Sponsors Link
     Sponsors Link

4 Langkah Pengobatan Kanker Otak Secara Medis

ads

 

Pengobatan kanker otak dilakukan secara individual untuk setiap pasien, yang berarti pengobatan ini akan berbeda pada setiap pasien. Pengobatan kanker ini didasarkan pada usia dan status kesehatan pasien serta ukuran, lokasi, jenis, dan kelas tumor. Pada kebanyakan kasus kanker otak, jenis pengobatan yang dilakukan adalah operasi, radiasi, dan kemoterapi. Seringkali, lebih dari satu jenis pengobatan kanker yang dilakukan dalam perawatan ((emedicinehealth.com, Brain Cancer Treatment, diakses 11 November 2014)), berikut ini ulasan selengkapnya :

1. Operasi

Banyak pasien tumor otak yang menjalani operasi. Tujuan operasi adalah untuk memastikan adanya kelainan yang terlihat selama pengujian untuk mengangkat tumor. Jika tumor tidak dapat diangkat, ahli bedah akan mengambil sampel tumor untuk mengidentifikasi jenisnya. Dalam beberapa kasus terutama tumor jinak, gejalanya dapat disembuhkan dengan operasi pengangkatan tumor. Ahli bedah saraf akan berusaha untuk menghapus semua tumor bila memungkinkan ((webmd.com, Brain Cancer Treatment, diakses 11 November 2014)). Berikut ini beberapa perawatan dan prosedur sebelum operasi sebagai berikut :

  • kemungkinan pengobatan diberi obat steroid, seperti dexamethasone (Decadron), untuk meringankan pembengkakan.
  • Pengobatan untuk mencegah atau meringankan kejang dengan obat antikonvulsan.
  • Jika pasien mengalami kelebihan cairan serebrospinal di sekitar otak, akan ditempatkan tabung plastik yang disebut shunt untuk mengalirkan cairan.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi (juga disebut radioterapi) adalah penggunaan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel tumor, sehingga menghentikan pertumbuhan sel tumor untuk tumbuh dan berkembang biak. Terapi radiasi dapat digunakan bagi orang-orang yang tidak bisa menjalani operasi. Dalam kasus lain, terapi radiasi dilakukan setelah operasi untuk membunuh setiap sel tumor yang masih ada. Terapi radiasi adalah terapi lokal yang berarti bahwa, hanya akan mempengaruhi sel-sel yang dilaluinya. Tidak membahayakan sel-sel lain dalam tubuh atau bahkan di tempat lain, selain di otak.

Sponsors Link

Terapi Radiasi dapat diberikan dengan cara berikut :

  • Radiasi eksternal : terapi ini menggunakan energi sinar yang tinggi radiasi dan ditargetkan pada tumor. Sinar radiasi ini berjalan melalui kulit, tengkorak, jaringan otak yang sehat, dan jaringan lain untuk sampai ke tumor. Pengobatan ini biasanya dilakukan selama lima hari sampai seminggu dalam waktu tertentu. Setiap pengobatan hanya memakan waktu beberapa menit.
  • Radiasi internal dengan implan : Implan merupakan kapsul radioaktif kecil yang ditempatkan di dalam tumor tersebut. Radiasi yang dipancarkan dari kapsul akan menghancurkan tumor. Kapsul radioaktiv ini akan berkurang sedikit demi sedikit setiap hari dan telah diperhitungkan akan habis sesuai dosis yang diberikan. Pasien akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari ketika menerima perawatan ini.
  • Radiosurgery stereotactic : sering disebut juga teknik bedah “knifeless”, meskipun tidak melibatkan operasi. Pengobatan ini akan menghancurkan tumor otak tanpa membuka tengkorak. CT scan atau MRI digunakan untuk menentukan lokasi tumor yang tepat di otak. Kemudian radiasi akan menghancurkan tumor. Pengobatan radiosurgery stereotactic ini terbilang memiliki tingkat komplikasi yang lebih sedikit daripada operasi terbuka, dengan waktu pemulihan yang lebih sebentar.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan yang kuat untuk membunuh sel tumor :

