Sponsors Link
     Sponsors Link

16 Gejala Awal Kanker Payudara Pada Wanita – Cara Memeriksa, Diagnosa dan Pencegahan

ads

Sebagian besar wanita akan menjadikan kanker payudara sebagai momok selain dari penyakit kanker serviks. Nama lain dari kanker payudara yang begitu mengancam ini adalah karsinoma payudara di mana pada jaringan payudara wanita muncul tumor ganas dan tumbuh berkembang. Kanker payudara tak hanya bisa dialami oleh wanita, pria pun juga dapat mengalaminya meski termasuk kasus langka.

Telah diprediksi oleh WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia bahwa di tahun 2020 mendatang, kasus kanker payudara jumlahnya bakal mengalami peningkatan besar. Tentu kasus penyakit ini bakal menjadi lebih banyak khususnya di negara maju. Untuk kasus kanker jenis ini di Indonesia, rupanya ada di peringkat dua mengikuti kanker serviks.

Supaya tak terserang kanker payudara, tentu mencegahnya adalah cara terbaik. Supaya dapat mencegahnya, Anda perlu tahu apa saja gejala awal dari kanker payudara ini. Ketika menyadari adanya gejala awal, Anda akan secara otomatis dapat mengendalikan penyebaran kanker atau bahkan menghentikannya untuk berlanjut ke stadium berikutnya yang lebih serius.

Ada banyak pemicu kanker payudara dan salah satunya adalah faktor reproduksi di mana ini akan menimbulkan munculnya sel kanker payudara. Obesitas, radiasi ionisasi, hingga bahkan penyakit fibrokistik mampu menjadi penyebab kanker payudara. Lalu, gejala awal kanker payudara apa saja yang kiranya kita perlu ketahui agar dapat dicegah sebelum menjadi lebih parah?

(Baca juga: kanker payudara stadium 1)

  1. Timbul Benjolan

Untuk mengetahui adanya sel kanker pada payudara, timbulnya benjolan dapat dianggap sebagai gejala awal umum yang penting. Benjolan tak wajar selalu menjadi tanda dari ketidakberesan pada tubuh seseorang, begitu pun ketika benjolan ini hadir di area payudara. Namun justru biasanya, benjolan yang timbul tidaklah memberikan rasa sakit.

Perhatikan benar-benar setiap kali Anda bercermin untuk mengecek bagian payudara, apakah ada benjolan di sekitar payudara dan juga area ketiak. Karena benjolan tak terasa nyeri, maka terkadang justru bila muncul malah diremehkan dan dibiarkan. Benjolan tanpa rasa sakit ini biasanya termasuk di dalam gejala stadium 1 kanker payudara dan bisa mulai diperiksakan kalau Anda curiga.

  1. Benjolan Berukuran Kecil

Awal dari sebuah kondisi kanker payudara biasanya berasal dari adanya benjolan di area payudara. Meski demikian, memang ada juga banyak kasus yang setelah diperiksakan untungnya benjolan tersebut bukanlah sel kanker. Tapi tetap saja Anda wajib mewaspadai segala bentuk benjolan, terutama benjolan yang disebut kanker dengan ciri-ciri tak lebih besar dari ukuran 2 cm.

(Baca juga: ciri-ciri kanker payudara pada pria)

  1. Benjolan Jumlahnya Hanya Satu

Selain ukuran dari benjolan yang ada, perhatikan dan hitunglah jumlah benjolan yang timbul di area payudara maupun daerah ketiak Anda. Pada umumnya, sebagai gejala awal kanker payudara, hanya akan ada satu benjolan yang muncul. Jadi, jumlah benjolan pun juga berpengaruh dalam memberi Anda tanda ada yang tak beres pada payudara Anda.

  1. Benjolan Tidak Bergerak

Cobalah untuk meraba bagian samping dari benjolan tersebut dan lihatlah apakah benjolan tak bergerak. Untuk gejala awal kanker payudara, biasanya benjolan yang timbul tidak akan bergerak ketika diraba dan dipencet. Maka periksalah sendiri di rumah secara teliti di depan cermin agar Anda pun dapat melihatnya saat merasakan benjolan bergerak atau tidak.

(Baca juga: stadium kanker payudara)

  1. Benjolan Hanya di Satu Sisi

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, jumlah benjolan hanya satu dan ini biasanya hanya timbul di salah satu sisi saja. Apabila Anda menemukan satu benjolan di salah satu sisi payudara, maka Anda tak akan menjumpai benjolan yang sama pada payudara yang lain. Tentu untuk mengetes, Anda harus berdiri di depan cermin supaya lebih jelas, sekaligus juga merabanya, karena kalau dicek secara langsung dengan melihat ke bawah bagian payudara akan kurang begitu jelas.

