Sponsors Link

13 Penyebab Kanker Pankreas dan Cara Diagnosanya

Sponsors Link

Kanker pankreas sama seperti jenis-jenis kanker umum lainnya di mana terjadi pertumbuhan tumor atau jaringan abnormal. Khusus untuk kanker pankreas, maka tentu tumbuhnya tumor adalah pada pankreas, sementara pankreas sendiri adalah kelenjar besar yang masih menjadi bagian dari sistem pencernaan kita. Panjang pankreas sendiri ada sekitar 15 cm dan berfungsi menghasilkan enzim pencernaan untuk penguraian makanan supaya tubuh dapat menyerapnya.

Sponsors Link

Pankreas di dalam tubuh kita juga memiliki peran untuk membuat kadar gula darah tetap normal dan stabil dengan menghasilkan hormon, insulin salah satunya. Hingga kini, penyebab kanker pankreas sendiri belumlah diketahui secara jelas. Hanya saja kali ini kita akan melihat lebih dalam tentang faktor-faktor yang mampu meningkatkan risiko penyakit ini.

(Baca juga: kanker serviks pada wanita)

1. Faktor Usia

Usia seseorang, terutama yang sudah lansia memang cukup berpotensi tinggi dalam menderita penyakit serius, tak terkecuali kanker pankreas. Penyebab atau faktor risiko utama yang dapat membuat seseorang menderita kanker pankreas adalah usia. Peningkatan risiko kanker pankreas dapat terjadi seiring bertambahnya usia.

Ini karena telah diteliti bahwa penyakit kanker jenis ini banyak dialami oleh lebih dari 80 persen orang yang usianya antara 60 dan 80 tahun. Rata-rata justru orang dengan usia 75 tahun mulai berisiko tinggi mengidap kanker pankreas. Namun tentu saja ini bukan satu-satunya faktor yang perlu untuk diketahui.

2. Kebiasaan Merokok

Kalau Anda mengira bahwa merokok hanya dapat berpengaruh buruk terhadap paru-paru dan menjadi penyebab penyakit kanker paru-paru, Anda salah besar. Kebiasaan merokok sebetulnya juga tak baik untuk banyak organ tubuh kita yang lainnya, salah satunya pankreas. Kanker pankreas lebih besar potensinya pada seseorang dengan kebiasaan merokok berlebih.

Telah diteliti oleh sebagian ilmuwan bahwa 1 dari 4 atau 5 kasus dari kanker pankreas dipicu oleh kebiasaan merokok. Bahkan juga sudah dibuktikan bahwa mereka yang telah berhenti dari kebiasaan merokok dari awal dapat menurunkan risiko kanker pankreas. Jadi tentu dapat kita tangkap langsung bahwa artinya tidak merokok dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk mengurangi potensi terserang kanker pankreas ini.

(Baca juga: penyebab kanker ovarium)

3. Jenis Kelamin

Percaya atau tidak, faktor jenis kelamin pun turut berperan dalam peningkatan risiko penyakit kanker pankreas. Yang lebih sering terkena penyakit ini adalah pria ketimbang wanita. Ini karena mungkin kebanyakan pria memiliki kebiasaan merokok yang lebih parah daripada wanita. Maka bisa disimpulkan bahwa kanker pankreas akan lebih mudah menyerang pria dengan usia antara 60-80 tahun dengan kebiasaan merokok aktif.

4. Faktor Genetik

Banyak kasus kanker yang disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Riwayat kesehatan anggota keluarga juga rupanya sangat penting dalam menentukan kesehatan kita. Hal ini ternyata berlaku juga untuk risiko kanker pankreas, yaitu oleh sindrome kanker turunan. Ini sama seperti kasus sindrom melanoma dan sindrom kanker payudara (BRCA2 dan PALB2). Jadi, jika salah satu anggota keluarga ada yang pernah atau sedang mengidap kanker pankreas, kemungkinan kita pun menjadi lebih besar untuk mengidap penyakit yang sama.

(Baca juga: penyebab kanker di mata)

ads

5. Diabetes

Seseorang yang memiliki penyakit diabetes berpotensi besar untuk terserang kanker pankreas. Oleh karena itu, sebaiknya memang penderita diabetes dapat memeriksakan diri tentang adanya potensi penyakit lain akibat peningkatan kadar gula darah. Bahkan sebaliknya, diketahui pula bahwa pertumbuhan tumor ganas yang berada pada pankreas pun mampu menjadi salah satu faktor pemicu munculnya diabetes.

Ada kemungkinan sangat besar untuk penderita diabetes mengalami kanker pankreas, khususnya mereka yang sudah bertahun-tahun mengidap diabetes. Penderita diabetes yang sudah di atas 5 tahun, potensinya jauh lebih tinggi 1,2 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap diabetes. Itulah mengapa sangat penting dan dianjurkan untuk mengecek kesehatan secara teratur.

6. Infeksi Pankreas

Pankreas yang terkena radang atau infeksi juga bisa menjadi penyebab munculnya kanker pankreas. Infeksi yang tak segera diobati atau ditangani lalu dibiarkan dalam waktu yang lama dapat mengembangkan risiko kanker pankreas. Mengecek kesehatan pankreas adalah sesuatu yang penting supaya dapat mencegah sel-sel kanker tumbuh dan menyebar secara cepat.

