Sponsors Link

12 Gejala Kanker Nasofaring – Penyebab, Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan

Sponsors Link

Mungkin sebagian dari kita masih kurang tahu atau jarang mendengar tentang kanker nasofaring. Nasofaring sendiri adalah area yang terdapat di belakang hidung dan bisa dijumpai pada bagian atas belakang tenggorokan. Penting untuk diwaspadai bahwa kanker dapat berasal dari perubahan lapisan sel nasofaring dan NPC atau kanker nasofaringlah yang kemungkinan besar dialami. Tentang seberapa umumnya kasus kanker nasofaring, kanker ini ada di peringkat enam kanker yang menyerang pria di Singapura.

Sponsors Link

Tapi kanker ini sudah tidak masuk dalam 10 besar kanker yang bisa menjangkit para wanita. Ini dikarenakan para prialah yang lebih sering terkena kanker ini dibandingkan dengan wanita. Para pria dengan usia antara 35-55 tahun lebih berisiko terkena kanker nasofaring dan bisa lebih banyak ditemukan pada orang Cina, terutama Kanton. Sedangkan untuk di Eropa dan Amerika Serikat, kanker nasofaring justru bukan dianggap sebagai penyakit umum.

Itu cerita di negara lain, bagaimana dengan kasus kanker nasofaring di Indonesia? Kenyataannya, di tanah air kanker ini malah termasuk kanker paling ganas keempat sesudah kanker rahim, kanker payudara dan kanker kulit. Gejala kanker nasofaring sendiri tak banyak disadari oleh para penderitanya karena memang gejala kanker ini tidak begitu khas. Malah gejala kanker nasofaring hampir mirip dengan gejala flu pada umumnya sehingga tak menimbulkan kecurigaan.

Salah diagnosa bisa saja terjadi dan gejala yang dialami pasien malah hanya dianggap sebagai penyakit flu biasa, bukannya kanker nasofaring. Berikut di bawah ini merupakan sejumlah gejala dari kanker nasofaring yang bisa diwaspadai dan kiranya pun dideteksi lebih awal.

(Baca juga: gejala kanker kelenjar getah bening)

  1. Epitaksis

Epitaksis ini adalah suatu kondisi mimisan atau pendarahan hidung tapi masih dalam tahap yang ringan dan ini merupakan gejala dini akan kanker nasofaring. Terkadang mimisan tak dianggap serius karena seseorang yang mimisan selalu dianggap sedang memiliki ketahanan tubuh yang rendah atau sedang terlalu lelah. Memang kebanyakan orang yang mengalami mimisan adalah mereka yang berkegiatan padat sehingga tubuh menjadi kurang stamina sehingga pendarahan dapat terjadi di bagian hidung.

(Baca juga: bahaya kanker kelenjar getah bening)

  1. Benjolan di Leher

Segala benjolan perlu diwaspadai, bahkan ketika muncul benjolan pada bagian leher. Sebagian orang yang memiliki benjolan di bagian tubuh tertentu tanpa rasa sakit selalu berpikir bahwa benjolan tersebut masih tergolong aman. Benjolan pada leher inipun tak akan menimbulkan rasa sakit, tapi bila sudah tahu bahwa ini salah satu gejala kanker nasofaring, hendaknya segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan benar tidaknya benjolan tersebut ada kaitannya dengan kanker nasofaring. Benjolan perlu dicurigai apabila terasa aneh dan tak wajar meski tak sakit maupun terasa gatal karena bisa saja itu menjadi bakal tumor.

  1. Diplopi

Diplopi ini merupakan sebuah kondisi yang ada kaitannya dengan penglihatan kita. Penglihatan yang mengabur atau mengganda bisa jadi bukan sekadar masalah mata biasa. Ketika kita melihat adanya dua bayangan secara tiba-tiba padahal sebelumnya tak ada masalah dengan mata kita, perlu dicurigai bahwa ini merupakan salah satu gejala dini kanker nasofaring.

(Baca juga: ciri-ciri kanker kelenjar getah bening)

ads
  1. Telinga Mendenging Sebelah

Telinga berdenging tampaknya bukan suatu hal yang buruk karena terkadang kita akan mengalaminya, tapi kalau hanya sebelah apakah ini masih terbilang normal? Dalam frekuensi yang cukup sering dan kita mulai terasa terganggu dengan dengingannya, kita wajib waspada akan kanker nasofaring yang kiranya tengah kita idap. Memeriksakan diri di awal gejala akan meringankan perawatan dan akan lebih mudah ditangani sampai tuntas.

