Sponsors Link

13 Pengobatan Kanker Kandung Kemih Secara Medis dan Alami

Sponsors Link

Kanker kandung kemih merupakan suatu kondisi kesehatan di mana jaringan abnormal diketahui tumbuh pada dinding kandung kemih. Jaringan tersebut adalah yang kita kenal dengan sebutan tumor yang kebanyakan memiliki sifat ganas. Organ kandung kemih sendiri mempunyai fungsi sebagai penampung urin yang akhirnya nanti dikeluarkan dari tubuh sewaktu buang air kecil.

Sponsors Link

Orang-orang yang cenderung mudah terjangkit penyakit kanker jenis ini adalah mereka yang berusia lanjut. Penyebaran pun cukup mudah dari dinding kandung kemih ke otot-otot yang ada pada sekeliling kandung kemih. Maka memang penting untuk mengonsultasikan hal ini dengan dokter apabila gejala sudah mulai tampak. Gejala kanker kandung kemih paling umum adalah keluarnya darah saat buang air kecil meski tak ada rasa nyeri.

Setelah gejala diketahui dan didiagnosa, pasien akan ketahuan apakah benar menderita kanker kandung kemih. Dokter pun akan lebih mudah menanganinya jika sudah tahu sejauh mana perkembangan dari kanker kandung kemih tersebut. Pengobatan kanker kandung kemih bakal tergantung dari tingkat keparahan kanker, seperti berikut.

(Baca juga: kanker serviks pada wanita)

1. Pengangkatan Tumor

Pada umumnya, dokter akan memilih menggunakan TURBT atau metode transurethral resection of bladder tumor untuk mengobati kanker kandung kemih yang masih stadium awal. Tujuan metode ini adalah untuk bisa membuat kanker yang berada pada dinding dalam kandung kemih dapat terangkat.

2. Imunoterapi

Ada juga model pengobatan yang menerapkan terapi biologis pada penderita kanker kandung kemih. Imunoterapi ini merupakan terapi yang tujuannya adalah untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh pasien. Sel-sel kanker makin menjadi-jadi ketika sistem kekebalan tubuh semakin rendah. Sebaliknya, ketika sistem imun naik dan stabil, ini akan menjadi lebih mudah dalam melawan sel-sel kanker untuk berkembang.

(Baca juga: ciri-ciri kanker rahim)

3. Sistektomi Parsial

Sama dengan kedua cara pengobatan di atas, sistektomi parsial merupakan salah satu pengobatan untuk mengatasi kanker kandung kemih yang masih berada di tahap awal. Model pengobatan ini adalah operasi atau pembedahan. Pembedahan ini tujuannya adalah agar tumor dapat diangkat berikut juga sebagian kecil dari kandung kemih yang sudah terkena sel kanker.

4. Kemoterapi Kanker

Seperti halnya kondisi kanker yang lain ketika sudah memasuki tahap lanjut, kemoterapi adalah pengobatan yang perlu dijalani oleh penderita. Penanganan dengan kemoterapi ini adalah yang akan diberikan ketika kanker sudah menyebar sampai ke bagian terdalam dinding kandung kemih. Caranya adalah dengan pemberian obat-obatan.

Obat-obatan yang diberikan oleh dokter pada kemoterapi ini gunanya adalah untuk membasmi segala sel kanker yang ada di dalam tubuh. Pada umumnya, dokter bisa juga memakai kombinasi 2 jenis obat ketika passien melakukan kemoterapi. Pilihan pengobatan ini juga bisa dilaksanakan baik sesudah pembedahan tau bahkan sebelumnya, jadi bicarakanlah dengan dokter untuk baiknya.

Seperti pada kemoterapi pada umumnya, ada efek samping yang harus kita ketahui bersama. Kelelahan, penurunan nafsu makan, kerontokan rambut, mual, serta muntah adalah bagian dari efek samping umum setelah melalui proses kemoterapi. Selain itu, masih ada juga kemerahan pada kulit, timbul demam, batuk, serta sistem imun yang menurun.

