Sponsors Link

9 Gejala Kanker Anal – Diagnosa dan Tips Perawatan

Sponsors Link

Kanker anal merupakan sebuah jenis kanker atau keadaan di mana tubuh seseorang diserang oleh tumor ganas yang berada pada sel dalam anal. Pada umumnya, kasus ini paling sering dialami di saluran anal atau kulit tepi anal. Penyakit kanker anal juga dikenal sebagai sebuah keadaan di mana terjadi pembentukan sel-sel kanker di jaringan-jaringan dubur atau anus.

Sponsors Link

Timbulnya kanker anal ini memang masih belum jelas dan bahkan masih dipertanyakan apa penyebab patogenesisnya. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan hal ini, seperti misalnya perubahan terhadap patologis pada anak, infeksi virus HIV, kebiasaan merokok, aktivitas seks (terutama seks bebas), dan juga HPV atau Human Papillomavirus. Itulah faktor-faktor risiko yang telah diteliti memiliki hubungan dengan kanker anal.

Untuk dapat mencegahnya menjadi lebih serius dan buruk, mengetahui setiap gejalanya dengan baik akan lebih baik. Setelah mengetahui satu per satu gejalanya, penanganan bakal dapat dilakukan secara dini. Kanker dapat berkembang dengan cepat, jadi mengetahui gejalanya dan mengatasi dari awal akan memperlambat pertumbuhan sel kanker itu sendiri.

(Baca juga: ciri-ciri kanker serviks)

1. Rasa Nyeri di Bagian Anal

Karena namanya saja kanker anal, maka gejala utama yang bakal dirasakan akan berada di sekitar area anal atau anus. Salah satu gejalanya adalah rasa nyeri yang sering muncul di area anal. Awalnya bakal sedikit akit, namun akan ada peningkatan rasa nyeri tersebut. Peningkatan akan terjadi saat invasi tumor sudah sampai di dalam saluran anal.

(Baca juga: bahaya kanker kelenjar getah bening)

2. Kelenjar Getah Bening Membengkak

Terjadinya pembesaran pada kelenjar getah bening sepertinya bukan hanya terjadi ketika seseorang menderita kanker anal. Kelenjar getah bening yang mengalami pembesaran juga bisa menjadi tanda kondisi penyakit lain. Namun perhatikan juga di mana area pembesaran tersebut terjadi sebelum mengabaikannya.

Bila kelenjar getah bening yang berada di area anal-lah yang membesar, tentu kita patut untuk memeriksakannya langsung ke dokter. Bila bukan di area dekat anal, biasanya pembesaran bakal terjadi di bagian paha. Pemeriksaan CT scan sangat dianjurkan untuk ditempuh pasien supaya bisa mengetahui ada tidaknya metastasis.

(Baca juga: gejala kanker rahim)

ads

3. Pendarahan pada Anal

Gejala utama lainnya yang tak bisa diabaikan adalah saat pendarahan terjadi. Kalau pendarahan, khususnya di bagian anal atau rektum sudah terjadi dan kita menyadarinya, segera periksakan ke dokter. Ini menjadi kurang wajar apabila pendarahan muncul secara tiba-tiba tanpa sebab.

Sebaiknya tidak menganggap pendarahan yang ada di bagian rektum atau anal ini sebagai hal yang biasa karena jika dibiarkan penyakit makin berkembang serius. Pemeriksaan DRE perlu juga dilakukan rutin. Pemeriksaan tersebut sangat dianjurkan apalagi kalau penderita juga mengalami buang air besar di mana feses atau tinja disertai dengan darah.

(Baca juga: gejala kanker umum)

4. Gatal-gatal pada Anal

Gejala berikutnya yang memang agak kurang normal adalah timbulnya rasa gatal berlebih di anal atau di sekitarnya. Bila rasa gatal itu muncul secara berlebihan dan cukup sering, ini bisa saja menandakan adanya ketidakberesan pada kesehatan anal. Ada baiknya untuk memeriksakan ke dokter apabila memang gatal-gatal terjadi bahkan setiap hari.

Rasa gatal tersebutlah yang kemudian memunculkan rasa tidak nyaman pada bagian anal itu sendiri. Beraktivitas menjadi tidak senyaman biasanya kalau di area sekitar anal terus-terusan merasa gatal. Bila ketidaknyamanan berlanjut terus dan bingung harus seperti apa mengatasinya, konsultasikan ke dokter karena ini berpotensi menjadi awal kanker.

(Baca juga: gejala kanker kelenjar getah bening berdasarkan jenisnya)

5. Buang Air Besar Terlalu Sering

Adanya perubahan pada kebiasaan buang air besar sebaiknya turut diperhatikan oleh kita sendiri. Seringnya buang air besar juga bukan hal yang baik dan menyehatkan. Meski sembelit dan konstipasi sebetulnya juga tidak sehat, frekuensi buang air besar yang meningkat pun perlu menjadi kecurigaan kita.

(Baca juga: manfaat apel untuk kanker)

6. Buang Air Besar Tidak Lancar

Frekuensi buang air besar yang meningkat bukan lantas berarti bahwa BAB akan terus lancar seperti itu. Bila buang air besar pun terkadang tidak lancar, penting juga untuk kemudian memeriksakan sistem saluran pencernaan kita. Ketidaklancaran BAB kadang juga bisa dikarenakan adanya gangguan pencernaan, tapi kalau disertai juga gejala-gejala lainnya, ini perlu ditangani segera.

