Sponsors Link
     Sponsors Link

14 Penyebab Kanker Di Mata Paling Berbahaya

ads

Jenis kanker mata memang cukup jarang kasusnya, tapi juga tidak boleh luput dari perhatian kita dengan mengabaikan kondisi kesehatan mata kita. Kanker mata dapat menyerang bagian dalam maupun luar mata seperti misalnya kelopak mata; sedangkan untuk bagian dalam disebut juga dengan kanker intraokular. Munculnya kanker ini dapat diakibatkan oleh adanya kanker di organ lain, maka memang diharapkan untuk selalu mengecek kondisi tubuh, termasuk kesehatan penglihatan kita.

Biasanya kanker mata yang lebih cenderung dialami oleh anak-anak adalah retinoblastoma di mana asal mulanya adalah dari retina, sedangkan kanker intraokularlah yang terjadi dan dialami oleh para orang dewasa dan yang biasanya timbul adalah limfoma dan melanoma. Lalu, kira-kira apa saja penyebab kanker di mata atau faktor risiko yang sebaiknya kita waspadai serta ketahui dari awal?

1. Terlalu Sering Memakai Sunbed

Pernah dengar istilah sunbed? Sunbed merupakan sebuah alat pemanas yang datang dalam wujud kasur dan biasanya alat ini dipakai oleh orang-orang yang ingin membuat kulitnya lebih gelap tanpa harus berjemur di bawah terik matahari. Daya kerjanya sama seperti ketika kita berjemur di bawah cahaya matahari dan bisa membuat kulit menjadi gelap secara instan karena memang itulah peran utamanya. Kelihatannya menyenangkan dan memanjakan pemakainya, tapi tahukah kita bahwa alat ini pun dapat berakibat fatal pada kulit dan penglihatan kita? Tak hanya kanker kulit, risiko melanoma atau kanker mata juga dapat meningkat oleh karena menggunakan sunbed yang frekuensinya terlalu sering dan lama. Radiasi sinar UV buatan lewat sunbed ini tidak akan baik bagi kesehatan sehingga sebaiknya hentikan penggunaan apabila sudah melihat beberapa gejala maupun ciri kanker mata.

(Baca juga: virus penyebab kanker kulit)

2. Ras Tertentu

Kanker mata atau melanoma mata cenderung menyerang orang-orang yang berkulit putih ketimbang mereka yang kulitnya hitam. Maka dari itu, ras tertentu dapat meningkatkan potensi seseorang mengidap melanoma mata.

3. Kelainan Kulit Turunan

Rupanya kelainan kulit pun dapat meningkatkan risiko akan kanker mata dan kelainan yang dimaksud di sini adalah kulit yang cenderung membentuk tahi lalat di beberapa daerah kulit tubuh. Pada umumnya, tahi lalat yang banyak bisa mengalami perkembangan menjadi melanoma pada kulit dan mata. Maka memang perlu selalu mengecek dengan seksama kulit kita sendiri, apabila ada bintik-bintik gelap maupun benjolan mencurigakan, tak masalah untuk memeriksakannya ke dokter kulit atau dokter mata.

(Baca juga: penyebab kanker mata pada bayi)

4. Warna Mata Terang

Seseorang dengan warna mata yang terang seperti misalnya abu-abu, hijau, atau biru seperti yang dimiliki para orang kulit putih rupanya menjadi salah satu faktor risiko kanker mata. Potensi mengalami kanker mata lebih besar dengan memiliki warna mata demikian dan ini masih ada kaitannya dengan ras tertentu tadi.

5. Faktor Umur

Layaknya penyakit kanker umum lainnya, faktor umur juga menjadi pemicu timbulnya kanker mata karena memang seiring umur yang bertambah, risiko kanker akan menjadi meningkat, tak terkecuali kanker mata. Bila sudah memasuki usia 50 tahun ke atas, sebaiknya memang harus lebih memerhatikan kesehatan dengan melakukan check up secara rutin. Ini dikarenakan memang melanoma mata dapat terjadi dan kebanyakan didiagnosa pada mereka yang usianya sudah berada di atas 50 tahun.

(Baca juga: bahaya kanker kelenjar getah bening)

sponsored links

6. Jenis Kelamin

Faktor risiko selanjutnya yang perlu menjadi salah satu kewaspadaan kita adalah jenis kelamin. Biasanya melanoma mata atau kanker mata justru lebih kerap diderita oleh pria ketimbang wanita. Jadi bisa disimpulkan bahwa mereka yang berjenis kelamin pria dengan usia di atas 50 tahun berpeluang lebih besar dalam mengidap penyakit serius seperti kanker mata ini. Jadi tak ada salahnya untuk rutin mengecek kondisi penglihatan supaya dapat mencegah kanker jenis ini.