(Baca juga: efek kemoterapi kanker getah bening)

ads

5. Sistektomi Radikal

Pada tahap yang sudah lanjut jugalah sistektomi radikal ini dianjurkan oleh dokter. Pasien juga perlu mempertimbangkan cara pengobatan ini karena metode ini perlu membedah dan mengangkat kandung kemih secara keseluruhan. Pada proses pengobatan ini jugalah akan dibuat saluran urin baru karena yang lama pada lapisan terdalamnya telah terkena efek penyebaran sel kanker.

6. Terapi Radiasi

Pengobatan kanker kandung kemih menggunakan metode ini intinya adalah dengan mengarahkan pancaran sinar berenergi tinggi ke kanker. Tujuannya adalah untuk supaya sel-sel kanker dapat dihancurkan supaya penyebarannya pun tidak makin berkembang. Pelaksanaan metode pengobatan ini juga bertujuan agar sel-sel kanker yang tersisa setelah pembedahan dapat terbasmi seluruhnya.

Namun seperti halnya kemoterapi, selalu ada efek samping yang perlu untuk diwaspadai. Contoh efek samping paling umum sesudah melakukan terapi radiasi adalah diare, disfungsi ereksi, penyempitan vagina, serta pembengkakan kandung kemih. Tak hanya itu, kesulitan saat buang air kecil, kelelahan, mandul atau infertilitas, serta kerontokan rambut kemaluan juga terjadi.

(Baca juga: manfaat vitamin e untuk kanker)

7. Bayam

Untuk pengobatan secara tradisionalnya, bayam adalah sumber makanan yang mampu memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Bahkan telah diketahui manfaat bayam untuk kanker, maka tidak salah lagi bayam sah-sah saja dikonsumsi untuk membantu pengobatan kanker kandung kemih. Konsumsi rutin tentu akan membantu pemulihan lebih cepat di samping mengonsumsi obat.

Vitamin E di dalam bayam cukup tinggi dalam bentuk gamma tocopherol serta alpha tocopherol. Bahkan sudah terbukti bahwa konsumsi rutin bayam dalam diet mampu mengurangi risiko dan gejala dari kanker kandung kemih itu sendiri sampai 42 persen. Selain itu, di dalam bayam pun terdapat sifat anti kanker yang aktif sehingga akan mampu membasmi sel-sel kanker kandung kemih.

8. Tomat

Selain bayam, masih ada juga pengobatan secara alami nan tradisional yang boleh dicoba di rumah, yakni mengonsumsi tomat. Di dalam tomat diketahui ada kandungan tinggi antioksidan dalam bentuk likopen sehingga tubuh bakal terlindung dari segala macam kanker. Likopen pun telah dibuktikan oleh sebuah penelitian mampu menurunkan risiko infeksi saluran kemih.

Tomat dapat dimakan secara langsung maupun dibuat jus, tergantung selera dan keinginan Anda. Keuntungan dalam mengonsumsi tomat setiap hari adalah dapat membantu kesembuhan gejala dari kanker kandung kemih. Pada penderita yang masih berada di tahap awal, meminum atau memakan tomat akan sangat menolong.

(Baca juga: manfaat beras hitam untuk kanker)

9. Peterseli

Untuk pilihan pengobatan tradisional lainnya, peterseli juga boleh dipertimbangkan selain dari pengobatan medis yang diterima. Karena di dalam peterseli ini kaya akan kandungan baik seperti monoterpen, polyacetylenes, dan juga flavonoid, maka peterseli sangat terpercaya. Semua kandungan tersebut punya kemampuan dalam membasmi kanker sehingga sangat bagus untuk penderita kanker kandung kemih.

Kemampuan dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker juga diketahui ada pada zat-zat tersebut. Peterseli untuk perawatan kanker kandung kemih telah terbukti baik, maka tak ada salahnya untuk mencobanya. Bagian atas peterseli serta akarnya bisa digunakan untuk pengobatan di mana asupan yang dianjurkan adalah 30 gram setiap harinya.

