Sponsors Link

14 Gejala Kanker Ovarium – Tahapan, Resiko dan Cara Pencegahannya

Sponsors Link

Selain dari kanker payudara, jenis penyakit yang menjadi momok bagi wanita adalah kanker ovarium di mana penyakit ini dapat menyerang banyak sekali wanita di seluruh dunia di setiap tahunnya. Kerap kali, tak ada gejala serius yang diperlihatkan oleh kondisi penyakit ovarium ini sebelum akhirnya berada pada stadium lanjut. Untuk berjaga-jaga, penting untuk menengok sejumlah gejala kanker ovarium di bawah ini.

Sponsors Link

1. Pelvis dan Perut Terasa Sakit

Kondisi seperti ini tampak wajar karena pada umumnya wanita akan merasa sakit di bagian pelvis atau perut bagian bawah, terutama saat datang bulan. Namun ketika kondisi ini muncul secara tiba-tiba di banyak waktu bahkan saat sedang tidak datang bulan dan juga tidak ada alasan lainnya, rasa sakit ini bisa menjadi tanda adanya kanker ovarium di dalam tubuh.

2. Terlalu Sering Buang Air Kecil

Buang air kecil dalam frekuensi yang sering sebetulnya dapat menjadi gejala dari berbagai kondisi penyakit, seperti penyakit diabetes, penyakit yang berkaitan dengan saluran kemih, dan lainnya. Jadi, seberapa sering buang air kecil yang dianggap bahaya dan dicurigai sebagai salah satu gejala kanker ovarium? Akan berbahaya jika Anda dalam satu jam bisa buang air kecil 4 kali atau lebih yang menandakan bahwa keadaan ovarium Anda tengah tidak beres.

3. Mengalami Diare

Diare atau buang air besar secara terus-menerus dapat dimasukkan ke dalam salah satu gejala kanker ovarium. Bila Anda mengalami diare, ini merupakan sebuah tanda adanya gangguan pencernaan sehingga diare ini menjadi akibatnya.

4. Kenyang Berlebihan

Saat belum makan sama sekali atau sudah makan tapi dengan porsi yang sedikit, tentu perut kita belum akan terasa puas dan rasa lapar akan melanda. Pada penderita kanker ovarium, gejala yang cukup mencurigakan yang patut untuk diwaspadai adalah adanya rasa kenyang yang muncul secara berlebihan. Rasa kenyang semacam ini tidaklah beralasan karena kenyataannya perut belum terisi apa-apa.

5. Bagian Perut Membengkak

Gejala tak biasa yang kemungkinan juga terjadi bersama dengan gejala lainnya adalah terjadinya pembengkakan pada bagian perut. Perut Anda dapat menjadi makin besar, seperti layaknya ibu hamil. Jadi, jika Anda belum menikah dan tiba-tiba perut membesar tanpa alasan yang jelas, hal ini dapat menjadi pertanda ada yang tidak beres pada bagian ovarium Anda.

Perut membesar juga biasanya dikaitkan dengan obesitas atau kelebihan berat badan di mana lemak menimbun di bagian perut sehingga memicu kegemukan. Hanya saja, hal ini akan terasa aneh apabila Anda bukanlah tipe orang yang suka makan atau makan besar. Membesarnya perut bukan dikarenakan penumpukan lemak dapat sangat mengkhawatirkan dan ini biasanya dianggap sebagai gejala awal sehinga sebaiknya temui dokter secepatnya. Mendapat penanganan lebih awal tentu akan mencegah kondisi sel kanker berkembang lebih jauh.

ads

6. Mengalami Pendarahan

Terbilang cukup mengkhawatirkan jika Anda mengalami pendarahan di bagian vagina walau bukan di masa datang bulan. Dengan kata lain, Anda patut curiga apabila terjadi pendarahan tanpa adanya alasan atau sebab yang jelas. Jika sudah mengalami gejala satu ini, Anda perlu waspada karena bisa jadi kondisi kanker ovarium telah menjadi parah dan ini jugalah petunjuk bahwa terjadi perkembangan signifikan pada sel kanker. Pendarahan sebagai gejala kanker ovarium dapat terus dialami selama 1 bulan lebih, sehingga sangat disarankan untuk menemui dokter sesegera mungkin.

