Sponsors Link
     Sponsors Link

9 Penyebab Kanker Darah Pada Balita untuk Diwaspadai

ads

Kanker darah, atau yang mungkin kita lebih kenal dengan istilah leukemia merupakan jenis kanker mematikan dan sudah banyak memakan korban, mulai dari balita hingga orang dewasa. Kanker ini akan menyerang sel-sel pembentuk sel darah yang berada pada sumsum tulang kita. Kalau nomalnya perkembangan sel darah putih berjalan teratur ketika tubuh memerlukannya sebagai pemberantas infeksi, saat kanker timbul maka akan ada sel darah putih yang terproduksi oleh sumsum tulang secara tak normal.

Sel-sel darah putih yang diproduksi secara berlebih dan tak wajar ini juga akan kehilangan fungsinya. Ketika jumlah produksi tak terkendali, kelebihan sel darah putih dan penumpukannya pada sumsum tulang akan memicu berkurangnya sel-sel darah sehat. Bila kanker darah sampai menyerang balita, apakah kiranya penyebab kanker darah pada balita ini?

(Baca juga: penyebab kanker darah sesuai dengan jenisnya)

1. Faktor Genetik

Seorang anak dapat memiliki atau mengidap kanker darah apabila anggota keluarganya memang ada yang menderita penyakit ini. Risiko seorang balita akan menjadi lebih besar untuk menderita kanker darah apabila salah satu atau kedua orang tuanya mempunyai riwayat kesehatan demikian. Ini dikarenakan faktor genetik dalam tubuh bisa diturunkan ke keturunan yang selanjutnya; kalau seperti ini, maka penting untuk memeriksakan kondisi tubuh anak sedari awal secara rutin supaya ciri-ciri kanker darah umum dan lanjutan dapat dihindari. Atau kalaupun sudah ada gejalanya pun masih bisa dicegah sebelum ke stadium lanjut.

Bicara soal genetik, kita akan kembali diingatkan tentang perubahan tertentu yang terjadi pada DNA. Kanker darah pada anak dapat disebabkan oleh adanya mutasi DNA di mana tugasnya adalah untuk menonaktifkan gen supresor tumor atau mengaktifkan onkogen. Orang tualah yang biasanya mewariskan perubahan gen ini sehingga terjadi kesalahan pada sel-sel di dalam tubuh.

Translokasi kromosom adalah istilah yang dipakai untuk kjenis umum perubahan DNA penyebab leukemia. Biasanya, anak akan mewarisi mutasi DNA tersebut sehingga risiko terkena kanker darah pun semakin tinggi, contohnya satu keadaan yang kita kenal sebagai sindrom Li-Fraumeni di mana ini diproduksi oleh mutasi gen supresor tumor TP53. Tak hanya leukemia, ada juga sejumlah jenis kanker lain yang dipicu olehnya.

(Baca juga: gejala kanker darah sesuai jenisnya)

2. Kombinasi Faktor Lingkungan dan Genetik

Penyebab seorang balita menderita kanker darah juga bisa dikarenakan adanya kombinasi faktor, yaitu faktor genetik plus lingkungan dan hal ini telah melalui beberapa penelitian. Misalnya, ada gen-gen tertentu yang fungsi normalnya sebagai pengatur bagaimana tubuh seharusnya menyingkirkan segala zat beracun. Pada sejumlah individu diketahui memiliki versi berbeda akan gen tersebut sehingga membuat gen-gen tertentu itu tak begitu berfungsi dengan baik.

Ada kemungkinan seorang anak balita dengan kanker darah memiliki gen tersebut karena mewarisinya dari orang tua dan ini artinya, ia tak akan mampu memecah atau menyingkirkan segala zat berbahaya dari dalam tubuhnya apabila zat-zat tersebut menyerangnya. Kanker darah atau leukemia dapat terjadi oleh kombinasi eksposur dan genetik ini.

(Baca juga: makanan pencegah kanker darah)

sponsored links

3. Kelainan Genetik

Kanker darah pada balita juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan yang memang muncul sejak ia lahir. Kelainan genetik juga termasuk salah satu faktor risiko paling besar. Contoh kelainan ini salah satunya adalah Down Syndrome. Kelainan Down Syndrome terjadi pada otak si kecil dan ini pada umumnya akan terjadi sejak bayi masih ada di dalam kandungan ibunya. Down Syndrome yang dialami oleh anak sejak lahir bisa memperbesar potensi kanker darah di kemudian hari.

(Baca juga: pengobatan kanker darah secara medis)

4. Gangguan Sistem Kekebalan

Anak yang tidak cukup tinggi sistem kekebalan tubuhnya, apalagi diikuti dengan terjadinya gangguan pada sistem tersebut malah justru membuatnya semakin rentan dan lemah. Dengan keadaan seperti ini, akan secara mudah baginya untuk terserang berbagai jenis penyakit, tak terkecuali kanker darah. Oleh karena itu, setiap orang tua memang perlu mengetahui seberapa baik sistem daya tahan tubuh sang buah hati, agar bila terjadi apa-apa dapat segera ditangani dan tak berujung pada suatu penyakit yang kronis dan mengancam.