  1. Keluar Cairan Putih saat Dipencet

Pada gejala awal, Anda juga bisa memeriksa payudara Anda untuk memastikannya, yakni dengan memencet bagian payudara Anda. Kalau ada cairan berwarna putih yang keluar saat Anda memencet payudara, maka ini pertanda cukup buruk. Potensi mengidap kanker payudara jelas semakin besar.

Ciri dari cairan putih yang keluar tersebut mirip seperti susu. Anda pun akan menemukan bahwa cairan tersebut tak memiliki aroma khusus serta tidak disertai dengan rasa sakit. Meski tak berbau dan tidak sakit, tetap saja Anda perlu waspada dan hendaknya memeriksakan kondisi tersebut agar tidak menjadi terlambat.

Sebetulnya warna cairan yang kemungkinan keluar dari payudara saat dipencet pun berbeda-beda. Biasanya, yang berwarna bening atau seputih susu ini adalah yang termasuk dalam kategori belum berbahaya atau memang masih dalam stadium awal. Sedangkan cairan yang warnanya sudah merah darah atau paling tidak kecoklatan, kondisi ini terbilang kronis.

(Baca juga: kanker payudara stadium 2)

  1. Kulit Payudara Berkerut

Pernah melihat seperti apa kulit jeruk? Seperti itu jugalah salah satu ciri atau gejala awal kanker payudara yang terjadi pada kulit payudara. Kulit payudara kelihatan seperti kulit jeruk dnegan kerutan yang ada di permukaannya. Maka ketika hal ini dialami, ditambah pula dengan saat dipencet kiranya mengeluarkan cairan putih, Anda wajib waspada dan memeriksakannya segera.

sponsored links
  1. Pori-pori Kulit Payudara Menonjol

Selain dari kulit payudara yang berkerut, pori-pori kulit di area yang sama kelihatan sedikit lebih menonjol juga dari biasanya. Kedua gejala tersebut biasanya dialami berbarengan dan saling menyertai, maka silakan untuk datang ke dokter untuk memastikan. Terkadang pori-pori kulit menonjol dan juga permukaan kulit yang mengerut dapat juga diartikan sebagai kulit yang kering.

  1. Pembengkakan pada Payudara

Tak sekadar benjolan yang perlu Anda sadari karena benjolan itu pun belum tentu merupakan tanda adanya kanker payudara. Periksalah sendiri ketika bercermin apakah payudara Anda tampak normal pada ukurannya atau terlihat membengkak. Pembesaran atau pembengkakan payudara dapat juga menjadi sebuah gejala kanker. Maka lebih baik segera ke dokter dan memeriksakannya supaya terdeteksi dini bila memang itu adalah kanker payudara.

(Baca juga: kanker payudara stadium 3)

  1. Kemerahan pada Area Payudara

Menyertai pembengkakan, biasanya pada area payudara juga timbul warna kemerahan. Jadi memang ketika memeriksa sendiri di rumah, pastikan Anda memeriksanya secara seksama supaya saat akan didiagnosa dan ditanya oleh dokter, Anda dapat menjelaskannya. Dokter spesialis bakal mampu menjawab keluhan Anda asal Anda mengonsultasikannya secepat mungkin.

  1. Terasa Hangat saat Disentuh

Masih pada area payudara, pembengkakan biasanya terjadi tidak sendiri atau hanya ditemani oleh gejala kemerahan. Apabila Anda mencoba menyentuhnya, Anda pun akan merasakan sesuatu yang berbeda pada payudara Anda, seperti misalnya akan muncul rasa hangat seketika Anda menyentuhnya. Rasa hangat yang muncul tersebut sangat persis dengan rasa hangat sewaktu demam, dan ingat juga bahwa ini ditambah dengan kemerahan atau pembengkakan. Segera ke dokter spesialis untuk mengonsultasikan gejala ini.

(Baca juga: kanker payudara stadium 4)

  1. Puting Susu Masuk ke Dalam

Puting susu pada umum dan normalnya jelas bakal timbul, tapi puting susu yang masuk ke dalam pun juga dapat terjadi. Justru kondisi puting susu seperti inilah yang dianggap mencurigakan. Periksalah sedetil mungkin, kemungkinan mengidap kanker payudara cukup besar bila puting susu justru menjadi cekung arahnya.

