Berikut adalah beberapa tanaman herbal yang dapat membantu mencegah terjadiya kanker payudara secara alami.

baca juga: khasiat papaya untuk kanker

1.Echinacea

Echinacea purpura adalah golongan tanaman aromatik unihabitat dari keluarga Asteracea yang banyak ditemukan sebagai tumbuhan liar di daerah timur Amerika Utara dan Great Plains serta ditemukan juga di Eropa. Untuk pengobatan herbal, terdapat tiga tipe spesies Echinacea yang sering ditemukan, yaitu Echinacea purpurea, Echinacea angustifolia, dan Echinacea pallida. Namun untuk penelitian dan terapi E. purpurea adalah jenis yang paling sering digunakan. Terdapat beberapa nama yang berkaitan dengan E.purpurea dan paling umum digunakan coneflower ungu, akar ular Kansas dan sampson hitam.

Berdasarkan penelitian, E.pupurea meningkatkan jumlah sel natural killer pada hewan coba tikus. Flavonoid yang ada pada Echinacea bekerja sebagai imunstimulan. Flavonoid dapat meningkatkan aktivitas limfosit dan meningkatkan fagositosis yang dilakukan oleh makrofag dan sel natural killer serta mendorong berkumpulnya interferon. Selain itu, tanaman ini dapat mengurangi efek samping radioterapi dan kemoterapi. E.purpurea juga membantu pasien dengan kanker payudara yang progresif dengan memperpanjang waktu bertahan hidupnya. Jus Echinacea dapat meningkatkan produksi sitokin yang dikeluarkan oleh makrofag.

Bca juga: kopi bagi penderita kanker

2.Bawang Putih

Bawang putih atau Allum sativum sudah selama ratusan tahun digunakan untuk mengobati banyak penyakit. Didalam bawang putih terdapat ratusan zat aktif yang memilik efek terapi yaitu aliin, aliinase dan allicin. Alliin adalah asam amino yang terdapat dalam minyak bawang putih yang berubah menjadi allicin yang memberikan bau khas pada bawang putih dan memiliki efek terapeutik. Minyak bawang putih memiliki substansi yang mengandung sulfur yaitu Ajoene. Ajoene menghambat perkembangan kanker dimana selenium sebagai antioksidan.

Selain itu, dalam bawang putih terdapat antioksidan yang terkandung dalam bawang putih yaitu bioflavonoid, cyanidin dan quercetin. Aktivitas antikanker dari bawang putih disebabkan karena kandungan organik sulfidan dan polisulfida yang sangat tinggi. Mekanisme dibalik aktivitas anti-tumor adalah dengan stimulasi limfosit dan makrofag yang dapat membunuh sel kanker dan mengganggu metabolisme sel tumor. Penelitian telah menunjukan sejumlah supresor sel limfosit T yang dapat mengubah sel sitotoksik menjadi sel kanker.

Metastase sel kanker dapat dicegah dengan mengubah adhesi dan perlekatan sel kanker yang beredar didalam pembuluh darah. Efek berbahaya karsinogen terhadap DNA dicegah dengan memberikan ekstrak bawang putih yang telah matang, ekstrak ini membantu meningkatkan sistem imun tubuh dan membantu membuang karsinogen dari tubuh serta membantu detoksifikasi aktivitas enzim. Peneliti menemukan bahwa ekstrak bawang putih membantu melindungi tubuh manusia dari propagasi beberapa tipe kanker seperti kanker usus, kanker perut, kanker payudara, paru dan buli- buli. Komplikasi kemoterapi dan radioterapi juga dapat dikurangi dengan ekstrak bawang putih yang matang.

baca juga: manfaat sambiloto untuk kanker

Sponsors Link

3.Kunyit atau Kunir

Kunyit atau kunir dikenal juga sebagai Curcuma longa. Kunir memberikan warna kuning hitam pada makanan. Curcumin adalah bahan aktif dari kunyit yang terdapat pada akar tumbuhan dan batang bawah tumbuhan. Curcumin dikenal memiliki aktivitas antikanker karena substansi fenoliknya. Perkembangan cepat kanker paru, payudara, kulit dan lambung dibatasi oleh kunyit atau kunir.