(Baca juga: gejala kanker umum)

7. Bakteri Helicobacter Pylori

Kanker pankreas rupanya dapat muncul dikarenakan adanya bakteri helicobacter pylori di mana bakteri ini sebetulnya tidak secara langsung menyerang pankreas. Bakteri tersebut memberikan serangan terhadap lambung sehingga terjadilah infeksi di bagian lambung. Dari infeksi lambung inilah, potensi untuk terkena kanker pankreas malah justru makin besar.

8. Kurang Bergerak atau Olahraga

Aktivitas fisik sungguh sama pentingnya dengan aktivitas otak kita. Kebanyakan orang merasa malas untuk berolahraga karena tak ingin berkeringat atau menggunakan waktunya hanya untuk berleha-leha. Padahal kurang olahraga bukan hanya dapat menaikkan risiko obesitas, penyakit jantung, kolesterol, atau stroke. Kurang olahraga juga dapat menyebabkan risiko kanker pankreas meningkat.

(Baca juga: penyebab kanker empedu)

9. Obesitas

Faktor kegemukan tak hanya berkaitan dengan penyakit darah tinggi, jantung, stroke, atau kolesterol tinggi. Kegemukan terjadi dikarenakan jarangnya tubuh bergerak ditambah dengan pola makan yang tidak dijaga dengan baik. Makan secara sembarangan tanpa memerhatikan gizinya akan membuat berat badan menjadi berlebih, terutama bila pola makan tak terkontrol.

Kanker pankreas juga dapat muncul yang berawal dari obesitas. Oleh sebab itulah penting untuk mulai membiasakan pola makan sehat, bernutrisi dan seimbang. Ditambah dengan berolahraga rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik di sela-sela kesibukan sekolah atau pekerjaan Anda menjamin kesehatan. Sel-sel kanker pun akan terhambat karena sistem daya tahan tubuh juga akan terjaga tetap stabil.

10. Faktor Ras

Peran dari faktor ras juga cukup penting dalam mendukung peningkatan potensi seseorang menderita kanker pankreas. Telah ditunjukkan oleh sebuah studi di Amerika Serikat bahwa penduduk Afrika-Amerika yang berisiko lebih besar dalam menderita kanker pankreas daripada warga kulit putih. Tentunya faktor ini juga didukung oleh faktor-faktor lainnya juga, seperti lebih banyak yang merokok serta faktor sosial ekonomi.

(Baca juga: penyebab kanker ovarium)

11. Latar Belakang Agama

Kanker pankreas rupanya secara proporsional lebih dianggap umum di kalangan orang-orang Yahudi Ashkenazi. Alasan mengapa bisa demikian adalah kemungkinan karena ada warisan mutasi gen kanker payudara atau BRCA2 yang memang lebih banyak diturunkan di dalam keluarga-keluarga Yahudi Ashkenazi tersebut.

12. Kebiasaan Minum Minuman Keras

Sama halnya dengan merokok, minum minuman keras adalah kebiasaan yang sama sekali tidak menyehatkan bagi tubuh. Sudah banyak penyakit serius di mana diketahui minuman beralkohol turut berperan dalam meningkatkan risiko penyakit tersebut. Bahkan untuk kasus kanker pankreas pun juga sama, minuman keras dapat merusak organ pankreas dan menaikkan risiko kanker di bagian ini.

13. Hepatitis Kronis

Penderita hepatitis, terutama yang sudah pada level kronis sebaiknya memang berhati-hati. Potensi untuk terkena kanker pankreas cukup besar bagi yang sudah pernah atau sedang terkena infeksi virus hepatitis. Ketika menderita hepatitis pada tahap kronis, cek juga apakah ada kemungkinan kanker pankreas agar dapat dicegah sedari dini.

(Baca juga: jenis kanker paling mematikan di dunia)

Sponsors Link

Metode Diagnosa Kanker Pankreas

Untuk memastikan kanker pankreas benar-benar ada di dalam tubuh Anda, sejumlah pemeriksaan perlu dilakukan. Di bawah ini adalah beberapa metode diagnosa yang dapat ditempuh.

  • Tes Pencitraan – Pada metode diagnosa ini, organ dalam tubuh kita akan diperiksa, melalui PET, ultrasound, CT dan MRI scan. Bila masih belum jelas juga menggunakan semua itu, biasanya EUS atau endoluminal ultrasonography harus ditempuh juga.
  • Biopsi Kanker – Cara pemeriksaan ini biasanya dokter lakukan dengan mengambil sampel jaringan yang diperkirakan sebagai tumor. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa lebih dulu untuk dapat memastikan.
  • Laparoskopi – Metode pemeriksaan ini berfokus pada bagian perut di mana nantinya dokter akan memasukkan mikroskop ukuran kecil atau laparoskop. Tujuan memasukkan benda ini adalah supaya organ-organ pada rongga panggul dan perut dapat terlihat.
  • ERCP atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography – Proses diagnosa ini dilakukan dokter untuk memasukkan sebuah alat bernama endoskop menuju lambung lewat mulut. Namun untuk pemeriksaan kanker pankreas, endoskop akan dimanfaatkan agar pewarna dapat dimasukkan ke saluran empedu serta pankreas. Tujuan utamanya adalah demi mendeteksi perkembangan tumor yang menghambat empedu dan penerapan metode ini biasanya adalah pada para penderita penyakit kuning.

(Baca juga: pengobatan kanker dengan stem cell)

Sekilas info tentang penyebab kanker pankreas dan juga metode diagnosanya sudah disebutkan. Setelah melihat sejumlah penyebab tersebut, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tak ada ruginya.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Friday 22nd, July 2016 / 16:36 Oleh :
Kategori : Kanker Pankreas