Sponsors Link
     Sponsors Link

9 Penyebab Kanker Anal dan Diagnosanya

ads

Kanker anal juga kita kenal dengan sebutan lain, yakni kanker dubur atau kanker anus di mana memang terjadi pertumbuhan sel-sel kanker abnormal pada anus atau tepatnya permukaan dubur. Letak dari anus sendiri ada di ujung usus besar, lokasi tepatnya ada di bawah rektum di mana kotoran atau feses kerap melewatinya. Ada berbagai penyebab kanker anal maupun faktor peningkat risiko terjadinya kanker anal yang Anda wajib tahu.

(Baca juga: gejala kanker umum – ciri-ciri kanker prostat)

  1. Faktor Usia

Usia yang sudah cukup tua dan tergolong lansia akan lebih rentan terkena penyakit, termasuk kanker umum. Umur yang menginjak 50 tahun dan juga lebih bakal meningkatkan risiko seseorang untuk juga terkena kanker anal. Tentu ini juga terpengaruh dari gaya hidup semasa muda yang kurang begitu sehat. Pria maupun wanita dengan usia tersebut seharusnya sudah mulai rajin untuk check up untuk mengecek kesehatan dan potensi adanya kanker.

(Baca juga: jenis kanker paling mematikan di dunia)

  1. HPV

Kepanjangan dari HPV adalah Human Papilloma Virus dan papilloma sendiri artinya adalah kutil atau tumor jinak bila pada istilah medisnya. Organ kelamin pun tak terhindarkan dari munculnya papilloma ini, termasuk di vagina, penis, maupun dubur. Biasanya luka yang timbul di bagian rahim dan dubur malah justru dianggap lebih parah.

Ada pula jenis HPV yang bisa menyebabkan displasia, yakni sebuah perkembangan sel dan jaringan yang lain atau di luar normal. Untuk selanjutnya, displasia ini mampu berkembang menjadi kanker dubur, bahkan juga dapat menjadi kanker penis dan kanker serviks. Baik pria maupun wanita sangat perlu mewaspadai kanker dubur karena potensi sangat besar tanpa memandang faktor jenis kelamin.

  1. Merokok

Kebiasaan merokok ternyata tak hanya bisa menjadi penyebab kanker paru-paru, tapi faktor ini mampu meningkatkan potensi kanker anal. Peningkatan risiko kanker anal bahkan juga tetap meningkat pada mantan perokok. Meski sudah tak merokok lagi, tetaplah ada kemungkinan bagi mantan perokok untuk mengidap kanker anal yang menandakan bahwa merokok adalah kebiasaan berbahaya yang seharusnya Anda hindari selagi masih muda.

(Baca juga: manfaat antioksidan untuk kanker)

sponsored links
  1. Berganti-ganti Pasangan dalam Berhubungan Intim

Tidak memiliki pasangan tetap atau suka bergonta-ganti pasangan ketika melakukan hubungan seks bukanlah hal yang baik karena mampu menimbulkan kanker anal. Baik pria maupun wanita dengan lebih dari satu pasangan seksual akan meningkatkan potensi bagi mereka sendiri untuk mengidap kanker anal. Itulah mengapa seks bebas penuh dengan risiko dan salah satunya nanti akan timbul gejala kanker anal yang tentunya tak diharapkan.

  1. Seks Anal

Hubungan seks yang dilakukan melalui anus rupanya bukan ide yang bagus. Terlalu sering melakukan hubungan intim yang demikian rupanya hanya akan memperbesar potensi seseorang untuk terkena kanker anal. Pasangan suami istri perlu mempertimbangkan kembali risiko ini sebelum melakukan seks anal karena kanker anal dapat menyerang pria dan wanita.

(Baca juga: manfaat akupuntur untuk kanker)

  1. Anus Fistula

Penderita dari anus fistula akan lebih memiliki potensi besar dalam mengalami kanker anal. Fistula sendiri merupakan istilah medis untuk menjelaskan saluran yang terkena infeksi atau terbentuk di bagian akhir usus antara rektum hingga lubang anus serta kulit yang berada pada area lubang anus. Terjaidnya iritasi kulit pada area anus kemungkinan besar adalah awal dari fistula ini dan dari fistula, terdapat potensi untuk kanker anal dapat berkembang.