  1. Hidung Tersumbat

Mirip seperti gejala flu, tentu salah satu gejalanya ada juga hidung tersumbat. Biasanya hidung yang tersumbat atau mampet terjadi ketika kita mengalami flu atau paling tidak ketika kita berada di suatu tempat berudara sangat dingin. Namun jika tidak masuk dalam kategori keduanya, kita patut lebih waspada karena penyumbatan di hidung bisa berarti kanker. Lihat dan rasakan juga apakah hidung tersumbat disertai dengan gejala-gejala lainnya yang telah disebutkan sehingga kita bisa makin mantap dan yakin untuk cepat-cepat ke dokter untuk proses diagnosa.

(Baca juga: makanan penyebab kanker nasofaring)

  1. Benjolan pada Hidung

Selain adanya benjolan di leher yang perlu diwaspadai, apabila ditemukan dan dirasakan adanya benjolan di hidung juga kita wajib mengatasinya segera. Benjolan yang kelihatannya beda dari sekadar benjolan digigit serangga dan menyebabkan ketidaknyamanan, sebaiknya perlu diperiksakan agar tidak berkembang menjadi lebih serius. Benjolan biasanya adalah tanda dari eksistensi sebuah tumor, maka tak salah bila kita pergi ke dokter untuk diagnosa awal.

  1. Sakit Tenggorokan

Gejala lainnya yang memang mirip dengan gejala flu adalah tenggorokan yang mulai terasa sakit seperti akan radang dan juga batuk. Bila hidung tersumbat disertai dengan rasa sakit di tenggorokan, tak salah memang bila kita menduganya sebagai sebuah kondisi flu ringan. Namun jangan tenang-tenang saja kalau muncul juga gejala lainnya karena kanker nasofaring bisa saja tengah menggerogoti kita.

(Baca juga: ciri-ciri kanker mulut)

  1. Suara Serak

Ciri atau tanda berikutnya yang tak jauh beda juga dari gejala flu adalah suara yang tadinya jernih menjadi lebih serak. Hal ini biasanya bisa saja terjadi dikarenakan adanya rasa sakit pada tenggorokan yang kemudian otomatis mengubah suara kita menjadi agak serak. Karena hal ini begitu umum dan bisa terjadi pada siapa saja kapan saja, tentu sulit untuk mendeteksi bahwa memang kanker nasofaringlah yang menyebabkan munculnya ciri seperti ini.

(Baca juga: gejala ciri-ciri kanker otak)

  1. Sakit Kepala

Masih sama seperti flu, rasa pusing pun pasti dialami oleh setiap kita ketika sedang flu. Oleh sebab itu, bila tak melihat serta mempertimbangkan adanya gejala lain, tentu kita akan menduganya sebagai suatu kondisi yang ringan. Jangan remehkan sakit kepala karena keadaan ini bisa menjadi awal dari berbagai penyakit serius, tak terkecuali kanker nasofaring.

  1. Sulit Bernapas

Karena hidung tersumbat, otomatis kita pun akan mengalami kesulitan dalam bernapas dan hal ini tak dapat dianggap enteng bila memang ada gejala lainnya yang terjadi. Kalau ada gejala abnormal lainnya yang kiranya tak biasa dan mencurigakan, periksakan untuk mengetahui benar tidaknya ini gejala flu biasa atau kanker nasofaring.

(Baca juga: ciri-ciri kanker tulang)

  1. Infeksi Telinga Terus Terjadi

Infeksi pada bagian telinga sebaiknya tak dianggap enteng apalagi kalau terjadi secara terus-menerus dan sering. Telinga yang berdenging, khususnya diikuti dengan rasa nyeri dapat juga menandakan adanya ketidakberesan di indera pendengaran kita. Infeksi yang bisa datang kembali secara sering perlu mendapat penanganan segera agar tak telanjur menjadi lebih parah.

  1. Wajah Mati Rasa

Pada tahap yang sudah lebih parah, gejala kanker nasofaring yang bisa dialami oleh penderita adalah wajah yang tiba-tiba mati rasa. Namun terkadang ada juga yang merasakan wajahnya menjadi nyeri sehingga tak nyaman. Ketika sudah merasakan hal semacam ini, segera periksakan untuk memperoleh penanganan yang cepat dan tepat sebab memang pada gejala ini dicurigai sel kanker telah menyebar.

