Sponsors Link

Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring merupakan suatu jenis kanker yang tumbuh pada rongga belakang hidung dan langit – langit rongga mulut. Kanker nasofaring ini juga lebih dikenal dengan istilah kanker hidung, karena memang tumbuh dan menyerang pada daerah yangg dekat dengan hidung dan rongga pernapasan. Kanker nasofaring juga dikenal dengan istilah NasoPharyngeal Cancer atau NPC.

kanker nasofaringPenyakit kanker nasoafaring atau NasoPharyngeal Cancer ini banyak ditemukan pada ras mongoloid, dan juga ras yang berada pada wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di salah satu rumah sakit di Jakarta saja diklaim terdapat 100 kasus kanker nasofaring baru dalam jangak waktu 1 tahun.

Nasofaring sendiri merupakan bagian atas dari faring atau tenggorokan, yang dilewati oleh udara dan makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia, yang kemudian diteruskan ke dalam trakea dan esophagus. Kanker ini termasuk ke dalam jenis kanker yang langka, dan secara umum penyebabnya tidak diketahui secara jelas.

Penyebab Kanker Nasofaring

Adapun beberapa faktor yang disinyalir dapat mempengaruhi terjadinya kanker nasofaring ini adalah :

  1. Virus Epstein – Barr
  2. Bahan Kimia yang terhirup masuk
  3. Asap dan uap gas rumah tangga
  4. Faktor genetic atau turunan

Gejala

Bagi anda yang mungkin belum mengetahui apa saja gejala – gejala dari kanker nasofaring atau NasoPharyngeal Cancer ini, berikut adalah beberapa gejala – gejala dan symptom yang mungkin akan muncul ketika anda terserang kanker nasofaring :

  1. Radang dan Sakit Tenggorokan
  2. Kesulitan dalam bernapas atau berbicara
  3. Mimisan
  4. Gangguan Pendengaran
  5. Rasa sakit dan mendengung di dalam telinga
  6. Sakit Kepala dan Pusing
  7. Terdapat benjolan pada bagian leher, biasanya di belakang telinga
  8. Dahak yang bercampur dengan darah

Diagnosis

Lalu ketika anda sudah merasakan gejala atau symptom seperti telah disebutkan diatas, apakah anda sudah pasti mengalami kanker nasofaring atau NasoPharyngeal Cancer ini? Belum tentu, ada beberapa test dan observasi secara medis yang dapat benar – benar memastikan keberadaan kanker nasofaring atau NasoPharyngeal Cancer ini. Berikut ini beberapa test dan pemeriksaan yang dapat anda lakukan secara medis :

  1. Pemeriksaan secara fisik dan sejarah

Pemeriksaan ini mencakup medical check up biasa yang dapat dilakukan dengan mudah di rumah sakit. Hal ini untuk memastikan keadaan tubuh anda, apakah mengalami suatu gangguan atau symptom yang berbahaya atau tidak.

Selain itu dalam pemeriksaan ini juga akan dilihat kondisi gaya hidup dan garis keturunan dari pasien. Apakah memiliki gaya hidup yang tidak sehat, ataukah memeiliki keluarga dengan garis keturunan kanker, terutama kanker nasofaring atau NasoPharyngeal Cancer tersebut.

  1. Pemeriksaan Neorologis

Pemeriksaan ini berisi serangkaian pertanyaan dan test yang akan menguji tentang kondisi neurologis dari seseorang. Pasien akan menjawab beberapa pertanyaan dan tes, lalu kemudian dapat diambil kesimpulan tentang bagaimana kondisi neurologisnya, kondisi otak, dan kondisi mental sang pasien.

Dalam test dan pemeriksaan ini, pasien dites kemampuan dalam berjalan, tes fungsi otot, dan fungsi koordinasi anggota tubuhnya, apakah terjadi kelainan atau tidak. 

  1. MRI ( Magnetic Resonance Imaging )

MRI atau Magnetic Resonance Imaging merupakan suatu teknik pemeriksaan yang dapat memunculkan gambaran dari bagian dalam tubuh manusia. MRI menggunakan gelombang radio dan gelombang magnet untuk mendeteksi gangguan – gangguan yang ada di bagian dalam tubuh manusia.

  1. CT – Scan

CT Scan merupakan proses scanning atau pemindaian untuk memperoleh gambaran mengenai bagian dalam tubuh pasien secara lebih detail dibandingkan proses MRI. Pada CT scan, akan terlihat secara jelas bagian tubuh mana yang ternyata mengalami masalah serius.