7. Jenis Pekerjaan Tertentu

Tahukah Anda bahwa jenis pekerjaan tertentu seseorang juga dapat menyebabkan risiko menderita kanker mata meningkat? Mereka yang memiliki pekerjaan sebagai tukang las dan sering terpapar radiasi UV yang asalnya dari alat kerja mereka telah diteliti bahwa kemungkinan terkena kanker mata sedikit lebih tinggi daripada mereka yang bukan tukang las. Ini bisa terjadi dikarenakan radiasi UV untuk pengelasan atau bisa jadi juga karena faktor lain.

8. Terpapar Sinar Matahari

Selain dari kanker kulit melanoma, terpapar sinar matahari bukan hal yang baik untuk kesehatan mata walaupun memang kemungkinannya cukup kecil untuk menyerang bagian mata. Meski demikian, tetap saja ada kaitannya dengan melanoma mata dan akan lebih baik bila saat kita beraktivitas di luar ruangan selalu memakai pelindung, terutama sunblock, atau mengenakan topi serta kacamata hitam demi keamanan dan kesehatan penglihatan dan juga kulit kita sendiri. (Baca juga: gejala kanker kulit)

9. Sindrom Kanker yang Diwariskan

Kondisi BAP1 memang merupakan sebuah kondisi yang cukup langka, tapi para dokter rupanya telah mengidentifikasi adanya kemungkinan seseorang untuk mengalami kanker mata dari sindrom kanker tersebut. Bila memiliki anggota keluarga yang memiliki perubahan atau mutasi pada gen BAP1, maka kita akan lebih besar peluangnya untuk mengidap melanoma uveal, melanoma kulit serta jenis-jenis kanker lainnya. Itulah mengapa check up rutin setidaknya 2 kali setahun sangat penting demi mengetahui bagaimana kondisi tubuh kita.

(Baca juga: ciri-ciri kanker kulit)

10. Memiliki Bintik/Flek-flek Coklat

Faktor risiko selanjutnya adalah adanya flek atau bintik-bintik coklat pigmentasi di uvea atau iris. Bila kulit kita, terutama kulit wajah memiliki flek maupun bintik coklat yang kelihatan banyak dan tidak normal, tentu ini cukup membahayakan karena diduga dapat meningkatkan kanker mata. Potensi mengidap melanoma mata akan jauh lebih tinggi saat kita memiliki masalah seperti ini di kulit. Apabila kita menyadari timbulnya flek atau bintik-bintik ini, tak ada salahnya memeriksakannya supaya jelas apakah flek maupun bintik tersebut berbahay dan berisiko kanker atau tidak.

11. Terinfeksi HIV AIDS

Risiko seseorang untuk mengidap kanker mata sel skuamosa dapat meningkat ketika seseorang pernah atau tengah terinfeksi HIV. Alasan mengapa potensinya menjadi lebih tinggi adalah karena virus tersebut berefek atau berpengaruh pada sistem daya tahan tubuh dan berimbas pada kesehatan mata kita. Penting untuk menangkal HIV terlebih dulu agar risiko kanker mata menjadi menurun.

(Baca juga: penyebab kanker hati yang harus diwaspadai)

12. HPV (Human Papilloma Virus)

Virus satu ini juga ternyata mampu menaikkan potensi seseorang untuk mengalami kanker mata, terutama kanker mata sel skuamosa karena karsinoma sel skuamosa mata dalam kombinasi dengan faktor lainnya bisa dipicu oleh HPV. Infeksi virus ini tergolong umum dan sebenarnya tak semua orang yang terkena virus ini kemudian mengidap kanker mata, hanya saja berjaga-jaga tak ada salahnya. Diduga untuk menyebabkan kanker mata, HPV ini akan bekerja sama dengan faktor lainnya sehingga inilah yang menjadikan ada beberapa orang yang bisa terkena kanker mata, dan ada juga yang tidak menderitanya.

13. Obat-obatan Tertentu

Ketika mengalami suatu kondisi kesehatan tertentu, selalu berhati-hati sebelum mengonsumsi obat. Perhatikan dan kenali betul seperti apa efek samping dan fungsi sebenarnya dari obat yang akan diminum karena ada obat-obat yang justru bila dikonsumsi mampu menekan atau menurunkan sistem daya tahan tubuh kita. Biasanya orang-orang yang menjalani transplantasi organlah yang akan mengonsumsi obat demikian supaya sistem kekebalan akan berhenti sehingga akan menolak organ baru. Sistem daya tahan tubuh kita akan secara otomatis teredam oleh efek obat tersebut pada umumnya dan dengan begitu, risiko karsinoma sel skuamosa mata dapat meningkat pada orang tersebut dan ini cukup membahayakan sehingga perlu dikonsultasikan dengan dokter.

