Sponsors Link

4 Ciri Kanker Payudara pada Ibu Menyusui

Sponsors Link

Kanker payudara adalah kanker pada wanita yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita. Penyebab kanker payudara belum ada yang pasti namun ada beberapa penyebab kanker payudara yang mungkin merupakan pemicu timbulnya kanker payudara. Kanker payudara dapat dialami siapa saja bahkan pada pria dapat ditemukan kanker payudara. Apalagi pada wanita yang berusia sangat muda hingga usia tua. Rata-rata kanker payudara paling sering ditemukan pada usia 30-40 tahun. Seringkali pasien kanker payudara datang mencari pertolongan medis pada stadium yang telah lanjut yaitu sekitar stadium III dan stadium IV. Padahal bila ditemukan pada stadium I dan stadium II, prognosis untuk bertahan hidup selama 5 tahun lebih besar dibandingkan stadium lain yang lebih besar. Hal ini mungkin disebabkan karena sebagian besar ciri kanker payudara adalah berupa benjolan yang tidak nyeri sehingga pasien masih merasa sehat dan tidak sakit. Selain itu, paien jarang melakukan skrining pada payudara sendiri dengan melakukan sarari, sehingga pasien tidak tahu bahwa sedang tumbuh benjolan pada payudara. Dan, sebagian besar pasien kanker payudara mencari pertolongan ke pengobatan alternatif dengan herbal dan jamu- jamuan, padahal pengobatan ini belum tentu memperbaiki kondisi dan yang pasti akan menunda pasien kanker payudara untuk mendapat pertolongan medis yang tepat. Kemungkinan kanker payudara dapat menimpa ibu menyusui dan ibu yang sedang hamil adalah 1: 3000 atau ada yang menyatakan 1: 10.000. artinya kasus ini sangat jarang, namun tetap saja ada. Sehingga, wanita manapun masih rentan mengalami kanker payudara pada usia kehamilan dan ibu menyusui.

Sponsors Link

Baca Juga:

Perbedaan Kanker Payudara Wanita Menyusui dan Tidak Menyusui

Perbedaan keduanya ada pada proses diagnosis, pemeriksaan penunjang, FNAB dan terapinya dari kanker payudara. Berikut adalah penjelasananya:

  1. Diagnosis

Untuk mendiagnosis masih mengacu pada diagnosis stadium TNM untuk menentukan staging , namun terdapat perbedaan struktur payudara antara pasien payudara yang tidak hamil dan menyusui dengan pasien payudara yang sedang hamil dan menyusui.

Kanker payudara pada ibu menyusui dan kehamilan lebih sukar didiagnosis karena ada pembesaran kelenjar payudara selama kehamilan dan masa menyusui. Pada masa ini, wanita akan mengalami peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan payudara terasa lebih kencang dan terasa berbenjol-benjol karena produksi ASI. Jika terdapat benjolan tumor kanker payudara, akan lebih susah diraba dan seringnya diragukan sebagai pembesaran payudara saat masa kehamilan dan menyusui. Benjolan kecil- kecil yang berada di puting susu disebut kelenjar Montgomery. Kelenjar tersebut dan puting susu akan berwarna menjadi lebih gelap saat masa ibu hamil dan menyusui. Karena perubahan payudara pada ibu menyusui dan ibu hamil inilah yang menyebabkan diagnosis kanker payudara pada ibu hamil menyusui menjadi terlambat 5-15 bulan sejak keluhan pertama diketahui. Hal ini mungkin yang menyebabkan prognosis kanker payudara pada pasien kanker payudara pada masa hamil dan menyusui adalah buruk. (Baca Juga: Kanker Rahim Endometrium , Operasi Kanker Payudara)

Sponsors Link

  1. Pemeriksaan Penunjang

Untuk membantu diagnosis, selain dari keadaan klinis yang rancu dengan perubahan jaringan payudara pada wanita hamil dan ibu menyusui dapat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi. Pada ibu hamil, pemeriksaan dengan Ultrasonografi lebih baik karena tidak menimbulkan radiasi yang dapat membahayakan janin pada ibu hamil. Pemeriksaan penunjang yang lain adalah mammogram. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan karena memiliki efek samping radiasi yang tidak baik untuk perkembangan janin selain itu mammogram tidak memberikan perubahan terapi yang berarti sehingga tidak dianjurkan. (Baca Juga: Penyebab Kanker Hati Pada Bayi , Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1)