10. Jus Jeruk

Jeruk adalah salah satu buah yang baik, bahkan bagi penderita kanker kandung kemih. Ini karena telah diteliti bahwa pada buah jeruk terdapat kandungan limonene yang tinggi. Kandungan inilah yang diketahui mempunyai kemampuan dalam memperlambat perkembangan jenis tumor tertentu di dalam tubuh manusia. Limonene inilah yang membuat jeruk makin bisa diandalkan.

Sangat dianjurkan bagi penderita kanker apapun, terutama penderita kanker kandung kemih untuk juga mengonsumsi baik jus jeruk atau buah jeruk langsung. Mengonsumsinya secara rutin seteratur meminum obat-obat dari dokter akan membantu perawatan dan pemulihan gejalanya. Ini akan jauh lebih terasa efek baiknya ketika Anda mulai mengonsumsi saat kanker kandung kemih ebrada pada stadium awal.

(Baca juga: penyebab kanker ovarium)

Sponsors Link

11. Gingko Biloba

Pengobatan sederhana dan alami lainnya yang patut untuk dipertimbangkan adalah penggunaan gingko biloba. Bahan satu ini penuh nutrisi dan senyawa baik untuk kesehatan tubuh, contohnya seperti flavonoid yang diyakini mampu menurunkan potensi kanker kandung kemih. Ini artinya, segala gejala pada tahap awal kanker akan mampu ditekan dan disembuhkan.

Asupan harian yang direkomendasikan adalah 40-60 mg supaya dapat merasakan hasil maksimalnya. Ekstrak gingko biloba adalah yang paling dianjurkan untuk dikonsumsi. Sehari pun sebaiknya mengonsumsi 2-4 kali sampai benar-benar merasa baikan. Jangan lupa juga untuk terus mengecek kesehatan ke dokter untuk mengetahui perkembangannya.

12. Wortel dan Kacang

Keduanya adalah bahan yang diketahui mampu untuk melawan kanker juga, maka penderita kanker kandung kemih disarankan untuk mengonsumsinya. Manfaat wortel untuk kanker tampaknya sudah banyak yang mengetahui. Telah dibuktikan juga bahwa wortel serta kacang mampu menurunkan gejala kanker kandung kemih.

Untuk merasakan segala kebaikan kedua bahan ini, ada baiknya untuk mengonsumsi setiap hari secara teratur. Bagi yang masih pada tahap awal dari kanker kandung kemih, mengonsumsi wortel serta kacang ini akan sangat menolong dalam penyembuhan. Konsumsilah bersama dengan obat yang diberikan dokter untuk mendukung pemulihan dan perlawanan terhadap sel-sel kanker yang kiranya masih tersisa.

(Baca juga: penyebab kanker prostat)

13. Diet Sehat

Kebanyakan orang berdiet hanya ketika ingin menurunkan berat badan saja, padahal diet tak melulu bermanfaat dalam hal tersebut. Untuk kanker kandung kemih, penderitanya dapat melakukan diet sehat dengan menyeleksi makanan dan minuman yang bernutrisi saja. Diet yang sehat juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga sel kanker akan lebih mudah dilawan.

Selain berfokus pada makanan dan minumannya saja, olahraga pun juga penting. Apabila khawatir untuk melakukan olahraga yang berat, pilih saja olahraga ringan yang Anda bisa lakukan setiap hari. Ini akan menyempurnakan program diet sehat dalam melawan sel kanker kandung kemih setelah mendapatkan pengobatan dari dokter.

(Baca juga: pengobatan kanker dengan stem cell)

Demikianlah berbagai macam pengobatan kanker kandung kemih secara medis dan alami yang kiranya dapat menjadi referensi. Tetaplah optimis selama menjalani pengobatan karena pikiran yang positif juga berdampak bagi peningkatan kesehatan Anda.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 22nd, July 2016 / 13:23 Oleh :
Kategori : Kanker Otak