(Baca juga: manfaat mahkota dewa untuk kanker)

7. Feses Lebih Kecil

Curigai pula ketika buang air besar, Anda menemukan bahwa bentuk feses mengalami perubahan. Feses yang menjadi lebih kecil ukurannya ketimbang biasanya dapat menjadi tanda adanya kanker anal. Bila perubahan pada kebiasaan BAB seperti ini kemudian terjadi lagi dan lagi pada waktu BAB selanjutnya, jangan sepelekan apalagi kalau gejala lainnya turut muncul.

(Baca juga: ciri-ciri kanker hati yang sangat mematikan)

8. Adanya Benjolan

Penting bagi setiap kita untuk mengerti apa saja yang muncul dan berubah pada tubuh kita. Ketika Anda merasakan adanya perubahan di sekitar anal di mana timbul benjolan kecil, ini bisa pertanda tumor. Walau terbilang lambat akan pertumbuhan dari benjolan tersebut, tetaplah periksakan diri dengan metode diagnosa CT scan. Dengan CT scan, karakteristik benjolan dapat dipastikan dengan baik.

(Baca juga: gejala kanker usus besar)

9. Buang Air Besar Berdarah

Selain perubahan-perubahan pada kebiasaan BAB tersebut, kita perlu juga bergerak dan bertindak cepat ketika BAB pun berdarah. Keluarnya darah bersama dengan feses bukanlah hal biasa, meski memang ini bisa menjadi gejala ambeien. Jika belum pernah ada riwayat atau pengalaman mengalami ambeien, tentu berdarahnya feses ini menjadi tanda adanya penyakit lain. Sebelum menjadi lebih serius, gejala kanker anal yang satu ini sebagiknya diperiksa melalui proses pemeriksaan DRE. Mengetahui gejala tersebut secara lebih jelas adalah hal yang terpenting.

(Baca juga: makanan penyebab kanker yang dimakan setiap hari)

Metode Diagnosa Kanker Anal

Untuk mengetahui secara tepat dan detil tentang benar tidaknya gejala-gejala tersebut merupakan gejala kanker anal dan bukannya penyakit lain, metode diagnosa berikut perlu ditempuh. Ada 4 metode yang bisa dilakukan dengan bantuan ahli medis terpercaya.

Sponsors Link

  1. Pemeriksaan Visual Anal dan DRE. Ini adalah langkah metode pemeriksaan rutin di mana hal-hal yang bakal diperiksa antara lain adalah bagian anus, feses, kolonoskopi, serta pemeriksaan rutin lainnya.
  2. Pemeriksaan Endoskopi Anal. Setelah langkah atau metode pertama pemeriksaan dilalui, barulah Anda beranjak melakukan pemeriksaan endoskopi anal. Pada langkah sebelumnya, pelumas bakal digunakan oleh dokter untuk melumuri bagian anoskopi. Kemudian dilanjutkan dengan proses memasukkan anoskopi tersebut ke rektum dan anal. Dari situlah pemeriksaan bagian dalam dapat dilakukan dan terdeteksilah adanya benjolan atau tidak.
  3. CT/PET Scan. Pemeriksaan belum selesai karena masih ada metode CT/PET scan yang akan mendeteksi kanker yang diderita sudah stadium berapa. Dengan metode diagnosa ini jugalah Anda bakal tahu ada tidanya metastatis yang terjadi di kelenjar getah pening hingga organ-organ lainnya.
  4. Biopsi Kanker. Model pemeriksaan biopsi adalah dengan memanfaatkan jarum, pinset ataupun pisau kecil. Dokter lalu menggunakan alat tersebut untuk proses pengambilan lapisan tumor. Selanjutnya, dokter akan memeriksa melalui mikroskop ahli patologi supaya indikasi kanker dapat diketahui. Ada 2 macam metode biopsi, yakni biopsi sentinel kelenjar getah bening dan juga biopsi aspirasi jarum halus.

(Baca juga: kanker kelenjar getah bening di leher)

Tips Perawatan untuk Kanker Anal

Untuk mengatasi dan merawat kanker anal, ini bukanlah tugas dokter semata. Diri kita pun berperan paling besar dalam merawatnya. Bila pengobatan telah diberikan oleh dokter, perawatan-perawatab ini dapat kita lakukan selama di rumah.

  • Hindari stres, rasa pesimis, pikiran negatif, dan depresi.
  • Kumpulkan dukungan dari keluarga dan teman terdekat.
  • Konsumsilah buah dan sayur secara lebih banyak.
  • Harus berhenti dari kebiasaan merokok atau bisa juga berlanjut mengalami kanker paru-paru.
  • Hindari makanan yang pedas-pedas selama masa perawatan.
  • Menjaga pola makan dan pola tidur yang baik.
  • Bekerjasamalah dengan dokter selama masa pengobatan dengan menuruti aturan minum obat.

(Baca juga: daftar makanan sehari-hari pencegah kanker)

Banyak orang yang mengalami keterlambatan dalam mengobati kanker anal. Sebelum beranjak ke stadium lanjut, ketahui gejalanya dan obati sedini mungkin. Karena bila sudah stadium lanjut, penanganan akan semakin sulit dan pengobatan pun akan lebih lama dan mahal.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Monday 11th, July 2016 / 14:28 Oleh :
Kategori : Kanker Anal