Kunyit atau kunir dapat menghambat produksi eicosanoids seperti prostaglandin E-2 (PGE-2). Penghambatan produksi eikosanoid dilakukan dengan efek antioksidan yang terdapat dalam kunyit. Selain itu, kunyit juga memiliki efek antiinflamasi pada tubuh manusia. Curcumin telah diketahui memiliki efek penghambat disemua fase perumbuhan kanker yaitu, inisiasi, promosi dan propagasi. Produksi nitrosamin dihambat dengan kunyit melalui meningkatan aksi antioksidan secara alami. Curcumin meningkatkan jumlah glutathione dan sulfahydryl non-protein dan mereka berperan secara langsung melalui enzim yang berbeda.

baca juga: manfaat kunyit untuk kanker

4.Burdock

Burdock atau Arctium lappa adalah tanaman yang ditemukan di Eropa dan Asia, tanaman ini memiliki efek terapeutik yang digunakan untuk pengobatan herbal. Akarnya memiliki tekstur kenyal dan rasanya manis. Pada masa lampau, tanaman ini digunakan untuk pengobatan radang sendi, tonsilitis dan campak. Namun, saat ini telah ditemukan efek lain dari akar burdock yaitu sebagai tanaman anti tumor. Tanaman ini memiliki bahan aktif yang dapat mengubah perubahan pada onkogen.

Burdock telah digunakan dalam terapi tumor payudara, ovarium, kandung kemih, melanoma maligna, limfoma dan sel pankreas. Tanaman ini akan menghilangkan rasa sakit, mengurangi ukuran tumor dan meningkatkan fase survival. Untuk menahan penyebaran cepat dan pembelahan sel yang cepat dari sel tumor, sejumlah besar nutrisi diperlukan selama penyakit kanker. Tetapi sel kanker dapat hidup di lingkungan yang ekstrim, yaitu dalam keadaan yang kurang oksigen dan karbohidrat. Kanker memiliki toleransi yang cukup untuk bertahan hidup dalam keadaan tersebut.

ads

Biji burdock mengandung bahan aktif yang disebut arctigenin. Arctigenin memiliki kemampuan membuang sel tumor dengan nutrisi yang rendah. Akar Burdock terdiri dari tipe flavonoid dan polifenol antioksidan, mereka mungkin memiliki efek menghambat pada perkembangan tumor. Sel tubuh yang normal terlindungi dari substansi racun dan mengurangi mutasi sel dengan ekstrak akat Burdock. Akar ini memiliki bahan aktif yang dikenal sebagai Tannin, komponen phenolic. Bahan ini menstimulasi aksi makrofag, menghambat propagasi kanker dan mempertahankan properti imunomodulator.

baca juga: efek kemoterapi

5.Karotenoid

Bahan aktif yang dikenal sebagai karotenoid terkandung dalam tumbuhan berdaun hijau, tomat dan wortel. Tanaman ini yang mengandung karoteinoid dapat digunakan sebagai agen pewarna, Konsumsi sayuran dan buah- buahan dihubungkan dengan berkurangnya ekspansi ke bentuk yang berbeda dari tumor. Intake karotenoid melalui diet juga mengurangi terjadinya tumor.

