Sponsors Link

4 Pencegahan Kanker Paru Paru – Gejala dan Pengobatan

Sponsors Link

Merokok merupakan kebiasaan buruk bagi siapa saja. Sayangnya, di Indonesia sendiri jumlah perokok dari tahun ke tahun makin meningkat. Meningkatnya jumlah perokok ini mungkin saja didasari oleh kurangnya kesadaran akan kesehatan di masyarakat. Kini, gaya hidup yang mementingkan trend semata mungkin membuat orang-orang merokok. (Baca juga: Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks)

Sponsors Link

Perlu diketahui, merokok mungkin bukan satu-satunya hal yang menyebabkan kanker, khususnya kanker paru-paru. Namun, bagaimanapun juga, rokok merupakan pencetus yang paling sering ditemukan pada penderita kanker paru-paru. Lalu, apa saja sih penyebab kanker paru-paru? Apakah kanker paru bisa dicegah? Mari kita simak pembahasan berikut ini:

Penyebab Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru terbagi menjadi dua jenis berdasarkan jenis sel kankernya, yaitu kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru non-sel kecil. Kanker paru-paru non-sel kecil atau yang bisa juga disebut non small-cell lung cancer (NSCLC) empat kali lebih banyak terjadi dibanding kanker paru-paru sel kecil. Kanker paru-paru sel kecil atau small-cell lung cancer (SCLC) biasanya diderita oleh perokok berat dan sifatnya lebih ganas dibanding NSCLC.

Mungkin sudah sangat umum diketahui bahwa merokok merupakan penyebab utama terjadinya kanker paru-paru. 80% hingga 90% kasus kanker paru-paru diderita oleh perokok aktif. Meskipun tidak semua perokok pasti akan menderita kanker paru-paru, mungkin sebaiknya Anda menjaga kesehatan paru-paru Anda dengan tidak merokok. Untuk itu, sebaiknya Anda mnegetahui terlebih dahulu apa saja penyebab kanker paru-paru berikut ini:

  1. Menjadi perokok

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, rokok merupakan penyebab utama terjadinya kanker paru-paru. Oleh karena itu, menjadi seorang perokok merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker paru-paru. Namun, perlu diketahui bahwa tidak hanya perokok aktif yang beresiko menderita kanker paru-paru. Perokok pasif pun memiliki resiko yang cukup tinggi untuk menderita kanker paru-paru. Perokok pasif memiliki resiko 20% lebih tinggi menderita kanker paru-paru dibanding seseorang yang tidak terpapar asap rokok. (Baca juga: Penyebab Kanker Paru-paru)

Asap rokok mengandung 50 lebih jenis zat-zat pemicu kanker yang berdampak langsung pada kesehatan paru-paru. Salah satunya, nikotin yang dipakai di rokok sama dengan yang digunakan di insektisida. Atau tar di dalam rokok juga sama dengan yang digunakan untuk membuat aspal jalan.

  1. Menghisap ganja

Tidak hanya rokok dari tembakau, merokok dengan mencampur ganja juga menjadi penyebab kanker paru-paru. Banyak sedikitnya ganja yang dicampur ke dalam rokok, tidak memperkecil resiko kanker paru-paru. Perokok ganja tetap beresiko menderita kanker paru-paru lebih tinggi daripada perokok tembakau.

  1. Polusi udara yang tinggi

Kanker paru-paru juga sering diderita oleh orang-orang yang terpapar polusi udara yang tinggi.  Menurut penelitian, 1 dari 100 kematian akibat kanker paru-paru disebabkan oleh tingkat polusi udara yang tinggi. Menghirup gas arsenik dan udara berpolusi akan mengganggu pernapasan seseorang dan lama kelamaan mengakibatkan terjadinya kanker paru-paru. Maka, jika Anda berada di lingkungan yang tercemar polusi udara tinggi, Anda lebih beresiko menderita kanker paru-paru. Menghirup polusi udara dari asap kendaraan maupun asap pabrik memiliki dampak yang sama dengan menjadi perokok pasif.

  1. Pengaruh lingkungan

Ada pekerjaan yang memberi resiko tinggi penyakit kanker  paru-paru. Bila pekerjaan Anda banyak bersentuhan dengan zat-zat karsinogenik (zat penyebab kanker), misalnya asbes, nikel, batu bara, dan arsenik, maka Anda pun memiliki resiko terkena penyakit kanker paru-paru.

Sponsors Link

Tidak hanya itu, bekerja atau tinggal di daerah yang memiliki radiasi tinggi juga bisa menyebabkan kanker paru-paru. Misalnya, tempat kerja atau tempat tinggal Anda mengandung gas radon yang tinggi. Radon merupakan salah satu gas yang ada di udara, yang bisa mengalir melalui batuan atau tanah. Kandungan radon ini bisa terhirup dan merusak paru-paru. (Baca juga: Radiasi HP Menyebabkan Kanker Otak)

Gejala Kanker Paru-Paru

Paru-paru berfungsi untuk menampung lalu menyebarkan oksigen ke pembuluh darah dan membuang karbondioksida yang dihasilkan dari proses pembakaran. Semua proses itu terjadi saat kita menghirup dan membuang napas. Maka, ketika terjadi kanker paru-paru, hal yang paling utama terjadi adalah gangguan pernapasan.