Apabila pada kondisi mengecil, puting susu ini bakal berada sejajar seperti kulit di sekelilingnya. Namun ada juga penderita kanker payudara yang bahkan puting susunya kelihatan sangat tak wajar, yakni menukik ke dalam sehingga sangat kelihatan ketidaknormalannya. Penting juga untuk Anda ketahui bahwa ketika puting susu masuk ke dalam, rupanya hal yang sama terjadi pula pada seluruh bagian pada payudara.

  1. Puting Susu Sakit

Puting susu yang bila disentuh terasa sakit atau nyeri kemungkinan besar adalah ciri adanya sel kanker di sana. Rasa sakit di bagian puting susu ini juga masih termasuk dalam gejala awal sehingga masih bisa diselamatkan. Asalkan Anda memeriksakannya secara dini, selalu ada penanganan tepat yang dokter dapat lakukan agar sel kanker tidak menyebar dengan cepat.

(Baca juga: makanan pencegah kanker payudara)

  1. Puting Susu Terasa Gatal

Rasa gatal pun ikut muncul di bagian puting susu selain adanya rasa sakit. Rasa sakit dan gatal dapat timbul saling menyertai maka Anda perlu menyadari betul kedua gejala ini. Kalau terasa aneh, langsung berkonsultasilah dengan dokter supaya penanganannya bisa dilakukan sesegera mungkin.

  1. Puting Susu Bersisik

Kondisi di mana puting susu bersisik ini biasanya muncul bersama dengan rasa sakit dan gatal di area yang sama. Seperti 2 gejala yang sebelumnya disebutkan, sisik akan menyertainya dan bila ini sampai terjadi, Anda harus mewaspadainya. Gejala ini adalah gejala awal dari kanker payudara yang kiranya segera diperiksakan, apalagi kalau puting pun terasa nyeri bila Anda menyentuhnya. Ketika dideteksi sedari dini, maka gejala awal dapat ditangani sebelum sel kanker menyebar lebih jauh.

  1. Puting Susu Beruam

Masih ada gejala yang muncul di bagian puting susu selain sisik, rasa gatal dan juga rasa sakit, yaitu ruam. Ruam ini adalah sebuah kondisi di mana muncul kemerahan yang tidak rata di permukaan kulit. Mirip dengan bentol saat gatal tapi lebih kecil dan berkelompok serta banyak biasanya. Bila Anda mengalami hal ini juga, jangan tunda-tunda lagi untuk ke dokter dan memeriksakannya.

(Baca juga: ciri-ciri kanker payudara)

Cara Memeriksa Sendiri secara Langsung

Setiap wanita perlu mengetahui bagaimana memeriksa keadaan payudaranya sendiri secara benar dan tepat. Banyak wanita yang mungkin merasa takut dan khawatir akan penyakit mematikan ini tapi tidak tahu bagaimana cara mendeteksi sendiri gejala awal yang kemungkinan terjadi. Untuk mendeteksi gejala awal, pemeriksaan dapat dilakukan secara sendiri dan langsung dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini :

  • Periksalah ada tidaknya gejala awal dari kanker payudara lebih baik sesudah menstruasi saja. Paling tidak Anda perlu menunggu seminggu sesudah datang bulan untuk memeriksa gejala awal yang timbul pada tubuh Anda. Alasan mengapa harus seminggu setelah menstruasi adalah karena pada waktu itu hormon progesteron serta estrogen tengah berkadar rendah. Ingat bahwa kedua hormon itulah yang memainkan peran memberikan pengaruh ukuran kecil atau besarnya payudara.
  • Awalilah dengan memerhatikan payudara Anda namun dengan posisi di mana Anda mengangkat kedua tangan tepat di atas kepala. Lalu setelahnya, pindahkan tangan dua-duanya ke bagian pinggang.
  • Setelah itu, masih lanjutkan dengan tangan kiri Anda diangkat tepat ke atas kepala.
  • Pakai permukaan jari Anda yang dalam keadaan rata untuk menekan maupun meraba area payudara. Ini adalah cara untuk memastikan semua bagian payudara aman atau tidak dan ada benjolan atau tidak. Menyentuh seluruh bagian sambil bercermin akan lebih efektif karena selain merasakan, Anda pun bakal dapat melihat ada di sebelah mana tepatnya benjolan tersebut.
  • Untuk masalah pola, ada pola tersendiri memang untuk memeriksa bagian payudara Anda, caranya adalah dengan menggerakan tangan dengan arah memutar. Alangkah baiknya juga Anda melakukannya dengan gerakah arah naik serta turun untuk permeriksaan yang lebih sempurna. Atau bisa juga dengan arah masuk dan keluar daerah puting susu.
  • Dengan posisi berbaring, cobalah untuk memeriksa bagian antara ketiak dan payudara secara seksama. Tak hanya kedua bagian tersebut, tulang dada pun adalah bagian yang juga seharusnya tidak luput dari pemeriksaan. Terkadang justru bukan di bagian payudara atau ketiak saja yang timbul benjolan, tapi juga muncul ketidakberesan pada bagian tulang dada.
  • Memeriksa bagian puting susu juga penting karena dalam gejala awal pun disebutkan adanya keluar cairan dari sana ketika Anda memencetnya. Belum lagi ada rasa sakit, timbulnya kemerahan serta sisik. Maka periksalah secara lembut pada sisi puting pada setiap payudara Anda dan cobalah untuk memencetnya, perhatikan apakah ada cairan yang keluar dari sana. Perhatikan juga warna cairan, apakah putih seperti warna susu atau sudah merah seperti darah atau kecoklatan.
  • Tentu seluruh langkah tersebut tak hanya dilakukan pada satu sisi payudara saja, tapi kedua-duanya. Supaya lebih teliti dan tidak bingung, mulailah memeriksa salah satu sisi payudara lebih dulu hingga menyeluruh, barulah kemudian lanjut dengan pemeriksaan payudara sebelahnya. Langkah pemeriksaan kedua sisi payudara sebaiknya sama agar tak ada yang terlewat.
  • Pemeriksaan ini perlu dilakukan setiap bulan dengan gerakan yang sudah dianjurkan tersebut. Ini karena misalpun bulan ini belum terdapat benjolan atau sesuatu yang mencurigakan, dikhawatirkan bulan berikutnya saat diperiksa kemudian muncul benjolan atau ciri awal dari kanker payudara lainnya.

