Sponsors Link
     Sponsors Link

11 Gejala Kanker Adrenal Paling Utama

ads

Kanker adrenal ada hubungannya erat dengan tekanan darah tinggi rupanya. Jenis kanker ini merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi dikarenakan seseorang mempunyai gaya hidup yang kurang sehat. Diet yang kurang benar, stres, serta hidup dalam pekerjaan yang serba cepat dan faktor-faktor lainnya mampu membuat seseorang mengidap hipertensi.

Kanker adrenal sendiri adalah keadaan tumor ganas yang memang cukup jarang, dan berpotensi terjadi juga pada Anda yang menderita TBC pada jaringan adrenal. Adanya hambatan autoimun pun dapat menjadi kemungkinan akan seseorang mengalami kanker jenis ini.

Faktor-faktor risiko atau penyebab dari kanker adrenal sendiri diduga dari adanya 3 kondisi. Walau penyebab pastinya belumlah diketahui secara pasti, faktor relevan lainnya yang juga bisa menambah pengetahuan kita antara lain adalah:

  • Gangguan autoimun yang biasanya atrofi korteks adrenal-lah yang menjadi penyebab bisa menjadi faktor pemicu terjaidnya kanker adrenal. Justru faktor risiko inilah yang malah dikenal sebagai yang paling umum.
  • TBC yang terjadi di jaringan adrenal pun menjadi salah satu faktornya. Disfungsi adrenal kronis yang terjadi bakal dapat berkurang apabila TBC yang ada di adrenal bisa dikendalikan dengan tepat dan sempurna.
  • Adanya tumor ganas pada bagian tubuh lain di mana metastasis dialami pada kelenjar adrenal. Hal ini dapat menjadi faktor penyebab juga dengan persentase kanker 26-50 persen, diikuti juga dengan kanker payudara, kanker paru-paru, kanker tiroid, kanker pencernaan, melanoma, dan kanker lainnya.

Setelah kita tahu sedikit mengenai faktor penyebabnya, gejalanya pun wajib kita korek infonya. Di bawah ini bisa dilihat sejumlah gejala kanker adrenal paling umum agar dapat diwaspadai sejak awal dan ditangani sebelum terlambat.

(Baca juga: kanker kulit melanoma)

1. Hipertensi

Seseorang dengan kanker adrenal menandakan bahwa di dalam tubuhnya terjadi perubahan sel pheochromocytoma di mana hipertensi ini kemudian menjadi gejala utamanya. Hipertensi diketahui juga memiliki istilah lain, yakni naiknya tekanan darah. Itulah mengapa sebelumnya dikatakan keduanya berkaitan erat dan semua ini tentunya berawal dari pola hidup yang tidak sehat.

2. Sakit Kepala

Sepertinya sudah tak diragukan lagi, bila memang hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi gejala utamanya, otomatis tanda lainnya adalah sakit kepala. Ketika seseorang tidak menjaga pola hidup dengan benar, seperti makan berlebihan, makan makanan yang kurang bergizi, terlalu sibuk dan lelah, kurang tidur, dan kurang olahraga, penyakit seperti sering sakit kepala bisa datang kapan saja.

(Baca juga: ciri-ciri kanker otak)

Sponsors Link

3. Jantung Berdebar-debar

Walau gejala kanker ini ditentukan oleh jenis tumor yang muncul di dalam tubuh, salah satu gejala utama yang bisa terjadi adalah jantung yang berdebar-debar. Ini bisa juga dikarenakan oleh kondisi tubuh yang mengalami obesitas atau kegemukan. Dari kegemukan dan pola hidup kurang sehat, hipertensi terjadi dan mampu memicu masalah atau gangguan pada jantung.

(Baca juga: penyebab kanker payudara)

4. Kelebihan Produksi Hormon

Bila tumor kanker yang ada di dalam tubuh adalah tumor kanker fungsional, maka ini bisa saja menimbulkan gejala kelebihan produksi kortisol. Ini karena awalnya ada kelainan kelebihan hormon di dalam tubuh. Contoh paling konkretnya adalah perkembangan produksi kortisol yang kemudian menjadi sindrom Cushing.

Salah satu tandanya adalah intoleransi terhadap glukosa. Tapi hal ini rupanya berpengaruh pula terhadap siklus datang bulan pada seorang wanita. Bahkan kelebihan hormon bisa menjadi faktor pemicu perdarahan di bagian kewanitaan, khususnya bakal dialami oleh wanita yang sudah melewati waktu menopause.

Contoh lainnya, dari hormon prua maupun androgen yang ada pada para wanita bakal terjadi sekresi berlebihan yang dipicu oleh tumor. Inilah yang kemudian memunculkan perubahan suara yang lebih berat dan bahkan rambut di seluruh bagian tubuh yang tumbuh lebih banyak pada pria. Namun kelebihan produksi estrogen yang ada pada pria bisa membuat payudara pria lebih besar.

(Baca juga: gejala kanker rahim)

5. Sakit Perut dan Panggul

Untuk jenis tumor non-fungsional, gejala kelebihan hormon seperti yang telah disebutkan sebelumnya tidak akan terjadi. Tapi tetap ada gejala lainnya yang dapat dirasakan, yakni rasa sakit di bagian perut. Tak hanya perut, bagian panggul pun juga bakal terasa nyeri.

