Sponsors Link
     Sponsors Link

3 Makanan Penyebab Utama Kanker Nasofaring

ads

Kanker Nasofaring merupakan sel kanker yang tumbuh di bagian langit-langit mulut, dan bagian belakang rongga hidung. Selain bagian tersebut, kanker ini dapat menjalar ke bagian mata, otak, telinga, dan kelenjar yang terdapat pada bagian leher. Oleh karena itu, jika Anda merasakan perubahan tubuh pada daerah tersebut terutama dalam jangka waktu lebih dari 7 hari, Anda perlu segera melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan kanker nasofaring seringkali terlambat diketahuinya karena letaknya yang di bagian tidak terlihat dan gejalanya yang seringkali diabaikan oleh orang yang mengalaminya. Selain itu, dikarenakan penyebarannya pada bagian tubuh sekitar kepala, tidak menutup kemungkinan penderita kanker otak juga akan mengalami kanker nasofaring, maupun sebaliknya. Adapun beberapa gejala yang patut Anda waspadai adalah sebagai berikut:

  1. Mengalami pendarahan pada hidung (mimisan) dengan intensitas yang sering.
  2. Hidung tersumbat seperti terkena pilek, terlebih jika Anda memiliki alergi terhadap debu, Anda perlu memeriksakan kepada THT untuk melakukan pemeriksaan apakah hidung tersumbat disebabkan oleh alergi atau ada hal lain yang terjadi di dalam saluran pernapasan.
  3. Sering mengalami sakit kepala yang hebat.
  4. Penglihatan berkurang, terkadang menjadi penglihatan ganda, bahkan bola mata terlihat menonjol.
  5. Radang tenggorokan disertai dengan sariawan dalam jangka waktu lebih dari 1 minggu.
  6. Daerah leher yang terdapat kelenjar getah bening terlihat membesar.

Penyebab kanker ini masih belum diketahui pasti, namun pemicu utama dapat berupa tubuh terpapar tingkat polusi tinggi secara langsung. Selain itu juga dapat disebabkan oleh virus yang bernama epstein bar dan juga dapat diturunkan secara genetik.  Adapun penjelasan secara rinci terkait dengan penyebab kanker nasofaring adalah sebagai berikut:

  1. Genetik

Faktor genetik dapat dimunculkan sebagai penyebab kanker nasofaring. Hal ini dikarenakan bentukan unsur DNA yang ada pada sel tubuh manusia memiliki kelemahan dalam menangkal jenis kanker yang diturunkan dalam pohon keluarga. Sebagai contoh yang sering dijumpai apabila ada salah satu kerabat yang neneknya meninggal dikarenakan penyakit kanker darah, pada suatu waktu rekan kita yang masih dalam satu darah dari nenek tersebut juga meninggal dikarenakan penyakit kanker darah. Maka dari itulah untuk menanggulangi kematian dikarenakan kanker nasofaring, maka Anda dapat melakukan pemeriksaan kepada ahlinya saat tubuh menunjukkan gejala seperti yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya.

Sponsors Link

  1. Virus

Virus epstein bar merupakan virus yang telah ditemukan sejak tahun 1964. Pada dasarnya virus ini tidak hanya menyebabkan kanker nasofaring saja, namun juga dapat menyebabkan penyakit kulit bahkan tidak menutup kemungkinan masuk dalam golongan virus penyebab kanker kulit. Penyebaran virus ini rata-rata melalui oral, penggunaan alat makan bersama dapat memicu penyebaran virus ini. Saat virus ini menginfeksi tubuh, pada kondisi yang akut, tubuh seseorang akan merasakan benjolan pada bagian leher, penurunan daya tahan tubuh, demam, dan berat badan yang berkurang. Virus ini ternyata tidak hanya menginfeksi kanker nasofaring dan kanker kulit saja, namun juga menjadi penyebab utama pada kanker kelenjar getah bening.

  1. Tingkat polusi yang tinggi

Tingkat polusi yang tinggi membawa banyak sekali senyawa radikal bebas yang dapat melemahkan dan menembus sistem pertahanan tubuh manusia. Sehingga, untuk mencegah serangan tersebut, ada baiknya jika Anda merupakan pengendara sepeda motor, atau berjalan kaki Anda dapat menggunakan masker untuk menutup saluran pernapasan sehingga udara yang Anda hirup memiliki beberapa filter. Bulu hidung dapat melakukan filter, namun tidak ada salahnya untuk membantu kerja bulu hidung dengan menggunakan masker saat menjalani aktivitas di jalanan padat.