(Baca juga: ciri benjolan kanker payudara)

Metode Diagnosa Kanker Payudara

Mengetahui gejala awal akan jauh lebih baik ketimbang ketika gejala sudah parah yang menandakan bahwa stadium kanker sudah pada tahap lanjut. Saat memeriksakan diri ke dokter, Anda perlu menempuh beberapa metode diagnosa agar ketahuan betul apakah benar semua gejala awal itu merujuk pada kanker payudara. Cara umum yang sering digunakan oleh dokter dalam memeriksa pasiennya adalah sebagai berikut:

  • Biopsi Kanker – Metode pemeriksaan ini biasanya dokter gunakan untuk orang-orang yang dari gejala-gejala awal diperkirakan mengidap kanker payudara. Tes satu ini dipilih supaya lebih jelas dalam mendeteksi setiap gejala yang terjadi dan dialami oleh penderita. Biopsi ini biasanya adalah cara yang perlu ditempuh pasien dalam melanjutkan hasil screening yang sebelumnya dilakukan. Baru setelah dari tes biopsi inilah dokter dapat memberikan penanganan yang tepat karena keadaan kanker sudah terdeteksi, begitu pun tingkat keseriusannya.
  • Mammogram – Metode pemeriksaan atau diagnosa ini memang ditujukan untuk para pasien yang diduga mengidap kanker payudara. Tes ini bakal perlu dilakukan tepat sebelum dilakukannya tes biopsi. Pada metode ini, sinar x-ray adalah yang digunakan untuk mendiagnosa 1-3 tahun lebih awal, dan tipe pemeriksaan secara screening ini justru adalah cara diagnosa untuk kanker payudara sebelum timbulnya gejala atau keluhan lainnya.
  • HER2 – Jenis pemeriksaan satu ini biasanya juga dianjurkan oleh dokter untuk dijalani oleh pasien supaya dapat menunjukkan adanya reaksi kanker terhadap pengobatan tertentu dan protein yang merangsang kanker disebut juga dengan HER2. Nama lain dari metode pengobatan ini adalah terapi molekul atau biologis. Kanker sejenis ini bakal mampu diatasi hanya dengan menggunakan obat-obatan pemblokir efek HER2.
  • Tes Reseptor Hormon – Pemeriksaan lainnya yang perlu juga kiranya untuk ditempuh adalah pemeriksaan reseptor hormon. Hormon alami di dalam tubuh wanita, yakni progesteron dan estrogen, diduga mampu memicu tumbuhnya sel kanker payudara. Maka dengan pemeriksaan ini, dokter bakal mengambil sampel sel kanker dari payudara pasien dan kemudian dibawa ke laboratorium untuk mengujinya. Pengujian dilakukan agar memperoleh reaksi pada progesteron maupun estrogen; bila hormon didapati menempel di sel kanker atau reseptor hormon, tentu ini menjadikan hasilnya sebagai reseptor hormon positif.