6. Jerawat Berlebihan

Biasanya masa-masa pubertaslah di mana seseorang dapat mengalami jerawatan yang begitu hebat. Namun jerawat berlebihan yang padahal sebelumnya tidak demikian patut dicurigai sebagai salah satu gejala timbulnya tumor kanker adrenal. Ini juga kemungkinan ada hubungannya dengan masalah hormon yang kurang stabil di dalam tubuh.

(Baca juga: ciri-ciri kanker rahim)

7. Berat Badan Tidak Stabil

Berat badan yang tiba-tiba menjadi tidak stabil yang ditandai dengan kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun, kita perlu mewaspadainya. Bila berat badan dengan gampangnya naik dan turun, ini bisa saja menandakan ada yang tak beres pada tubuh kita. Kemungkinan mengarah pada kanker adrenal pun cukup besar.

8. Rambut Rontok

Kerontokan rambut memang belumlah tentu menjadi gejala dari adanya kanker adrenal pada tubuh kita. Namun apabila kerontokan rambut terjadi secara berlebihan lalu ditambah juga mengalami sebagian gejala lainnya, tentu kita patut waspada. Rontoknya rambut bisa juga terjadi dikarenakan gangguan hormon, maka sebaiknya memang langsung ke dokter untuk memastikan.

(Baca juga: kanker serviks pada wanita)

9. Mudah Berkeringat

Saat terjadi perubahan pada sel pheochromocytoma, tak hanya hipertensi saja yang bisa dialami. Karena metabolisme mengalami kekacauan, kita pun juga menjadi lebih gampang berkeringat walau tidak dalam keadaan capek. Bila disertai gejala-gejala lainnya, tanda berkeringat bisa saja menjadi gejala kanker adrenal yang perlu penanganan secepatnya.

(Baca juga: cara mencegah kanker tiroid)

10. Sesak Nafas

Gejala kanker adrenal satu ini juga bisa terjadi diakibatkan oleh sel pheochromocytoma yang berubah. Berantakannya metabolisme tubuh akan memicu jantung berdebar-debar yang biasanya juga akan disusul dengan sesak napas.

(Baca juga: ciri-ciri kanker kelenjar getah bening sesuai jenisnya)

Sponsors Link

11. Kaki dan Tangan Gemetaran dan Dingin

Kaki serta tangan yang berubah dingin serta gemetaran bisa saja menjadi gejala seseorang masuk angin dan mengalami demam. Namun ketika masuk angin atau flu tidaklah dialami, ini patut dipertanyakan mengapa tiba-tiba kaki dan tangan menjadi seperti itu. Metabolisme yang kacau dapat mengakibatkan hal tersebut, jadi memang penting untuk memeriksakan kondisi sesegera mungkin. Bila gejala ini memang benar, deteksi dari awal akan lebih mudah ditangani nantinya.

(Baca juga: penyebab kanker tiroid)

Metode Diagnosa Kanker Adrenal

Untuk menekan atau mengurangi bahaya dari kanker adrenal yang terjadi pada bagian kelenjar adrenal, sejumlah metode diagnosa perlu ditempuh setelah merasakan gejala yang kurang wajar. Dengan melakukan serangkaian metode diagnosa di bawah ini, dokter bakal tahu keadaan yang sebenarnya. Dengan begitu, penanganan yang tepat bisa diberikan kepada penderita.

  1. Tes Darah dan Urin – Metode ini adalah yang paling awal untuk dilakukan. Dari metode diagnosa inilah kemudian dapat dideteksi bedanya antara adenoma nonfungsional dan fungsional.
  2. CT Scan – Setelah menempuh tes darah dan urin, pemeriksaan lebih detil selanjutnya adalah CT scan di mana penyakit yang berhubungan dengan kelenjar adrenal bisa didiagnosis.
  3. MRI – Pada tahap ini, yang diperiksa adalah sel pheochromocytoma adrenal. Pemeriksaan akan dilaksanakan secara tepat agar diketahui apakah memang terjadi perubahan. Kekacauan yang terjadi pada metabolisme tubuh juga akan dapat dideteksi.
  4. USG – Proses pemeriksaan ini penting juga dan tak boleh dilewatkan karena dari sinilah tumor adrenal bakal melewati proses skrining.

(Baca juga: ciri-ciri kanker lambung)

Ketika sudah terbukti bahwa kita menderita yang namanya kanker adrenal sesudah pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah tetap menjadi optimis. Untuk mengatasi penyakit seserius kanker, rasa percaya diri dan optimis harus besar. Selain itu, proses dan pola istirahat perlu diperhatikan.

Bila benar mengidap kanker adrenal, aktivitas fisik yang terlalu berat perlu untuk dihindari. Pola makan pun tidak lagi boleh sembarangan dan makanan berpengawet serta makanan-makanan asin dan pedas perlu dijauhi sama sekali. Disarankan pula untuk keluarga pasien untuk juga menempuh diagnosis USG setengah tahun sekali. Ini dikarenakan risiko mereka untuk ikut terkena kanker adrenal juga berpotensi sangat tinggi.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Monday 11th, July 2016 / 14:43 Oleh :
Kategori : Kanker Adrenal