(Baca juga: gejala kanker kulit)

Penyebab Kanker Nasofaring

Setelah menilik beberapa gejala dari kanker nasofaring, kita pasti dibuat penasaran apa gerangan penyebab dari kanker tersebut. Tentu tak mungkin bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab-musabab, dan berikut ini bisa dilihat penyebab berikut faktor risikonya.

  • Virus Epstein-Barr. Paparan dari virus satu ini mampu menaikkan risiko terkena kanker nasofaring dan kabar buruknya adalah bahwa virus ini ada di mana-mana yang bahkan ada juga di udara bebas sehingga mudah bagi seseorang untuk terserang virus ini. Namun kabar baiknya, tak seluruh virus di udara bisa menjadi kanker karena memang ada faktor-faktor tertentu lainnya yang bisa memicu virus ini menjadi sebuah kanker. Virus ini pada dasarnya bersarang di nasofaring tapi ia akan diam atau tidur di sana sehingga aman ketika tak ada faktor pemicu berbahaya lain. (Baca juga: virus penyebab kanker kulit)
  • Pola makan tak sehat. Pola makan tidak seimbang, tidak teratur, dan tidak sehat bukan hanya dapat menaikkan potensi kita mengalami tekanan darah tinggi yang diikuti juga dengan kolesterol tinggi, belum lagi stroke, asam urat, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya. Kanker seperti kanker nasofaring juga dapat dipicu dari seringnya makan ikan asin serta mengonsumsi makanan-makanan yang telah melalui proses fermentasi dan pengasapan. Mengonsumsi minuman beralkohol juga adalah kebiasaan buruk penyebab kanker. Perlu diingat, memasak dengan kayu juga menjadi faktor risiko kanker nasofaring. (Baca juga: penyebab kanker kelenjar getah bening)
  • Pola hidup tak sehat. Selain pola makan, pola hidup yang kurang sehat pun dapat menjadi peningkat peluang kita mengalami kanker nasofaring. Contoh pola hidup kurang sehat adalah seringnya kita terpapar polusi, asap rokok atau asap dari kendaraan tanpa pencegahan apapun seperti memakai masker atau pelindung lainnya. Pola hidup seperti kebiasaan merokok merupakan kebiasaan buruk yang juga mampu menyebabkan kanker, termasuk juga kanker nasofaring. (Baca juga: cara melakukan pencegahan terhadap kanker paru-paru)
  • Faktor genetik. Untuk penderita kanker nasofaring, ras Mongoloidlah yang rupanya paling banyak dan sering mengidap penyakit satu ini. Gen tertentu adalah faktor yang bisa meningkatkan peluang seseorang mengalami kanker nasofaring.
  • Faktor agama dan pekerjaan. Dari segi keagamaan, bisa saja seseorang terkena kanker nasofaring apabila ia dalam kegiatan keagamaannya terlalu sering terpapar asap menyan dan dupa. Selain itu, bagi yang memiliki pekerjaan di pabrik, tentu paparan bahan kimia industri, gas, serbuk kayu, formaldehida serta peleburan besi tak akan dapat terhindarkan. Untuk jangka panjang hal ini tak akan bisa ditolerir karena efeknya akan semakin buruk bagi alat pernapasan kita.

(Baca juga: penyebab kanker pita suara)

Metode Diagnosa

Setelah mengetahui serangkaian gejala yang telah disebutkan, jelas kita akan mampu lebih waspada dan apabila dokter pun mencurigai adanya kanker nasofaring, inilah beberapa langkah yang akan dilakukan.

  • Mencari benjolan. Sewaktu dokter sudah dapat mengira bahwa pasiennya mengidap kanker nasofaring, ia akan secara otomatis mencari adanya benjolan atau pembengkakan di bagian leher.
  • Biopsi kanker. Nasofaring kemudian juga akan diperiksa menggunakan cermin miring khusus yang bakal dokter tempatkan di belakang tenggorokan atau justru membiarkan tabung fleksibel (disebut juga nasoskop) ke dalam salah satu lubang hidung serta bagian belakang hidung demi mencari adanya ulkus atau benjolan, baru setelah itu dokter mengambil potongan kecil jaringan untuk kemudian melakukan diagnosa.