(Baca juga: pengobatan kanker dengan stem cell)

14. Pemakaian Lensa Kontak

Memang benar bahwa lensa kontak atau soft lens tengah menjadi tren di kalangan anak muda maupun orang dewasa, entah itu karena orang-orang membutuhkannya sebagai pengganti kacamata atau hanya sekadar ingin bergaya. Penggunaan yang kurang tepat atau secara jangka panjang dapat berisiko bagi kesehatan mata, bahkan potensi kanker mata pun juga ada. Saat kita memakai soft lens terlalu sering dan lama, ini akan memicu mata menjadi lebih sulit untuk bernapas. Mata kita juga sangat memerlukan udara bersih untuk bernapas demi menjaga kesehatan dan kelembabannya. Bahkan tak jarang juga banyak kasus mata yang kena iritasi dikarenakan pemakaian lensa kontak, maka sebaiknya hindari hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu mata, termasuk pemakaian kontak lensa bila tak begitu penting. Ini demi menghindarkan diri kita dari potensi kanker yang menyerang daerah mata

(Baca juga: pengobatan kanker mata yang wajib dilakukan pasien)

Langkah Pencegahan Kanker Mata

Kanker mata kalau dilihat dari sebagian penyebabnya di atas sebetulnya dapat dicegah oleh diri kita sendiri. Beragam upaya dapat dilakukan supaya kanker mata tidak menjadi berkembang dan menggerogoti kita. Di bawah ini langkah-langkah mudah yang bisa coba dipraktikkan supaya menurunkan risiko sakit dan kanker mata :

  • Menggunakan Kacamata

Karena paparan sinar ultraviolet meningkatkan risiko terkena kanker mata, maka melindungi mata adalah hal terbaik yang bisa dilakukan demi memberikan perlindungan pada mata. Kacamata hitam atau kacamata anti debu adalah yang paling pas untuk dikenakan ketika berkegiatan di luar ruangan dan matahari tengah terik-teriknya. Ingat bahwa polusi pun tak bisa disepelekan karena mata dapat dengan mudah teriritasi akibat kemasukan debu saat kita berada di jalan.

Sponsors Link

Khusus bagi kebanyakan orang yang mengendarai sepeda motor atau sepeda di mana wajah gampang terekspos sinar matahari dan debu, kacamata normal (yang bukan untuk rabun dekat maupun jauh) juga boleh digunakan demi menjadi penghalang debu masuk ke mata. Kanker mata dapat terjadi ketika mata sering kena iritasi oleh debu yang menumpuk di dalam mata juga, jadi lindungi sebaik mungkin.

(Baca juga: manfaat antioksidan untuk kanker)

  • Tidak Mengenakan Lensa Kontak dalam Waktu Lama

Seperti yang telah diulas sebelumnya, pemakaian lensa kontak jangka panjang cukup membahayakan kondisi mata. Jadi sebaiknya jika tidak penting, hindari pemakaian lensa kontak apalagi penggunaan dalam waktu yang lama. Mata membutuhkan istirahat dan udara segar. Lensa kontak pun meningkatkan potensi iritasi pada mata, maka sebelum iritasi terjadi lebih baik batasi penggunaan atau kalau bisa tidak menggunakannya sama sekali. Kacamata masih lebih aman meski terkesan kurang modis atau trendi.

(Baca juga: manfaat mahkota dewa untuk kanker)

  • Melakukan Deteksi Dini Kanker Mata

Untuk mengetahui kondisi kesehatan mata kita, kita perlu melakukan pendeteksian dengan cara datang ke dokter mata lalu melakukan serangkaian metode diagnosa. Apabila sudah ada gejala kanker mata yang dicurigai, cobalah untuk konsultasikan dengan dokter. Rangkaian tes pemeriksaan biasanya bakal meliputi CT Fundus setelah tes laboratorium, dan tes CT Fundus ini akan dilakukan di bagian kepala pasien setelah kanker mata memang terdeteksi.

(Baca juga: manfaat bayam untuk kanker)

  • Menjaga Pola Makan

Mengonsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang tak hanya akan menjauhkan kita dari kanker semacam kanker paru-paru atau kanker payudara, kanker mata pun juga bisa dihindari. Banyak-banyaklah mengonsumsi wortel di mana kandungan vitamin A-nya cukup tinggi dan bagus untuk meningkatkan kesehatan mata. Vitamin dan seratnya begitu banyak di dalam sayur-sayuran dan buah, jadi biasakan menjalani pola hidup sehat seperti ini daripada mengonsumsi makanan-makanan yang tak bergizi.

(Baca juga: manfaat brokoli untuk kanker)

  • Menjaga Kebersihan

Pola hidup yang bersih akan melindungi kita juga dari segala penyakit. Salah satu cara mencegah agar kanker mata tak menyerang adalah menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara lebih rajin. Ini dikarenakan kita sering menggunakan tangan untuk menyentuh dan mengucek mata di mana biasanya tangan kita tanpa disadari sedang penuh dengan kuman. Iritasi mata dapat terjadi ketika kuman yang ada di tangan berpindah ke mata.

(Baca juga: manfaat sambiloto untuk kanker)

Demikian sejumlah penyebab kanker di mata yang wajib untuk kita mengerti. Beberapa langkah untuk mencegah kanker mata pun telah dibagikan kali ini, jadi semoga berguna untuk menjauhkan diri kita dari penyakit tersebut.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Friday 17th, June 2016 / 12:38 Oleh :
Kategori : Kanker Mata