(Baca juga: manfaat cuka apel untuk kanker)

5. Paparan Radiasi atau Zat Kimia

Zat kimia tidaklah semuanya aman dan untuk balita yang masih bertumbuh dan berkembang, ini akan sangat berbahaya dan bisa menganggu masa pertumbuhannya juga. Lebih seriusnya, tingkat radiasi yang tinggi dengan paparan yang terlalu sering akan membuatnya rentan terhadap kanker darah. Para orang tua pun perlu mengetahui bahwa benzena dan kemoterapi adalah bahan-bahan kimia yang sebaiknya tak mengenai anak-anak karena potensi kanker darah lebih cepat naik.

(Baca juga: pengobatan kanker dengan stem cell)

6. Pengalaman Transplantasi Organ

Bila seorang balita sudah pernah mengalami atau mengidap penyakit tertentu yang mengharuskannya untuk transplantasi organ, ini bisa menjadi kabar tak mengenakkan. Anak dengan pengalaman transplantasi organ rupanya memiliki potensi jauh lebih besar untuk mengidap kanker darah ketimbang anak-anak seusianya yang belum pernah mengalami proses tersebut.

(Baca juga: manfaat mahkota dewa untuk kanker)

7. Virus Penyebab Leukemia

Kanker darah yang dialami anak juga diduga bisa dikarenakan adanya virus pemicu leukemia. Ada jenis-jenis virus tertentu yang memang tugasnya adalah untuk mengganggu metabolisme tubuh dan menyebabkan munculnya kanker darah pada si kecil. Virus-virus yang dimaksud antara lain adalah virus leukemia feline dan retrovirus, sementara ada juga HTLV-1 yang biasanya virus ini menyerang orang dewasa.

(Baca juga: manfaat akupuntur untuk kanker)

8. Pernah Menderita Kanker

Jika buah hati sebelumnya pernah menderita kanker (jenis apapun itu), maka akan mudah baginya untuk terkena penyakit kanker darah juga. Pengobatan kanker yang sebelumnya diderita pun dapat menjadi pemicu munculnya kanker darah, seperti misalnya kemoterapi kanker. Ada kalanya juga sewaktu kanker diperiksa, kemungkinan sel kanker dalam keadaan tak terjaga sehingga di lain waktu, kanker ini akan kembali beraksi dengan meradang ke jaringan tubuh lainnya seperti darah. Inilah yang kemudian membuat si anak menderita kanker darah.

(Baca juga: pengobatan kanker paru-paru secara alami)

9. Efek Rokok

Mungkin anak balita memang tidak merokok atau belum kenal rokok pada umumnya, tapi bila orang tuanya adalah perokok aktif, tak heran bila si anak akan lebih rentan terkena penyakit kanker darah. Zat racun di dalam rokok cukup banyak dan berkadar tinggi; kabar buruknya, zat tersebut tak hanya akan memicu kanker paru-paru, tapi juga kanker darah.

(Baca juga: buah yang baik untuk kanker darah)

Sponsors Link

Cara Mencegah Kanker Darah pada Anak

Karena mungkin anak balita masih belum terlalu begitu mengerti, peran orang tua sangat besar untuk mencegah kanker darah pada anak. Berikut di bawah ini sejumlah tips pencegahan kanker darah agar tidak diderita oleh anak Anda.

  • Hindarkan anak dari makanan yang terpapar bahan kimia. Makanan-makanan yang kiranya sudah terekspos atau terkena bahan kimia berbahaya sebaiknya dijauhkan dari anak-anak. Berikan pengertian bahwa makanan-makanan tersebut akan berbahaya bagi kesehatan tubuhnya.
  • Hindarkan anak dari pestisida. Bila tinggal di area pedesaan, mungkin Anda dan keluarga akan sering terkena paparan pupuk pertanian dan pestisida. Jauhkan anak-anak dari semuanya itu karena bahan-bahan kimia tak baik untuk mereka dan bakal meningkatkan potensi leukemia.
  • Hindarkan anak dari asap rokok. Seperti yang sudah dijelaskan, efek asap rokok dapat menjadi penyebab kanker darah. Meski bukan si anak langsung yang melakukan aktivitas merokok, menghirup asapnya dari rokok yang dinyalakan dan dihisap orang lain tetap saja berbahaya bagi paru-paru dan darahnya.
  • Hindarkan anak dari jangkauan radiasi berbagai alat elektronik. Anak-anak zaman sekarang seakan tak dapat lepas dari gadget atau alat elektronik yang padahal memaparkan begitu tingginya radiasi, bahkan balita pun kegemarannya adalah bermain gadget. Tak hanya ponsel, komputer dan TV pun juga mengirimkan radiasi yang tak akan baik untuk si anak sebab bisa menjadi faktor risiko kanker darah.
  • Bawa ke dokter untuk check up. Kita tidak pernah tahu seperti apa kondisi anak jika tak pernah mengeceknya dengan membawanya ke dokter. Pencegahan dapat dilakukan apabila si anak sudah diperiksa secara total. Melakukannya 2 kali setahun akan lebih baik.

(Baca juga: gejala awal kanker darah pada anak)

Setelah mengetahui betul apa saja penyebab kanker darah pada balita, diharapkan untuk para orang tua lebih jeli dan memerhatikan kondisi sang buah hati. Semoga dengan tips pencegahan tersebut, anak Anda terjauh dari serangan kanker darah dan selalu sehat.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Sunday 19th, June 2016 / 17:11 Oleh :
Kategori : kanker darah