  • Obat-obatan yang diberikan melalui mulut atau melalui infus – Beberapa obat-obatan kemoterapi diberikan dengan memasukkan zat ke dalam aliran darah, dengan kelebihan cairan dari otak.
  • Pengobatan kemoterapi diberikan dalam siklus waktu tertentu – Siklus pengobatan ini dapat dilakukan pada waktu jangka pendek atau perawatan intensif, yang dilakukan dengan masa istirahat dan pemulihan. Setiap siklus pengobatan, berlangsung dalam beberapa minggu.
  • Kemoterapi ini sering dirancang sebanyak 2 hingga 4 siklus sampai selesai. Lalu mengistirahatkan diri dari pengobatan, untuk melihat bagaimana reaksi terapi kemoterapi terhadap tumor.
  • Efek samping kemoterapi – Bagi sebagian pasien, kemungkinan akan sangat sulit untuk menerima reaksi kemoterapi ini. Efek samping kemoterapi termasuk mual dan muntah, sariawan, kehilangan nafsu makan dan rambut rontok. Namun efek samping ini dapat ditingkatkan dengan rekomendasi obat yang dianjurkan.
  • Temozolomide – Pengobatan kemoterapi ini dilakukan kepada pasien yang mengalami kanker glioma ganas, untuk memperlambat perkembangan sel kanker setelah pengobatan awal atau jika tumor kembali lagi. Kemungkinan efek samping pengobatan temozolomide ini termasuk anoreksia, sembelit, kelelahan, sakit kepala, mual dan muntah ((nhs.ukTreating a malignant brain tumour, diakses 11 November 2014)).
Sponsors Link

4. Rehabilitasi

Setiap pengobatan kanker ini akan mengalami efek samping, sehingga rehabilitasi merupakan bagian penting dari pemulihan. Rehabilitasi ini melibatkan pemulihan fungsi tubuh yang normal. Terapi fisik melibatkan meningkatkan kekuatan dan fungsi motorik. Terapi bahasa mungkin penting dilakukan untuk mengembalikan kemampuan berbicara dengan jelas. Terapi kognitif mungkin juga penting untuk membantu adanya kehilangan memori jangka pendek.

Tenaga medis spesialis yang membantu terapi penglihatan, keseimbangan, atau masalah kelumpuhan wajah mungkin akan dibutuhkan. Salah satu ide yang baik adalah dengan mencari dukungan seorang konselor atau psikoterapis untuk membantu mengatasi stres dan tantangan emosional dalam hidup setelah pulih dari tumor otak. Menjaga sikap positif akan memperbaiki masalah emosional pasien. Hal penting lainnya adalah untuk melatih dan membentuk pola makan yang sehat untuk merasa baik ((healthcommunities.comChemotherapy & Other Brain Cancer Treatments, diakses 11 November 2014)).

Jika kanker otak telah berada pada stadium lanjut atau berada pada tempat yang sulit di otak. Kemungkinan penggunaan obat-obatan tersebut, hanya  dapat mengendalikan kanker otak untuk jangka waktu tertentu. Hal tersebut berarti, adanya efek samping dari pengobatan tanpa menyingkirkan tumor.

Dalam beberapa situasi tertentu, kemungkinan akan sulit untuk memutuskan atau melanjutkan pengobatan kanker otak ini. Bicaralah pada dokter yang menangani tentang apa yang akan terjadi setelah melakukan pengobatan untuk mengambil keputusan. Jika pasien memutuskan untuk memberhentikan pengobatan, perawatan paliatif dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kanker otak dan memberikan rasa nyaman terhadap pasien.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Tuesday 11th, November 2014 / 09:24 Oleh :
Kategori : Kanker Otak