Substansi karotenoid merupakan antioksidan yang cukup poten dan memperlihatkan berbagai aktvitas terapeutik seperti melindungi dari radikal bebas dan kerusakan oksidatif sel serta meningkatkan jarak tikungan dan stimulasi sistem imun dan regulasi aktivitas enzim yang berkontribusi dalam produksi kanker serta meningkatkan aktivitas sistem imun tubuh.

baca juga: manfaat mahkota dewa untuk kanker

6.Teh Hijau

Teh Hijau dikenal juga sebagai Camellia sinensis. Teh hijau memiliki efek anti kanker yang berasal dari kandungan polifenol yang dimilikinya. Epigallocatechin (EGGG), sebuah polifenol yang terdapat dalam jumlah sedikit C.sinensis. Peneliti mengungkapkan bahwa teh hijau memiliki aktivitas antitumor dan anti-mutagenik. Sel terlindungi oleh EGGG dari kerusakan DNA yang diproduksi oleh spesies oksigen reaktif. Penelitian pada hewan coba yang diberikan ekstrak teh hijau menunjukan pembatasan pembelahan sel kanker dan menstimulasi nekrosis dan apoptosis sel tumor. Ketika fungsi sistem imun di stimulasi oleh catechin yang terkandung dalam teh.

Teh hijau juga dapat menghambat penyebaran dan pembentukan pembuluh darah baru oleh sel tumor. Teh dan kandungan katekin dapat mengurangi risiko pembentukan tumor pada organ tubuh. Efek samping radiasi dapat dikurangi dengan mengonsumsi teh hijau. Semua keuntungan yang diberikan oleh teh hijau adalah berasal dari aktivitas antioksidannya.

7.Ginseng

Nama ilmiah dari Ginseng adalah Panax Ginseng. Ginseng adalah tanaman yang banyak tumbuh di China, Korea, Jepang dan Russia. Bagian yang digunakan adalah akar keringnya. Akar ginseng memiliki efek terapeutik termasuk sebagai anti kanker. Substansi aktif ginseng telah memperlihatkan mengurangi atau menghalaingi perkembangan TNF pada kulit tikus hewan coba, serta menghambat perluasan dan metastasis dari sel kanker, stimulasi diferensiasi sel dan tingkat interferon.

Penelitian di Korea juga mengindikasikan bahwa kanker dapat mencegah terbentuknya kanker pada tubuh manusia. Ginseng dapat dikonsumsi secara langsung dengan membuatnya menjadi potongan-potongan kecil, dibuat jus atau teh dan yang paling poten dan aktif adalah jika ginseng dibuat ke dalam ekstrak dan bubuk kering untuk mencegah ancaman kanker. Ginseng bekerja dengan mengganggu sintesis DNA ginseng untuk menahan perkembangan tumor. Efek menguntungkan dari komponen aktif P.ginseng termasuk membuat sel natural killer yang lemah pada saat kemoterapi dan radioterapi menjadi efektif kembali, selain natural killer, makrofag juga di stimulasi untuk pembentukan antibodi.

8.Cohosh Hitam

Nama ilmiah adalah Cimicifuga recemosa, merupakan tanaman bersemak yang banyak ditemukan di hutan timur Amerika Utara. Pasien penderita kanker payudara biasanya sering menggunakan Cohosh hitam selama radioterapi dan kemoterapi.

baca juga: pengobatan kanker dengan stem cell

9.Biji rami

Tanaman rami memiliki biji yang berwarna cokelat dan diselubung lapisan keras keemasan. Biji kecil ini berisi komponen aktif. Biji rami merupakan sumber yang kaya dengan serat, lemak omega 3, dan lignans. Aktivitas estrogen yang terdapat pada biji rami dikarenakan melabolisme lignans dan enterodiol dan enterolakton dan metabolisme terjadi pada saluran pencernaan.

Baca juga: manfaat vitamin E untuk kanker manfaat air kelapa untuk kanker

10.Vitamin D

Vitamin D diproduksi dengan paparan sinar matahari pada kulit. Jumlah yang besar pada vitamin D diproduksi oleh kontak kulit tangan, lengan dan wajah saat musim panas. Berdiri di bawah sinar matahari hingga kulit kemerahan mendapatkan vitamin D yang sama dengan 20,000 IU. Vitamin D memiliki efek anti kanker melalui bahan aktifnya.

Baca juga : khasiat asparagus untuk kanker manfaat akupuntur untuk kanker 

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Wednesday 05th, July 2017 / 05:37 Oleh :
Kategori : Kanker Payudara