Apabila memang diketahui dan dijumpai adanya benjolan pada leher, dokter akan memakai semprotan dan jarum untuk mengangkat potongan-potongan kecil benjolan saat pasien berada di bawah pengaruh bius lokal. Baru selanjutnya, dokter akan memanfaatkan mikroskop untuk memeriksa jaringan demi mencari sel-sel kanker. Tes selanjutnya akan perlu ditempuh oleh pasien sesudah dokter memastikan kanker nasofaring memang ada di dalam tubuhnya supaya dapat dicek lagi apa penyebaran kanker sudah terjadi dari nasofaring ke tubuh lainnya.

(Baca juga: langkah pengobatan kanker otak secara medis)

Sponsors Link

Cara Mengobati Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring cukup serius bila tak mendapat penanganan cepat dan benar. Ada beberapa pengobatan medis yang dianggap efektif dalam menghadapi dan melawan kanker nasofaring, seperti di bawah ini:

  1. Terapi radiasi dikatakan sangat bagus dalam membantu agar kanker nasofaring bisa teratasi. Pada metode pengobatan satu ini, pemberian radiasi akan dilakukan ke area yang dekat dengan nasofaring serta leher, lalu turun ke bagian tulang selangka. Waspadai efek samping dari pengobatan ini karena pasien berpotensi mengalami pengelupasan kulit di area pipi dan leher serta muncul kemerahan di bagian tersebut. Tak hanya itu, hilangnya nafsu makan, ulkus mulut dan juga mulut yang kering juga merupakan efek samping radioterapi.
  2. Cara mengobati dengan kemoterapi kanker tampaknya sudah cukup umum karena memang kemoterapi diyakini baik dalam mengatasi penyakit kanker. Dalam proses kemoterapi, ada obat-obatan yang diberikan dokter dengan tujuan membasmi kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuh, termasuk di bagian tulang, hati dan paru-paru. Cara pemberian obat pun adalah dengan menyuntikkannya ke pembuluh darah pada tangan pasien. Tak masalah untuk memperoleh kemoterapi bersamaan dengan radioterapi karena radioterapi makin bekerja dengan ditambah kemoterapi. (Baca juga: kanker paru-paru)
  3. Untuk kasus yang sudah lebih serius atau kasus tertentu, sejumlah pasien perlu menempuh jalur operasi di mana dokter menggunakan jalan ini supaya benjolan pada leher bisa terangkat. Benjolan bisa saja menetap di sana atau akan muncul secara berulang kali sesudah pasien melakuan perawatan menggunakan radioterapi. Di samping radioterapi, operasi pun bisa dipertimbangkan selain radioterapi apabila kanker pada nasofaring terjadi berulang dan tak terjadi penyebaran kanker.

(Baca juga: radioterapi kanker serviks)

Cara Mencegah Kanker Nasofaring

Supaya kanker nasofaring tak menjangkiti tubuh kita, selalu ada cara untuk mencegahnya. Bila kita sudah lihat apa saja faktor risikonya, dari situ kita mampu melakukan pencegahan yang benar, seperti misalnya:

  • Menghindari makanan yang melalui proses pengasapan maupun makanan yang telah diawetkan. Makanan panas serta makanan yang mampu menstimulasi selaput lendir juga perlu dijauhi atau paling tidak dibatasi supaya konsumsi tidak begitu sering.
  • Menghindari polusi udara sebaik mungkin, termasuk asap rokok, asap kayu, asap pabrik/industri, zat zat kimia, asap minyak tanah dan masih banyak lainnya yang kemungkinan besar mampu mengaktifkan virus Epstein-Barr.
  • Pola hidup dan pola makan yang sehat selalu dapat mencegah kita dari penyakit berbahaya, yaitu dengan tidak merokok, tidak menyentuh maupun mengonsumsi minuman beralkohol, mengonsumsi buah dan sayuran, dan mengonsumsi makanan yang segar tanpa bahan pengawet maupun proses pengasapan.
  • Menciptakan sirkulasi udara yang baik dan lancar pada ruangan yang kita gunakan juga akan mencegah kita dari serangan virus penyebab kanker nasofaring.

(Baca juga: obat tradisional telinga berdengung)

Jadi, sebenarnya pilihan ada di tangan kita dan sebenarnya kita sangat mampu menurunkan potensi terkena kanker nasofaring. Kalaupun gejala-gejala kanker nasofaring mulai kita alami, jangan menunggu sampai parah karena akan lebih baik bila mendapatkan diagnosa secara dini.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 08th, June 2016 / 07:00 Oleh :
Kategori : Kanker Nasofaring