(Baca juga: makanan penyebab kanker yang dimakan setiap hari)

  1. Obat-obatan Tertentu

Pemakaian obat-obat tertentu, khususnya yang mampu menekan sistem daya tahan tubuh juga dapat menambah besar potensi dari munculnya kanker anal. Orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan untuk menekan sistem imun biasanya adalah mereka yang telah menempuh prosedur transplantasi organ. Namun obat-obat tersebutlah yang mampu berefek buruk pada organ anal.

Risiko kanker anal semakin tinggi karena konsumsi kortikosteroid yang dilakukan secara jangka panjang. Obat-obatan khusus yang bertujuan untuk mengendalikan kelainan autoimun. Maka sebelum Anda mengonsumsi obat tertentu, perhatikan pula apa risiko yang bakal terjadi pada kesehatan tubuh Anda ke depannya. Konsultasikan juga kemungkinan akan kanker anal ini sebagai efeknya.

(Baca juga: manfaat konsumsi ginseng untuk kanker)

  1. HIV

Virus satu ini memang dikenal sebagai virus penyebab AIDS yang menular dan sampai saat ini masih belum ditemukan obat pastinya. HIV adalah sebuah jenis virus yang diketahui dapat menekan sistem imun, tapi juga meningkatkan potensi seseorang mengidap kanker anal. Maka seseorang yang terkena virus ini wajib untuk lebih waspada karena kanker anal bisa juga menjadi ancaman berikutnya.

  1. Sering Terjadi Radang di Bagian Dubur

Terjadinya inflamasi atau peradangan di bagian dubur juga menjadi hal yang bisa meningkatkan potensi seseorang mengidap kanker anal.

(Baca juga: daftar makanan sehari-hari pencegah kanker)

Sponsors Link

Diagnosa Kanker Anal

Supaya jelas, setelah merasakan adanya beberapa gejala yang aneh dan tak wajar, terutama di bagian anus, sebaiknya memang penderita berinisiatif untuk melakukan diagnosa. Dokter akan melakukan serangkaian pengujian dan pemeriksakan agar kanker anal dapat terdeteksi, seperti di bawah ini:

  • Tes Riwayat Penyakit – Dokter jelas perlu memeriksa ada riwayat penyakit tertentu yang pasien pernah derita atau pengobatan tertentu.
  • Pemeriksaan Anus atau Dubur – Dokter perlu juga memeriksa bagian dubur dengan memasukkan jari ke area tersebut supaya dapat mendeteksi ada tidaknya benjolan yang disebut tumor.
  • Anoskopi – Metode diagnosa selanjutnya adalah anoskopi di mana anys dan rektum bakal diperiksa dengan bantuan anoskop dari jarak yang lebih dekat. Dokter akan melumasi anoskop lalu memasukkannya ke dalam anys supaya apa-apa saja yang terjadi di dalamnya bisa diketahui. Dengan anoskop inilah akan dapat terdeteksi sesuatu yang mencurigakan dan bila benar, pengambilan contoh jaringan bakal dilakukan dari daerah yang sudah diperiksa supaya dapat dianalisa lebih dalam memanfaatkan mikroskop.
  • CT Scan – Metode inilah yang dokter akan gunakan supaya bagian dalam tubuh dapat tersoroti secara mendetil. Pengambilannya pun akan diambil dari sejumlah sudut. Dokter akan menghubungkan mesin X-ray ke monitor di mana gambar ditampilkan dari sana.
  • Endo-anal – Diagnosa dengan alat ini akan membantu memeriksa anus secara mendetil juga. Ada energi gelombang suara yang bisa dipancarkan oleh alat ini dan dokter akan memasukkannya ke dalam anus pasien. Sesudahnya, alat ini bakal menciptakan gema di mana gema inilah yang akan bakal bertrasnformasi menjadi sonogram.
  • X-Ray – Foto rontgen adalah istilah lainnya yang lebih populer dan pada metode ini, tubuh manusia bagian dalam akan bisa diperoleh. Dokter akan mengambil gambar melalui radiasi elektromagnetik yang kemudian hasilnya akan didalami demi bisa memberikan hasil yang jelas kepada pasien.

(Baca juga: daftar tanaman obat kanker – manfaat mahkota dewa untuk kanker)

Itulah berbagai faktor penyebab kanker anal dan juga sedikit informasi mengenai metode diagnosa yang perlu ditempuh oleh pasien. Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan pun akan menjadi lebih mudah.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Saturday 20th, August 2016 / 06:25 Oleh :
Kategori : Kanker Anal