Selain polusi yang ada di jalanan, polusi lain yang mungkin untuk muncul adalah polusi di tempat kerja. Polusi di tempat kerja lebih berbahaya, dikarenakan polusi ini selain mengandung unsur padat juga mengandung unsur kimia di dalamnya. Sebagai contoh jika Anda bekerja di sebuah pabrik mebel, maka Anda harus mengantisipasi untuk menggunakan masker agar serbuk kayu tidak terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan. Polusi tersebut juga dapat menyebabkan kanker lainnya seperti kanker paru-paru.

  1. Konsumsi makanan yang diawetkan

Makanan yang diawetkan seperti ikan asin mengandung zat nitrosamin yang termasuk dalam senyawa karsinogenik pemicu kanker. Senyawa ini muncul akibat proses pengasinan ikan saat dijemur di bawah sinar matahari langsung membuat sinar UV bereaksi dengan nitrat yang ada pada daging ikan, sehingga menghasilkan zat nitrosamin.

Meskipun penelitian lebih lanjut masih dilakukan karena pengaruh habitat ikan yang diasinkan tersebut juga mempengaruhi zat nitrosamin yang dihasilkan, namun ada baiknya untuk membatasi konsumsi ikan asin.

  1. Unggas

Unggas merupakan hewan yang sangat dekat dengan manusia, layaknya kucing dan anjing. Beberapa waktu lalu Indonesia telah diramaikan dengan munculnya virus H5N1 atau biasa dikenal dengan penyakit flu burung. Kanker nasofaring yang disebabkan oleh virus dapat disebarkan melalui unggas, terlebih jika seseorang sering mencium unggas atau burung peliharaannya. Penularan virus epstein bar melalui udara dapat diperantarai oleh unggas. Oleh karena itu, tetap jagalah kebersihan dan jangan terlalu dekat dengan hewan peliharaan Anda.

Baca juga : Daftar Makanan Sehari-hari Pencegah Kanker – Daftar Tanaman Obat Kanker Dan Cara Menggunakannya

Sponsors Link

Makanan Penyebab Kanker Nasofaring

Setelah membahas mengenai 5 penyebab kanker nasofaring, tentu perlu dibahas mengenai makanan yang dapat menyebabkan kanker nasofaring. Hal ini dikarenakan dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari yang namanya makanan. Berikut ini merupakan daftar penting makanan tersebut:

  1. Ikan asin

Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, ikan asin merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh orang indonesia. Senyawa nitrat yang ada di dalam ikan asin mengalami reaksi negatif akibat terkontaminasi dengan sinar UV sehingga memunculkan zat berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan dapat memicu kanker

  1. Makanan yang terkena zat kimia berbahaya atau pencemaran lingkungan

Sumber makanan di sekitar kita memang banyak, namun kita tetap harus bersikap selektif ketika melakukan pemilihan bahan mentahnya. Sebagai contoh, ikan yang hidup di perairan lepas tentu akan memiliki kondisi yang berbeda dengan ikan yang hidup di sekitar tempat yang terdapat banyak industri. Pilihlah ikan segar yang memang benar-benar memiliki kualitas bagus. Sebagai contoh, ada penelitian yang membuktikan bahwa ikan asin akan lebih berbahaya jika berasal dari India dan Jepang dibandingkan yang berasal dari Indonesia

  1. Makanan yang terlalu banyak bahan pengawet

Namanya makanan yang terlalu banyak mengandung bahan pengawet dapat memicu berbagai macam jenis kanker. TIdak hanya kanker nasofaring saja. Kurangi makanan yang banyak mengandung MSG, pemanis buatan, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Jumlah kejadian kanker nasofaring di Indonesia memang tergolong jarang ditemui. Namun demikian, ada baiknya untuk tetap bersikap waspada agar penyakit ini tidak semakin menyebar. Selain itu, lokasi tumbuhnya sel kanker yang cukup sulit ditangani dan gejala yang seringkali disepelekan oleh penderitanya membuat kebanyakan penderita kanker nasofaring baru mendapatkan penanganan ketika sudah memasuki stadium lanjut. Akibatnya, penanganan yang dilakukan pun harus lebih intensif agar dapat mencapai tingkat kesembuhan yang diharapkan. Pada kanker nesofaring yang telah memasuki stadium lanjut, hanya memiliki harapan hidup sekitar 30% saja, hal ini tentu saja berbeda dengan penderita yang sudah mendapatkan penanganan pada stadium awal. Pada penderita kanker nesofaring stadium awal dapat memiliki harapan hidup sekitar 80%.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Tuesday 03rd, May 2016 / 09:38 Oleh :
Kategori : Kanker Nasofaring