Baca juga:

Pada awalnya, biasanya gejala kanker paru-paru tidak dapat dideteksi. Namun, lama kelamaan penderita kanker paru-paru akan mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, hingga gejala kanker yang lebih parah pun muncul. (Baca juga: Gejala Kanker Paru-Paru Stadium 4)

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa gejala utama penderita kanker paru-paru:

Pencegahan Kanker Paru Paru

  1. Menghindari rokok

Langkah pertama yang pasti harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker paru-paru adalah menghindari rokok. Hindari kebiasaan merokok, atau jika Anda terlanjur menjadi perokok, hentikan kebiasaan itu. Merokok hanya akan memasukkan beragam racun berbahaya ke dalam tubuh Anda. Selain itu, dengan merokok, Anda juga bisa membuat keluarga atau orang di sekitar Anda juga beresiko kanker paru-paru.

ads

Tidak hanya itu, hindari juga menjadi perokok pasif. Jika ada seorang perokok di dekat Anda, cobalah untuk sedikit menjauh untuk menghindari asapnya. Selain itu, cobalah untuk meminta orang tersebut berhenti merokok atau menunda merokok di sekitar Anda.

  1. Pilih makanan yang sehat

Cobalah untuk selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bebas dari zat kimia. Anda mungkin juga bisa memilih makanan yang tinggi antioksidan. Antioksidan sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sel dan mencegah terjadinya kanker,  termasuk kanker paru-paru.

Baca juga:

  1. Rutin berolahraga

Berolahraga secara rutin bisa membantu kesehatan tubuh, termasuk paru-paru Anda. Dengan rutin berolahraga, paru-paru akan lebih kuat untuk menyimpan oksigen dan menyalurkannya ke seluruh tubuh sehingga sel-sel akan sehat. Disarankan Anda berolahraga setidaknya 2 hingga 3 jam setiap minggunya. (Baca juga: 7 Cara Melakukan Pencegahan Kanker Paru-paru)

  1. Menjaga kebersihan dan memperhatikan lingkungan

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, salah satu penyebab kanker paru-paru adalah faktor lingkungan yang tercemar polusi udara. Selain itu, ada zat-zat kimia lainnya yang juga bisa terhirup dan merusak paru-paru kita. Untuk itu, sebisa mungkin Anda harus memastikan lingkungan Anda jauh dari polusi udara. Jika memilih rumah, cobalah untuk menjauhi area pabrik ataupun jalan raya.

Anda juga bisa mencoba menanam aneka tanaman hijau di sekitar rumah Anda. Dengan begitu, udara di sekitar rumah akan lebih sehat dan bersih. Begitu pula dalam memilih cat atau bahan pembangunan rumah, sebisa mungkin carilah yang ramah lingkungan. Ada bahan-bahan tertentu di cat tembok atau material bangunan yang berbahaya untuk paru-paru. (Baca juga: Daftar Tanaman Obat Kanker dan Cara Menggunakannya)

Pengobatan Kanker Paru-Paru

Pada umumnya, kanker paru-paru bisa dirawat dengan kemoterapi atau radioterapi, seperti penyakit kanker lainnya. Namun, operasi pengangkatan kanker juga mungkin dilakukan jika sel kanker masih belum menyebar luas ke organ tubuh lainnya. Operasi pengangkatan kanker paru-paru yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Wedge resection

Merupakan prosedur operasi yang akan mengangkat sedikit jaringan paru-paru karena tumor yang ukurannya kecil. Wedge resection juga bisa dilakukan untuk mengembalikan kinerja paru-paru yang menurun akibat operaasi lobektomi.

  1. Lobektomi

Merupakan proses pengangkatan seluruh bagian lobus di satu paru-paru. Lobus adalah bagian di paru-paru yang berbatasan dengan lobus laainnya. Di paru-paru kanan terdapat tiga lobus, sedangkan di paru-paru kiri ada dua lobus. Meskipun satu lobus diangkat dalam proses lobektomi, paru-paru masih bisa berfungsi dengan lobus yang masih tersisa.

  1. Pneumonektomi

Merupakan proses pengangkatan satu sisi paru-paru secara utuh. Proses pneumonektomi dilakukan jika sangat terpaksa, jika sel-sel kanker telah menyebar luas ke seluruh paru-paru tersebut. Setelah melakukan prosedur pneumonektomi, pasien akan sedikit merasa kesulitan bernapas. Namun, lama kelamaan sisa jaringan paru-paru akan mengembang sehingga pasien akan semakin mudah bernapas.

Operasi pengangkatan kanker di atas sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pasien. Tidak hanya itu, kanker paru-paru bisa dioperasi jika kanker hanya berada di satu sisi paru-paru saja. Oleh karena itu, jika kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi, kemoterapi dan/atau radioterapi bisa jadi pilihan untuk dilakukan. Selain pilihan operasi di atas, Anda mungkin juga bisa mencoba pengobatan kanker paru-paru secara alami sebagai opsi yang lain.

Melihat sulitnya pengobatan kanker paru-paru, maka alangkah baiknya jika Anda melakukan tindakan pencegahan. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 23rd, December 2016 / 06:13 Oleh :
Kategori : Kanker Paru Paru