7. Berat Badan Turun

Ketika tidak sedang melaksanakan program diet, namun tiba-tiba berat badan turun tentu bukanlah hal normal. Penurunan berat badan tanpa adanya diet atau alasan lain yang masuk akal memang bisa menjadi sebuah tanda bahwa Anda terkena penyakit kanker karena rata-rata sakit kanker dapat menimbulkan gejala seperti ini. Namun dengan disertai adanya gejala lainnya, dugaan dapat menjadi kanker ovarium sehingga seharusnya sesegera mungkin memeriksakan diri.

8. Kelelahan

Gejala kanker kebanyakan selalu mencantumkan adanya kondisi penderita yang cepat lelah setelah melakukan aktivitasnya. Meski bukan aktivitas berat, kemungkinan menjadi lelah dan lemas bisa juga disebabkan kurangnya cairan diakibatkan oleh diare dan turunnya berat badan sehingga tubuh tidak memiliki cukup energi. Jika menemukan adanya satu gejala dan gejala lainnya berkaitan, tentu menemui dokter adalah solusi paling baik.

Gejala Umum Kanker Ovarium

Para wanita penderita kanker ovarium dapat dibingungkan dengan sejumlah gejala umum yang juga timbul. Sejumlah gejala yang terbilang umum dan tidak akan menimbulkan kecurigaan antara lain sebagai berikut:

  1. Menstruasi atau datang bulan yang tidak lancar.
  2. Sakit punggung.
  3. Konstipasi atau sembelit (sulit buang air besar).
  4. Fatigue atau sakit kepala.
  5. Gangguan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan sering munculnya rasa mulas.
  6. Terasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.

Pada kenyataannya, tanda-tanda tersebut bisa terjadi karena berbagai alasan, bukan hanya karena kanker ovarium karena para wanita dapat mengalami hal-hal tersebut dari satu waktu ke waktu. Pada banyak kasus, gejala-gejala tersebut terbilang sementara dan dapat diatasi dengan pengobatan sederhana. Namun saat gejala umum terjadi berbarengan dengan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, memeriksakan diri dan mengetahui hasil jelasnya akan menyelamatkan kondisi Anda sebelum terlambat.

Pentingnya Gejala Awal Kanker Ovarium

Mengetahui betul setiap kondisi gejala awal yang ada akan membantu pengobatan kanker ovarium dari awal sehingga bisa mencegah kondisi semakin parah dan semakin sulit diobati. Tidak mudah untuk mendeteksi sebab letak dari ovarium yang terbilang jauh ada di dalam bagian perut sehingga kemungkinan para penderita tidak akan merasa adanya tumor tumbuh di sana. Bahkan dalam pemeriksaan fisik, dokter pun besar kemungkinan tidak dapat merasakan tumor yang kecil.

Selain itu, tidak ada pemeriksaan diagnostik rutin untuk kanker ovarium sehingga sangat penting bagi Anda yang menemukan ada kejanggalan atau gejala-gejala yang tidak biasa dan persisten segera melaporkan ke dokter. Menurut ACS atau American Cancer Society, terdeteksinya kanker ovarium di tahap awal hanyalah kurang lebih 20 persen, sedangkan terdeteksinya sebelum menyebar hampir 94 persen.

Metode Diagnosis Kanker Ovarium

Pemeriksaan akan dimulai dari bagian panggul pada umumnya dan berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pemeriksaan berawal pada bagian luar alat kelamin.
  2. Dokter kemudian akan memasukkan dua jari bersarung ke dalam vagina sambil menekan bagian perut untuk dapat merasakan indung telur dan rahim.
  3. Sebuah perangkat atau spekulum kemudian harus dimasukkan ke bagian vagina sehingga kelainan yang terjadi dapat dicek dengan melihatnya.