  1. PET – Scan

PET Scan atau Positron Emission Tomography merupakan salah satu metode scanning atau pemindaian yang dapat mendeteksi adanya tumor atau sel kanker di dalam tubuh secara gamblang dan jelas. Dengan melakukan metode ini dan metode CT – Scan, maka kemungkinan untuk mendeteksi tumor akan lebih tinggi tingkat probabilitasnya.

  1. Mempelajari Kandungan Darah

Kandungan sel darah yang terdapat pada individu memeiliki kandungan normal yang sudah terstandar. Dengan melakukan tes ini, maka apabila ditemukan kandungan darah yang tidak normal, akan segera terdeteksi, apa penyebabnya, dan mengap kandungan darahnya tidak normal.

  1. Penghitungan Jumlah Sel Darah

Jumlah sel darah yang terdapat di dalam tubuh manusia akan dihitung dan dicek. Termasuk juga kandungan sel darah putih, sel darah merah dan hemoglobin di dalam tubuh manusia untuk mendeteksi ada atau tidaknya gangguan.

  1. EBV Test ( Epstein – Barr Virus Test )

EBV Test atau Epstein – Barr Virus Test dilakukan untuk mendeteksi adanya virus Epstein – Barr yang terdapat di dalam tubuh pasien. Virus ini diyakini merupakan salah satu virus yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Stadium Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring atau NasoPharyngeal Cancer sendiri juga memiliki tingkatan atau stadium – stadium sendiri, seperti kanker pada umumnya, yang menunjukkan tingkat keparahan dari kanker tersebut. Terdapat 4 stadium atau tahapan pada kanker nasofaring, berikut dengan metode pengobatannya yaitu :

  1. Stadium I

Pada stadium ini, kanker sudah mulai tumbuh dan berkembang, namun kanker tersebut hanya berada pada bagian nasofaring, ataupun berada pada bagian orofaring, dan atau nasal cavity.

  • Pengobatan. Pada stadium ini, kanker dapat diobati dengan menggunakan terapi radiasi, untuk membunuh sel kanker yang sudah mulai tumbuh.
  1. Stadium II

Pada stadium ini, kanker sudah tumbuh dan menyebar ke satu atau lebih dari kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian leher, dan atau getah bening yang terdapat pada bagian faring itu sendiri. Dengan ukuran sekitar 6 cm, kanker pada stadium II ini juga ditemukan pada parapharyngeal space.

Pengobatan :

Pada stadium ini, pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kemoterapi yang digabungkan dengan terapi radiasi. Atau bisa juga dengan menggunakan terapi radiasi pada bagian getah bening yang sudah terserang pada bagian leher dan belakang faring.

  1. Stadium III

Stadium III merupakan kelanjutan dari kanker nasofaring stadium II, dimana kondisi kanker yang tersebar pada stadium II sudah semakin parah, dan sudah menyerang bagian tulang dan bagian sinus dari penderitanya.

Pengobatan :

Pada stadium III ini, pengobatan dilakukan dengan cara kemoterapi, radiasi terapi, dan dengan bantuan operasi pada bagain faring dan sekitarnya untuk mengangkat sel kanker yang tumbuh pada bagian tersebut.

  1. Stadium IV

Pada stadium ini, terdapat tiga tahapan selanjutnya, yang terbagi menjadi tahapan IV A, IV B, dan IV C.

  • Stadium IV A. Pada stadium IV A kanker sudah menyebar ke bagian saraf cranial, dan tersebar di sekitaran tengkorak dan tulang dagu. Kanker juga kemungkinan sudah menyebar ke bagian getah bening lainnya yang terdapat di bagian tubuh pasien.
  • Stadium IV B. dengan ukuran yang lebih besar dari 6 cm, kanker sudah menyebar ke area collarbone, dan juga pada bagian atas bahu pasiennya.
  • Stadium IV C. Pada stadium IV C ini, kanker sudah tersebar ke kelenjar getah bening lainnya yang berdekatan dan kemungkinan menginfeksi kelenjar getah bening yang berada di dalam seluruh tubuh manusia.

Pengobatan :

Sama seperti pada stadium sebelumnya, namun dengan intensitas yang lebih tinggi, pasien akan diberikan kemoterapi, terapi radiasi dan akan dilakukan pembedahan dan orpeasi untuk mengangkat sel kanker.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!