  1. FNAB

Pemeriksaan kanker payudara yang lebih pasti adalah FNAB (Fine Neddle Aspiration) yaitu suatu prosedur pengambilan sampel pemeriksaan berupa sel jaringan dengan menggunakan jarum yang diaspirasikan pada jaringan yang diduga merupakan jaringan yang mengalami kelainan. Pemeriksaan ini memerlukan pembiusan lokal. Jika biopsi dilakukan selama ibu menyusui, ahli bedah akan cenderung menekan produksi ASI sebelum operasi dengan obat yang bernama bromokriptin. Risiko dari FNAB adalah nyeri , infeksi dan pembentukan fistula. Fistula adalah suatu hubungan yang seharusnya tidak ada namun timbul dari sebuah proses tertentu yang menghubungkan jaringan dengan keadaan luar. Jika letak tumor dengan dengan permukaan kulit, risiko pembentukan fistula lebih rendah dibandingkan dengan tumor yang letaknya lebih dalam. (Baca Juga: Vaksin Kanker Payudara , Benarkah Susu Kedelai Penyebab Kanker Payudara)

  1. Terapi Kanker Payudara

Terapi kanker payudara pada wanita yang hamil dan melahirkan memiliki perbedaan. Terapi kanker payudara pada wanita yang tidak hamil dan ibu menyusui dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi dan pembedahan. Ketiganya dapat dikombinasikan dengan rasionalisasi dari dokter. Dan biasanya bisa dilakukan segera setelah diagnosis kanker payudara ditegakkan. (Baca Juga: Penyebab Kanker Payudara pada Laki laki , Bahaya Kanker Payudara)

  • Kemoterapi dan Radiasi pada ibu hamil

Pada ibu hamil, kemoterapi dan radioterapi tidak dapat dilakukan jika usia kehamilan masih trisemester pertama. Radioterapi dapat menyebabkan gangguan pembentukan organ pada tubuh fetus atau janin yang dikandung. Efek samping pada janin jika dilakukan radioterapi adalah kelainan kongenital berupa mikrosefali, yaitu diameter kepala kurang dari normal. Sedangkan, kemoterapi selama kehamilan pada trisemester pertama dapat meningkatkan risiko tertogenik pada janin. Kemoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan memberikan obat-obatan. Pada kanker, obat yang digunakan adalah obat antimetabolit seperti metrotreksat. Obat ini dapat menyebabkan abortus pada trisemester pertama. Sehingga kemoterapi biasanya diberikan pada trisemester kedua atau ketiga. Efek kemoterapi pada trisemester ketiga dilaporkan memberikan efek samping berupa perlambatan pertumbuhan intrauterin dan persalinan prematur. Sedangkan efek samping jangka panjang tidak di ketahui. (Baca juga: Tanda Kanker Payudara Mulai Sembuh , Makanan Pemicu Kanker Payudara)

Sponsors Link

  • Pembedahan

Pembedahan dianjurkan sebagai terapi pilihan pertama pada stadium I dan II. Radiasi dapat diberikan setelah ibu melahirkan dan berada pada fase ibu menyusui. Sedangkan pada kanker payudara stadium III dan IV, seharusnya diberikan radioterapi atau kemoterapi untuk mengecilkan ukuran tumor pada pasien kanker payudara yang tidak hamil atau menyusui. Namun, mengingat bahayanya pada janin maka kemoterapi diberikan setelah trisemester pertama.

Baca juga:

Selain ketiga jenis terapi itu, sedang dikembangkan terapi kanker payudara dengan menggunakan stem cellStem cell adalah sel yang mampu menjadi sel apapun. Jadi, sel ini sejenis sel awal yang nantinya bisa menjadi sel tulang, otot bahkan sel jaringan payudara. Sel ini akan menjadi sel baru yang menggantikan fungsi sel yang mati karena proses penyakit.

Penanganan kanker payudara sangat rumit dan memerlukan waktu, uang ,tenaga dan pikiran yang banyak. Karena itu, akan lebih baik jika anda melakukan skrining dan pencegahan penyakit kanker payudara dan menjaga agar tidak berlebihan mengonsusmi makanan tertentu yang memicu radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker payudara. Demikian Penjelasan mengenai Ciri Kanker Payudara pada Ibu Menyusui Semoga sehat selalu!

 

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Friday 14th, April 2017 / 08:48 Oleh :
Kategori : Kanker Payudara