(Baca juga: manfaat tomat untuk kanker payudara)

Sponsors Link

Cara Pencegahan Kanker Payudara

Sama seperti kanker umum lainnya, kanker payudara sebenarnya dalah jenis penyakit yang bisa dicegah. Berikut di bawah ini adalah sejumlah cara atau langkah yang bisa dilakukan agar sel kanker tak mudah tumbuh, berkembang dan menyebar di dalam payudara dan ke seluruh tubuh.

  • Mengendalikan Berat Badan

Obesitas atau berat badan yang terlalu berlebihan tak hanya menjadi sumber penyakit jantung, tapi juga mampu meningkatkan potensi tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Potensi ini bakal lebih cenderung terjadi pada wanita yang sudah lewat masa menopause dan mengalami obesitas. Kemungkinan terkena kanker payudara pada wanita dengan bobot tubuh 175 pon ke atas meningkat 25 persen ketimbang wanita yang beratnya hanya 132 pon seperti yang dikemukakan oleh Dokter Oz.

  • Menyusui

Bagi para wanita yang telah menjadi seorang ibu, menyusui adalah hal yang tak hanya penting untuk tumbuh kembang bayi, tapi juga bagus untuk mencegah kanker payudara pada sang ibu. Semakin lama menyusui, maka efek perlindungan terhadap penyakit ini bakal lebih besar.

  • Menghindari Stres

Stres secara berlebihan adalah pemicu dari berbagai penyakit, tak terkecuali kanker payudara. Sudah banyak hasil studi yang menyatakan bahwa segala jenis gangguan kesehatan dapat berawal dari stres. Kenaikan potensi dalam mengidap kanker payudara pun juga dapat dialami oleh para wanita yang mengalami stres berat pada waktu 5 tahun sebanyak 50 persen.

  • Mewaspadai Benjolan Apapun

Ketika sedang bercermin Anda melihat benjolan, atau mungkin Anda merasakannya saat meraba area payudara, jangan tunda untuk diperiksakan ke dokter. Para wanita justru kebanyakan tidak berani memeriksakan diri sekalipun sudah tahu ada benjolan di tubuhnya karena khawatir akan hasil diagnosanya. Tapi justru penundaan inilah yang nantinya berujung berbahaya bagi tubuh karena bila benar bahwa benjolan itu adalah tumor, ini akan berkembang dan menyebar jika tak ditangani secara dini.

  • Mewaspadai Perubahan Bentuk Payudara

Tugas para wanita adalah selalu memeriksa bagian payudara paling tidak sebulan sekali. Tak hanya benjolan, terkadang bentuk payudara yang berubah pun perlu dicurigai. Anda perlu mendeteksinya lebih dulu dengan selalu memeriksanya bila ada waktu, tentunya dengan metode yang sudah dijelaskan sebelumnya.

  • Tidak Merokok

Anda yang memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya hentikan mulai dari sekarang. Dan bagi Anda yang baru ingin coba-coba untuk merokok, sebaiknya urungkan niat tak baik tersebut. Kebiasaan ini tak hanya akan memicu kanker paru-paru, tapi potensi kanker payudara pun bakal lebih besar. Risiko kanker payudara akibat kebiasaan merokok akan lebih tinggi terhadap para wanita yang mengalami premenopause.

  • Membatasi Minuman Beralkohol

Risiko kanker selalu menjadi lebih besar pada orang-orang yang merokok ditambah juga mengonsumsi alkohol terlalu banyak dan sering. Agaknya akan sulit untuk menghentikan kebiasaan ini sama sekali, jadi lebih baik mulailah dengan membatasi konsumsinya saja. Baik itu wine, bir atau jenis minuman keras lainnya, pastikan bahwa Anda minum satu gelas saja per harinya dan tidak lebih dari itu.

  • Beraktivitas Fisik

Aktivitas fisik yang dimaksud jelas adalah olahraga dan dengan melakukannya secara rutin, berat badan pun akan terjaga tetap ideal. Efeknya pun baik dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. Dalam satu minggu, akan jauh lebih baik kalau Anda melakukan aerobik 75 menit. Tapi kalau pun tidak tertarik dengan olahraga ini, carilah olahraga yang menjadi kesukaan Anda lainnya dan lakukanlah secara teratur.

(Baca juga: cara mencegah kanker payudara sejak dini)

Demikianlah segala informasi mengenai gejala awal kanker payudara serta cara pemeriksaan secara langsung, cara diagnosa dan cara pencegahannya. Kiranya Anda selalu dapat mewaspadai perubahan-perubahan yang dialami pada sekitar payudara dan tak perlu menunggu lama untuk memeriksakan ke dokter.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 04th, August 2016 / 07:13 Oleh :
Kategori : Kanker Payudara