Selain cara-cara tersebut, pemeriksaan lainnya yang kemungkinan akan disarankan oleh dokter Anda adalah sebagai berikut:

  1. Tes Imaging. Pemeriksaan model ini biasanya menggunakan CT scan atau USG di mana bagian yang akan diperiksa adalah bagian panggul serta perut. Dengan tes semacam ini, mengetahui ukuran, struktur dan bentuk ovarium akan lebih mudah.
  2. Tes Darah. Tes ini merupakan langkah untuk dapat mendeteksi proten atau CA 125 yang dokter dapat temukan di permukaan sel kanker ovarium.
  3. Pembedahan. Hal ini akan direkomendasikan oleh dokter dengan tujuan untuk mengangkat sampel jaringan serta cairan perut sehingga diagnosis kanker ovarium dapat terkonfirmasi. Operasi invasif minimal dapat menjadi pilihan dan ketika dokter telah menemukan kanker tersebut, ahli bedah dapat segera memulai pengangkatan dan pengeluaran kanker yang ada di dalam tubuh.
Sponsors Link

Tahap Kanker Ovarium

Apabila sampai pada pemeriksaan dengan melalui jalur pembedahan atau operasi, dokter kemudian dapat menggunakan hasil dari operasi tersebut untuk menentukan sejauh mana kanker berkembang. Dengan demikian, tahap dari kondisi kanker ovarium dapat diketahui dan prognosis serta pilihan pengobatan dapat ditentukan juga. Tahapan kanker ovarium sendiri meliputi 4 stadium, seperti berikut:

  • Stadium 1 adalah fase atau tahap adanya penemuan kanker di salah satu atau keda ovarium namun penyebaran belum ditemukan.
  • Stadium 2 adalah fase atau tahap di mana penyebaran kanker telah terjadi, terutama di bagian lain dari panggul.
  • Stadium 3 adalah fase atau tahap di mana kanker sudah tersebar di seluruh bagian perut, termasuk kelenjar getah bening, permukaan usus dan selaput perut.
  • Stadium 4 adalah fase atau tahap adanya penemuan kanker di bagian luar perut, atau sama dengan kanker sudah menyebark ke organ paru-paru, hati dan ginjal.

Risiko Kanker Ovarium

Tidak hanya sebatas wanitalah yang berisiko mengalami kanker ovarium. Walau pemicu pasti dari kanker ovarium belumlah diketahui, namun ada faktor-faktor tertentu yang bisa membuat Anda ditempatkan pada risiko kanker yang jauh lebih besar, seperti:

  • Ada keluarga yang pernah terkena kanker ovarium.
  • Riwayat kesehatan menunjukkan Anda pernah mengalami kanker usus besar, kanker rahim, atau bahkan kanker payudara.
  • Risiko kanker ovarium juga dapat naik seiring bertambahnya usia.
  • Adanya mutasi genetik dari gen yang ada hubungannya dengan kanker ovarium, meliputi BRCA 2 atau BRCA 1.

Cara Mencegah Kanker Ovarium

Ada beberapa langkah penting yang dapat Anda perhatikan dan lakukan untuk membuat risiko terkena kanker ovarium menurun. Ada sejumlah langkah mudah yang bisa dipertimbangkan, yakni:

  1. Memulai gaya hidup sehat yang artinya mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Tidak hanya itu, berolahraga teratur serta mengatur pola makan yang seimbang akan membuat Anda terhindar dari yang namanya masalah obesitas.
  2. Menggunakan alat kontrasepsi berupa pil dan bukan yang lain. Hal ini dikarenakan telah terbukti bahwa selama 5 tahun pil kontrasepsi mampu mengurangi risiko kanker ovarium bahkan sampai setengahnya.
  3. Mengonsumsi aspirin juga telah terbukti dapat membuat risiko kanker ovarium menjadi rendah.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Saturday 17th, September 2016 / 05:54 Oleh :
Kategori : Kanker Ovarium